Persiapan lahan Jerami dipotong rata dengan tanah Saluran drainase dibuat keliling petakan sawah dengan lebar 30 cm dan dalam 20 cm. Penanaman Penanaman menggunakan benih unggul berlabel dengan kebutuhan benih 15 kg/ha. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal sedalam 5-7 cm, setiap lubang diisi 1 biji dengan jarak 75 x 20 cm atau 2-3 biji dengan jarak tanam 75 x 40 cm. Pemupukan Pemupukan dasar dilakukan pada saat penanaman dengan menggunakan pupuk bokasi sebagai penutup pada lubang tanam. Pemupukan susulan I: Dilakukan saat tanaman berumur 14 hari. Pupuk ditugal ± 5 cm dari tanaman dengan takaran urea 100 kg/ha, dan NPK 150 kg/ha. Pemupukan susulan II: Saat tanaman berumur 35-45 hari dengan takaran urea 100 kg/ha dan NPK 150 Kg/ha. Saat pemupukan diusahakan tanah dalam keadaan lembab, Pengairan Pengairan dilakukan setiap 2 minggu sekali atau dilihat dari kondisi tanah Pada saat penyiangan dapat dilakukan pembumbunan bila diperlukan. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama penyakit dilihat dari gejala serangan. Panen Dilaksanakan pada saat jagung sudah kering di lapangan, sehingga mengurangi tenaga penjemuran. Oleh Regina Bay Niba, SP/ Penyuluh Pertanian Muda BPP Danga - Kec. Aesesa - Kab. Nagekeo - Prop.NTT