Loading...

BUDIDAYA JAHE SISTEM VERTIKULTUR

BUDIDAYA JAHE SISTEM VERTIKULTUR
PENDAHULUAN Jahe (Zingiber officianale Rosc) adalah tanaman herba tahunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman ini umumnya dipanen pada kisaran umur 8 – 12 bulan, tergantung keperluan. Kalau untuk konsumsi segar, misalnya untuk bumbu masak, jahe dipanen pada umu 8 bulan. Kalau untuk keperluan bibit dipanen umur 10 bulan atau lebih. Namun apabila untuk keperluan asinan jahe dan jahe awet, tanaman jahe dipanen pada umur 3 – 4 bulan. Permintaan besar di dalam negeri untuk keperluan berbagai industri belum bisa dipenuhi, sehingga Indonesia masih mendatangkan jahe dari China. Permintaan pasar akan ekspor jahe cukup banyak, di antaranya, Indonesia belum dapat memenuhi permintaan jahe Negara Belanda sebanyak 40 ton setiap bulan. Klasifikasi • Divisi : Spermatophyta• Sub-divisi : Angiospermae• Kelas : Monocotyledoneae• Ordo : Zingiberales• Famili : Zingiberaceae• Genus : Zingiber• Species : Zingiber officinale DeskripsiTanaman berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ; tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5 – 10 mm, & tidak berbulu; seludang agak berbulu. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur yg sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm; daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 – 15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2 JENIS-JENIS TANAMAN JAHE Jahe dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :1. Jahegajah(cimanggu.1,2,3) ataujahe badak. Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jahe putih besar mempunyai rimpang besar berbuku, berwarna putih kekuningan dengan diameter 8 – 8,5 cm, aroma kurang tajam, tinggi dan panjang rimpang 6 – 11,3 cm dan 15 – 32 cm. Warna daun hijau muda, batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri 0,8 – 2,8%. Jenisjahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahesegar maupun jahe olahan.2. Jahe putih atau jahe emprit.(helina,1,2,3,4) Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung.Jahe putih kecil (jahe emprit) mempunyai rimpang kecil berlapis – lapis, aroma tajam, berwarna putih kekuningan dengan diameter 3 – 4 cm, tinggi dan panjang rimpang 6 – 11 cm dengan 6 – 32 cm. Warna daun hijau muda, batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri 1,5 – 3,5%.Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahegajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.3. Jahe merah.(jahira,1,2) Rimpang berwarna merah dan lebih kecil daripada jaheemprit,Jahe merah mempunyai rimpang kecil berlapis – lapis, aroma sangat tajam, berwarna jingga muda sampai merah dengan diameter 4 – 4,5 cm, tinggi dan panjang rimpang 5 – 11 cm dan 12 – 13 cm. Warna daun hijau mudam, batang hijau kemerahan dengan kadar minyak atsiri 2,8 – 3,9%.jahemerah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri(3,48) yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.Jenis tanaman jahe yang hendak dibudayakan sebaiknya dipilih dari varietas unggul yang mempunyai potensi produksi tinggi. Diantaranya varietas unggul jahe putih besar (gajah) dengan potensi produksi emncapai 37 ton/ha, yaitu varietas Cimanggu–1 MANFAAT TANAMAN JAHE Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman.Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup.Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu SYARAT TUMBUH TANAMAN JAHEIklim Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya matahari 70 - 100%. Dengan kata lainpenanaman jahe sebaiknya dilakukan di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC. Tanah Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah subur, gembur dan banyak mengandung humus.Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.Ketinggian Tempat Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl.Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl. Sedang di dataran tinggi di atas 1000 m dpl pertumbuhan rimpang akan terhambat/kurang terbentuk.Informasi lengkap tentang syarat tempat untuk budidaya jahe disajikan pada table 1.Table 1. kesesuaian iklim dan tanah untuk tanaman jahe Karakteristik KriteriaJenis tanah Latosol, Andosol, Assosiasi Regosol – AndosolTipe iklim A, B, C (Schimidt dan Ferguson)Jumlah curah hujan 2.500 – 4.000 mm/tahunKetinggian tempat 300 – 900 m dplJumlah bulan basah/tahun 7 – 9 bulanSuhu udara 2 - 30° CTingkat naungan 0 – 30%SITekstur Lempund, Lempung liat berpasirDrainase Baik Teknik Budidaya Jahe Dengan Sistem Vertikultur 1. Media tanam Tanaman jahe idealnya tumbuh subur di tanah yang berpasir, cukup air dan gembur sepanjang tahun. Model formula media:1. PK 100%2. PK 50% + ladon 50%3. PK 30% + Bokasi 30% + Ladon 30% Pilihan media tanam tersebut dan dapat dipakai sebagai media tanam awal dan media urug pertama sampai dengan kelima. Karung/kandi ukuran 50x90 digunakan sebagai tempat/ wadah budidaya jahe. Pada tahap awal, karung diisi dengan media yang telah disiapkan setinggi 20cm. kemudian bibit ditata dengan posisi tunas menghadap ke tepi karung, masing-masing karung diisi 6 tunas, bibit ditanam sedalam 5cm. Setelah umur 1 bulan, tanaman sehat akan tumbuh setinggi lebih kurang 30cm. Pada umur 1 bulan dilakukan pembubunan yang pertama setinggi 10 cm. pada umur 2 bulan dilakukan pembubunan yang kedua setinggi 10cm. Pada bulan 3, 4 dan 5, dilakukan pembubunan secara berkala setinggi 10cm. sehingga pada umur 5 bulan, tinggi timbunan pada karung mencapai 70cm. Pada umur 5 bulan, usahakan jumlah batang anakan maksimal 20 batang. Jika jumlah batang lebih dari 20, maka dilakukan pemotongan batang yang tua secukupnya. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan peluang batang yang kecil tumbuh menjadi besar. PEMBIBITAN :Penyemaian Bibit Jahe1. Persyaratan Bibit Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). b.Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 12-17 bulan).c.Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. 2. Pemotongan bibitBibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan atau dipotong-potong dengan pisau dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 40-60 gram. Pemotongan bibit jahe dilakukan pada pangkal cabang rimpang dengan panjang 2-3cm, usahakan setiap pemotongan, sekecil mungkin rimpang yang terluka. Jika pada saaat pemotongan pisau mengenai rimpang jahe yang busuk, maka pisau harus dicelupkan pada cairan garam.Rimpang yang sudah dipotong-potong, dianginkan sampai bekas potongan pada rimpang mengering lebih kurang setelah 3 jam. Setelah bekas potongan kering, rimpang direndam dalam ZPT selama 12 jam, kemudian rimpang ditata pada media semai yang sudah disiapkan.Teknik persemaianMedia persemaian terdiri dari bokashi dan ladon yang disebarkan secara merata setebal 1cm sebagai alas semai. Selanjutnya bibit jahe ditata dengan posisi yang tidak terbalik (sesuai alur tumbuhnya akar). Setelah itu taburi bibit jahe dengan bokashi dan abu secara tipis merata. Kemudian persemaian disiram dengan air dan ZPT sampai rata lalu ditutup dengan Koran/jerami dan disiram setiap pagi dan sore selama masa persemaian. Perawatan persemaianPersemaian diusahakan tidak terkena sinar matahari langsung, agar kelembababnya terjaga, usahkan disiram pagi dan sore. Setelah 7 hari akan terlihat bibit yang tumbuh tunas dan akar sepanjang 3cm. Bibit yang telah tumbuh tunas dan akar 3 cm tersebut dapat dipindahkan pada media tanam kandi/karung. Setiap 5 hari sekali akan didapati bibit yang siap tanam dari media persemaian. "Ingat!!! Bibit yang belum tumbuh tunas dan akar jangan dipindahkan dari persemaian, supaya akar tidak putus.Bibit Siap TanamAda beberapa teknik penyemaian salah satunya penyemaian jahe dalam kotak kayu.-Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung lalu dicelupkan dalam larutan (Pestisida Herbisida E Fungisida O C) selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan telah siap untuk digunakan). . PENANAMAN :. Teknologi tanam (Urug/pembubunan) Karung/kandi ukuran 50x90 digunakan sebagai tempat/ wadah budidaya jahe. Pada tahap awal, karung diisi dengan media yang telah disiapkan setinggi 20cm. kemudian bibit ditata dengan posisi tunas menghadap ke tepi karung, masing-masing karung diisi 6 tunas, bibit ditanam sedalam 5cm. Setelah umur 1 bulan, tanaman sehat akan tumbuh setinggi lebih kurang 30cm. Pada umur 1 bulan dilakukan pembubunan yang pertama setinggi 10 cm. pada umur 2 bulan dilakukan pembubunan yang kedua setinggi 10cm. Pada bulan 3, 4 dan 5, dilakukan pembubunan secara berkala setinggi 10cm. sehingga pada umur 5 bulan, tinggi timbunan pada karung mencapai 70cm. Pada umur 5 bulan, usahakan jumlah batang anakan maksimal 20 batang. Jika jumlah batang lebih dari 20, maka dilakukan pemotongan batang yang tua secukupnya. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan peluang batang yang kecil tumbuh menjadi besar. Siapkan alat dan bahan : - cangkul / sekop (untuk mengaduk) - karung / polibag / keranjang (pakai yg bekas ) - ember,-bokasi,-tanahBibit jahe yang sudah dipersiapkan dalam persemaian ± 10 hari dengan panjang tunas 2 – 3 cm dan sudah tumbuh akar, kemudian ditanam ke dalam polybag, setiap polybag 6 – 8 tunas dengan posisi/arah tunas saling membelakangi atau posisi tunas ke luar, seperti gambar di bawah ini: Ambil rimpang jahe dari kotak penyemaian kemudian patah-patahkan dengan tangan rimpang jahe tersebut menjadi 2-3 ruas dimana 1 ruasnya terdapat minimal 2 mata tunas. Lalu buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3:1 . Masukkan campuran tanah dan bokashi ke dalam karung/polibag/keranjang dengan ketinggian sekitar 15cm , jika menggunakan media karung sesuaikan terlebih dahulu tinggi karung dengan cara menekuk bagian atas karung seperti gambar paling.atas.agar.ketinggian.sesuai.kemudian masukan tunas bibit jahenya, ( satu karung bisa diisi sekitar 3-4 titik tanam untuk hasil yang maksimal)Setelah selesai penanaman keseluruhan siram dengan air . Selama sekitar seminggu lakukan penyiraman rutin-pagi.dan.sore.agar.tunas.tidak.layu/keringTeknik menanam bibit jahe sebaiknya ditanam sedalam 5 sampai 7 cm dengan tunas bibit yang menghadap ke atas. Jangan sampai terbalik karena bisa menghambat pertumbuhan tanaman jahe. Penanaman bibit jahe sebaiknya dilakukan saat musim penghujan sehingga Anda tidak perlu repot – repot untuk menjaga kelembaban bibit jahe yang baru ditanam tersebut. . C. PemeliharaanUmur tanaman jahe sejak tanam sampai panen ± 10 bulan, dalam waktu 10 bulan tersebut perlu perhatian juga perlakuan sesuai dengan keadaan tanaman adapun perlakuan selama perumbuhan tersebut yaitu:1. Pemberian air (penyiraman) disiram setiap hari sampai 1 bulan sesudah itu cukup 2 hari satu kali.2. Pemberian naungan tanaman jahe mempunyai sifat spesifik respon terhadap sinar matahari, tanaman jahe hanya membutuhkan sinar matahari 30-40% untuk itu perlu pemasangan paranet diatas polybag, sedangkan untuk lokasi yang sudah ternaungi di bawah pohon akan lebih bagus dan lebih hemat biaya.3. Pemupukan, setelah tanaman umur satu bulan, diberi urugan setebal 5-7 cm bahan urug ini sama dengan media awal jadi urugan ini sama dengan pemupukan.Umur 5 bulan sampai dengan panen dosis penyiraman harus lebih banyak, terlebih lagi kalu memasuki musim kemarau4. 4. Perawatan Tanaman Sampai saat ini, penyakit busuk rimpang yang meyerang tanaman jahe, belum ditemukan formula yang tepat untuk mengatasinya. Salah satu cara mencegah, dapat dilakukan dengan pemilihan bibit yang cermat. Bibit yang terindikasi busuk, da[at dipisahkan dan jangan disemai. Untuk tanaman yang terkena busuk rimpang, harus segera dipisahkan dan diisolasi dari yang lain. Berikan perawatan dengan penyemprotan ZPT untuk merangsang tunas baru. Sangat dianjurkan memasang shadingnet(paranet) sebagai pagar pelindung dari serangan serangga dan ayam disekitar kebun jahe. Ketersediaan air yang cukup merupakan salah satu factor keberhasilan budidaya jahe dengan metode vertikultur. Tanaman jahe membutuhkan pencahayaan dengan intensitas 50%, jika budidaya dilakukan di ruang terbuka, dapat dipasang shadingnet/paranet dengan kerapatan 50%. PerawatanUmur tanaman jahe sejak tanam sampai panen ± 10 bulan, dalam waktu 10 bulan tersebut perlu perhatian juga perlakuan sesuai dengan keadaan tanaman adapun perlakuan selama perumbuhan tersebut yaitu:• PenyiramanPemberian air (penyiraman) disiram setiap hari sampai 1 bulan sesudah itu cukup 2 hari satu kali.Tanaman jahe di dalam polybag harus disiram secara teratur setiap hari yaitu pagi dan sore. Pastikan tanah di dalam polybag tidak sampai kekeringan dan selalu berada dalam keadaan lembab sehingga tanaman jahe tidak akan mati. • Pemberian naungan tanaman jahe mempunyai sifat spesifik respon terhadap sinar matahari, tanaman jahe hanya membutuhkan sinar matahari 30-40% untuk itu perlu pemasangan paranet diatas polybag, sedangkan untuk lokasi yang sudah ternaungi di bawah pohon akan lebih bagus dan lebih hemat biaya. • PemupukanSelain disiram, tanaman jahe dalam polybag juga harus dipupuk. Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk kandang beruba kotoran domba atau kotoran sapi.setelah tanaman umur satu bulan, diberi urugan setebal 5-7 cm bahan urug ini sama dengan media awal jadi urugan ini sama dengan pemupukan.Dengan teknik pengurukan seperti ini kita akan mendapatkan hasil yang lumayan melimpah, karung /polibag/keranjang kita akan terisi penuh dengan rimpang jahe. Kemudian setelah tanaman memasuki bulan keempat, tanaman jahe bisa diberi pupuk kandang agar lebih subur. Umur 5 bulan sampai dengan panen dosis penyiraman harus lebih banyak, terlebih lagi kalu memasuki musimkemarau • Menyiangi gulmaDalam polybag, biasanya akan ada rumput – rumput penganggu yang tumbuh dalam polybag. Hal ini akan menganggu pertumbuhan jahe dan rimpangnya. Oleh sebab itu, penyiangan gulma sebaiknya dilakukan secara intensif. Gulma biasanya banyak tumbuh saat tanaman jahe mulai berumur 6 bulan. Namun, penyiangan sebaiknya mulai dilakukan saat tanaman jahe berumur 4 bulan agar tidak merusak akar yang nantinya dapat merusak benih – benih jahe. • PenyulamanMenyulam tanaman jahe yang tidak tumbuh dapat dilakukan saat bibit jahe berumur 1 bulan setelah tanam dengan benih cadangan yang telah disemaikan • PembubunanPembubunan atau pendangiran dilakukan saat tanaman telah berbentuk rumpun dengan empat atau lima anakan. Hal ini dilakukan agar rimpang jahe selalu tertutup tanah. Dengan adanya pembumbunan, drainase juga akan selalu terjaga. • Pengendalian hama tanamanHama dan penyakit tanaman, kalau ditanam di dekat lokasi pemukiman hama yang mungkin ada adalah ayam, ayam makan daun – daun muda dan pupus atau pucuk tanaman. Cara mengatasinya dapat menggunakan rajeg bambu atau pemasangan jarring senar keliling. Sedangkan penyakit tanaman jahe yang sering dijumpai adalah penyakit layu bakteri, dengan tanda – tanda daun layu warna kuning dalam satu polybag tanpa diikuti gejala klorosis, pangkal batang berwarna coklat dan membusuk. Cara mengatasi: secara preventif yaitu tanaman/polybag diangkat dan dipisahkan dari tanaman lainnya. Untuk menghindari penularan. Secara kuratif: tanaman yang sudah dipisahkan tadi disemprot dengan Dithane M45 atau pestisida lainnya.Penyakit lainnya pada jahe adalah busuk rimpang yang disebabkan karena bakteri Ralstonia solanacearum. Saat ini masih belum ada cara pengendalian yang memadai. Cara pencegahannya adalah perlakuan benih sehat, penggunaan benih sehat, perglran tanaman, pembuatan irigasi, dan penyiangan gulma. Tanaman yang diserang bakteri sebaiknya segera dicabut dan dibakar agar serangan bakteri tidak meluas. Demikian cara budidaya jahe dalam polybag yang dapat Anda lakukan sebagai alternatif untuk membudidayakan jahe di tempat yang terbatas. Oleh : BPP Kec.Pejagoan