Loading...

Budidaya JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus), sehat dan menguntungkan.

Budidaya JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus), sehat dan menguntungkan.
Jamur dibagi menjadi tiga kelompok, jamur yang bisa dikomsumsi, jamur yang digunakan obat, dan jamur yang beracun. Jamur yang bisa dikonsumsi ini salah satunya yaitu Jamur Tiram. Nama latin Jamur Tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya identik menyerupai kulit tiram, berwarna putih dan lebar tumbuh bergerombol seperti payung dan berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas Jamur tiram putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk, mungkin karena itu sering disebut jamur kayu, sangat cocok untuk daerah iklim tropis seperti Indonesia. Ada banyak jenis jamur tiram, mulai dari jamur tiram abu-abu, tiram putih, cokelat dan juga emas dan disetiap jamur tiram ini mempunyai keunikan masing-masing. Namun salah satu jamur yang banyak disukai oleh masyarakat adalah jamur tiram putih. Kebutuhan akan jamur tiram ini selalu tinggi karena disukai oleh hampir semua kalangan. Bahkan kreasi makanan dari jamur tiram putih ini banyak sekali. selain Sebagai bahan makanan jamur tiram ini banyak mengandung vitamin, mineral dan tinggi protein, selain itu dapat menurunkan kolesterol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dsb. Karena kebutuhannya yang semakin meningkat, tak jarang orang berkeinginan untuk membudidayakan jamur tiram putih ini. Buat para pemula yang ingin memulai budidaya jamur tiram, biasanya memulai budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Berikut cara budidaya jamur tiram untuk pemula:1. Siapkan KumbungKumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan atau ruangan yang diisi dengan rak-rak untuk meletakkan baglog. Ruangan ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban. Kumbung biasanya terbuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari papan. Atapnya bisa menggunakan genteng atau daun rumbia. Dianjurkan untuk tidak menggunakan atap asbes atau seng, karena akan mendatangkan panas. Sedangkan pada bagian lantainya tetap menggunakan tanah, agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap. Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Posisi rak diletakkan berjajar dan antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan. Ukuran kumbung yang dianjurkan sebaiknya tidak kurang dari 40 cm. Rak bisa dibuat hanya 2 – 3 tingkat saja. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini mampu menyimpan 70 – 80 baglog. Banyaknya rak sendiri disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.2. Menyiapkan BaglogBaglog adalah media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Karena jamur tiram merupakan jamur kayu, sehingga bahan utama dari baglog adalah serbuk gergaji. Simulasi membuat baglog dengan bahan 100 kg serbuk kayu, 10 kg dedak, 2 kg pupuk kompos, 2 kg air, dan 60% air. Campur semua bahan hingga rata. Kemudian diamkan dan bungkus dengan terpal agar terjadi pengomposan. Setelah itu, kemas dalam plastik. Umumnya para pembudidaya jamur tiram menggunakan plastik ukuran 18 x 37 x 0,4 cm. Baglog dibungkus plastik berbentuk silender, yang dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Di lubang inilah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar. Pada budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi pemula, biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus hanya menjalankan usaha budidaya saja tanpa harus membuat baglog sendiri3. Cara Merawat BaglogTerdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dan horizontal. Meletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas sedangkan cara horizontal lubang baglog menghadap ke samping. Kedua cara budidaya jamur tiram ini memiliki kelebihannya masing-masing. Kalau disusun secara horizontal menjadi lebih aman dari siraman air. Karena jika penyiraman berlebih, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan panen lebih mudah. Hanya saja, penyusunan dengan cara horizontal ini lebih banyak memakan ruang. Berikut cara budidaya jamur tiram dan perawatannya: sebelum menyusun baglog, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban. Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama 3 hari, dan jangan disiram. Cukup siram pada bagian lantai saja. Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan, maka akan semakin baik. Kamu bisa menyiramnya 2 – 3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Kamu tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 16 – 24 derajat selsius.4. Memanen Jamur TiramJamur tiram pada musim penghujan membuat produksi jamur tiram meningkat dari bulan biasa. Kalau baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam waktu 1 – 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5 – 8 kali, bila perawatannya baik. Baglog dengan bobot sekitar 1 kilogram akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7 – 0,8 kilogram. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos. Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah hari saja, maka warna bisa menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya akan pecah. Kalau sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2 – 3 minggu lagi. Satu kali periode budidaya jamur tiram memakan waktu kurang lebih 120 hari. Pembuatan baglog setidaknya butuh 7 hari, inkubasi 30 hari, dan 80 hari masa tumbuhnya jamur. Dalam waktu 4 bulan tersebut, setiap baglog dapat dipanen antara 4 sampai 5 kali.