Loading...

BUDIDAYA JAGUNG DENGAN PENDEKATAN PTT

BUDIDAYA JAGUNG DENGAN PENDEKATAN PTT
Jagung merupakan komoditas pangan terpenting sesudah padi karena selain sebagai sumber karbohidrat, juga sebagai bahan baku industri pangan untuk manusia dan pakan untuk ternak. Tanaman jagung dapat diusahakan bperlu diperhatikan bbudidaya tanaman pada lahan kering manapun pada sawah. Selain melalui perluasan areal tanam, produksi jagung dapat ditingkatkan melalui peningkatan produktivitas sehingga perlu diperhatikan budidaya tanaman jagung dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pendekatan yang ditempuh dalam penerapan komponen PTT bersifat 1. Spesik lokasi,2. Partisipatif, 3. Ketrpaduan,4. Sinergis antar komponen. Komponen teknologi yang diterapkan dengan pendekatan PTT adalah : 1. Komponen teknologi dasar a. Varietas unggul baru sesuai dengan karakteristik lahan,lingkungan dan keinginan petani setempat baik jenis komposit maupun hibrida. b. benih bermutu (daya kecambah 95%) diberi perlakuan benih dengan metalaksil 2 g untuk setiap kg benih. c. populasi tanaman sekitar 66.600/ha-70.000/ha Jarak tanam 70-75 cmx20 cm (1 biji perlubang) Jarak tanam 70-75 cmx40 cm (2 biji per lubang) d. Pemupukan N berdasar stadia pertumbuhan tanaman dan hasil pengamatan daun dengan menggunakan BWD.Bahan organik 2 ton/ha. 2. Komponen teknologi pilihan a. Pembuatan saluran irigasi; pembuatan saluran irigasi per 2 baris tanaman lebih efisien dibanding per baris tanaman. b. Pengendalian gulma secara mekanis atau dengan herbisida kontak. c. Pengendalian OPT. Hama utama tanaman jagung; lalat bibit, penggerek batang, penggerek tongkol, Penyakit utama jagung : bulai dan bercak daun d. Panen tepat waktu dan pengeringan sesegera mungkin admin KP4k Kab. KP