Tanaman ini banyak ditemukan di lahan tegalan maupun di lahan sawah. Tanaman ini dibudidayakan karena mudah dalam pengelolaan dan hasilnya juga menguntungkan. Tanaman yang dimaksud adalah jagung. Jagung merupakan salah satu tanaman unggulan Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali sebagai penghasil karbohidrat selain padi. Ada bermacam-macam varietas jagung salah satunya yaitu Jagung Manis. Jagung manis selain umur tanamnya pendek hanya 70 Hari setelah Tanam (HST), jagung manis juga mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda dari jagung pada umumnya. Kandungan Nutrisi jagung manis yaitu Karbohidrat, kalori, serat, Glukosa, lemak, protein, triptofan, treonina, asam aspartat, asam glutamat, vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan Vit. C. (4 Cara Budidaya jagung manis dan perawatannya.IlmuBudidaya.com.4Oktober2018)Yang perlu diperhatikan dalam budidaya jagung manis yaitu :1. Pengolahan TanahSebelum ditanami sebaiknya dilakukan olah tanah terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur, gulma/rumput dan hama penyakit yang ada dalam tanah mati. Cara pengolahan tanah yang baik yaitu dengan mengairi lahan dan mendiamkannya selama 1-2 hari, kemudian baru dibajak dan digaru.2. Bibit Dalam memilih bibit jagung manis yang harus diingat yaitu kadar gula dan kadar patinya. Semakin tinggi kadar gula maka akan semakin lunak dan manis, tetapi semakin tinggi kadar patinya rasa jagung menjadi tidak empuk. Untuk 1000m² dibutuhkan benih sebanyak 4 Pack dimana per pack berisi 250 gr.3. Jarak Tanam Jarak tanam yang biasa digunakan yaitu 75 cm x 30 cm dengan jumlah biji 2bh per lubang.4. PemupukanUntuk pemupukan jagung manis dilakukan dua kali, yaitu pada saat tanaman berumur 10-15HST dan pada saat tanaman umur 30HST menggunakan Urea dan Ponska (NPK). Untuk 1000 m² luasan tanaman, pada pemupukan pertama membutuhkan Urea sebanyak 50 Kg dan Phonska 25Kg. Sedangkan pada pemupukan kedua (30HST) membutuhkan urea sebanyak 50 kg.5. Pemeliharaan Dalam pemeliharaan jagung manis tidak lah sulit. Hanya perlu pembersihan rumput/gulma yang biasa disebut “pendangiran” kemudian pemupukan dan baru pembumbunan.6. Pengendalian hama penyakitMeski jagung manis hanya berumur pendek tetapi tanaman ini tak luput dari hama penyakit. Hama penyakit yang biasa dijumpai pada tanaman jagung manis yaitu Ulat penggerek pucuk dan penyakit Bulai. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dari awal tanam sampai tanaman siap produksi dan panen harus dilakukan pengamatan secara rutin agar apabila ada hama penyakit bisa segera di antipasi. Untuk pengendalian Hama ulat penggerek pucuk dengan menggunakan Karbofuran 2-3 butir diletakkan di pucuk tanaman jagung pada saat umur 15 s/d 20 HST. Sedangakan untuk mengantisipasi penyakit bulai dengan penyemprotan tanaman menggunakan fungisida pada saat tanaman berumur 15 s/d 20 HST.7. PanenJagung manis dipanen pada umur 70 HST. Jagung manis rasanya enak manfaatnya banyak, pengolahannya pun mudah, bisa dibuat berbagai macam olahan pangan. Cara yang paling mudah cukup dengan direbus sudah bisa dinikmati. Untuk 1000m² tanaman jagung manis dapat menghasilkan ± 1000kg jagung tongkol, dengan jumlah 2 – 4 tongkol per kg. 8. PemasaranUntuk pemasaran jagung manis bisa dibilang mudah karena banyak pedagang pengepul yang keliling mendatangi petani dilahan maupun di rumah. Dari pedagang pengepul tersebut jagung manis dijual ke pasar di daerah Surakarta dan sekitarnya.9. Analisa usaha Untuk analisa usaha budidaya jagung manis luasan 1000m² dapat diperhitungkan sebagai berikut:I. Biaya Produksia. Pengolahan tanah : 150.000b. Benih 4 pack @80.000 : 320.000c. Tenaga tanam 2 orang @50.000 : 100.000d. Pemeliharaan (ndangir+bumbun) 2org @50.000 : 100.000e. Pupuk Urea 100kg @1.800 : 90.000f. Pupuk Phonska 25 kg @ 2.300 : 57.500g. Obat perangsang tumbuh (ZPTi) : 25.000h. Insektisida : 20.000i. Fungisida : 25.000j. Biaya Pengairan : 50.000k. Tenaga Penyiangan 1 org @ 50.000 : 50.000Jumlah : 987.500 II. HasilHarga rata-rata Rp. 2.000/kg = 1.000 kg x 2.000 : 2.000.000 III. Keuntungan = 2.000.000 – 987.500 : 1.012.500 Demikian dapat kita simpulkan bahwa keberhasilan dalam budidaya jagung manis dipengaruhi oleh faktor lingkungan setempat (benih/hama penyakit/pemeliharaan, dll) serta harga jual yang tidak stabil. (Sri Myulyani, S.Pt, Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Sawit)