Inovasi teknologi dalam berbudidaya tanaman terus berkembang dari teknologi benih, alsintan, iklim mikro dan budidaya itu sendiri. Pengembangan teknologi dilakukan guna meningkatkan efisiensi tenaga kerja, biaya dan mempercepat waktu tanam sehingga diharapkan dapat menaikan produksi secara kualitas dan kuantitas sehingga mendukung ketahanan pangan nasional juga meningkatkan nilai tambah guna kesejahteraan petani umumnya.Tujuan dari budidaya jagung tanpa olah tanah adalah mengefisiensi biaya olah tanah, tenaga kerja dan mempercepat waktu tanam tetapi produksi tetap standart.Teknik Budidaya Tanpa Olah Tanah ada beberapa cara yaitu 1, penggunaan herbisida, 2. sisa jerami, 3. mulsa bekas tanaman sebelumnya.1. Penggunaan/Aplikasi herbisida Teknik ini dengan menggunakan herbisida sebagai pengganti olah tanah dalam mematikan gulama sebelum atau sesudah tanam dan penyiangana. Sebelum tanam gulma diherbisida yaitu 3-5 hari sebelum tanam jagung semua gulma disemprot herbisida secara merata dengan dosis 5 ml pert liter air, terutama bila gulma berat maka gunakan herbisida sistemik.Hal ini bertujuan agar sebelum hari H tanam gulma sudah layu dan sisa herbisida tidak mempengaruhi daya tumbuh dan pertumbuhan tanaman jagung.b. Sesudah Tanam jagung baru semua gulma diherbisida.Hal ini dilakukan dengan menggunakan herbisida kontak namun perlu ketelitian waktu tanam yaitu benih jagung harus tertutup rapat agar tidak terkena paparan herbisida. Tujuan yaitu dimungkinkan saat benih tumbuh gulma baru mati sehingga waktu perlakuan berikutnya lebih mudah karena gulma belum tumbuh.c. Penyiangan dilakukan dengan herbisida selektif, diaplikasikan pada saat gulma berdaun empat (4) lembar walaupun paparan herbisida tidak berpengaruh besar akan lebih baik waktu aplikasi pada ujung sprai dikasih corong agar tidak mengenai daun tanaman pokok.Teknik Budidaya tanpa olah tanah ( TOT ) paling banyak dengan menggunakan herbisida. 2. Penggunaan sisa jeramiBudidaya Tanpa Olah Tanah (TOT) dengan memanfaatkan sisa jerami sebagai penutup tanah agar gulma tidak tumbuh, namun cara ini kebanyakan digunakan dalam budidaya bawang putih.Bila untuk tanaman jagung dilakukan penutupan dengan jerami secara merata kemudian jagung ditanam dengan menggunakan alat bantu tambang agar baris tanaman lurus.Penyiangan dilakukan dengan herbisida. 3. Penggunaan sisa mulsa tanaman sebelumnya.Teknik ini lazim atau banyak digunakan bila tanaman pokok sudah panen, yaitu biasanya bekas tanaman cabe. Yaitu sisa-sisa tanaman cabe dipotong kemudian di tugal untuk menanam jagung. Penggunaan herbisida diaplikasikan pada tanah antar bedengan. (SUTOYO, SP. PPL KEC. BAWANG)