Loading...

BUDIDAYA KACANG KEDELAI TANPA OLAH TANAH

BUDIDAYA KACANG KEDELAI TANPA OLAH TANAH
BUDIDAYA KEDELAI TANPA OLAH TANAH Secara umum teknik budidaya kedelai di lahan sawah dan di lahan kering hampir sama. Namun, dalam beberapa hal ada perbedaan terutama penggunaan varietas unggul, persiapan lahan,dan pemberian kapur/bahan organic. Pada lahan sawah, teknik budidaya yang perlu mendapat perhatian adalah persiapan lahan dengan metode tanpa olah tanah (TOT) atau dikenal juga dengan nama "zero tillage". Cara ini sangat sesuai dikembangkan sebagai antisipasi terbatasnya tenaga kerja dan sekaligus memanfaatkan sisa ketersediaan air tanah pada saat panen padi. Pada lahan sawah di bawah lapisan olah terdapat lapisan berkadar besi dan mangan yang tinggi sehingga persediaan airtanah terbatas pada lapisan atas saja. Bila penanaman kedelai sesudah padi dilakukan pengolahan tanah menyebabkan air tanah akan menguap sehingga tanah cepat menjadi kering dan kedelai yang ditanam akan terhalang pertumbuhannya serta juga akan menyebabkan tertundanya waktu tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedelai yang ditanam sesudah padi sawah dengan cara TOT lebih baik dibanding dengan cara pengolahan tanah karena pada pengolahan tanah air menguap lebih cepat sehingga persediaan air tanah tidak mencukupi untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu,pengolahan tanah menyebabkan tertundanya waktu tanam sehingga tanaman akan mengalami kekeringan pada stadia perkembangan dan pengisian biji, khususnya di musim kemarau. Penanaman kedelai di lahan sawah sesudah panen padi juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan sawah tadah hujan atau yang beririgasi sederhana dan irigasi desa sehingga dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Keuntungan lain yang didapat adalah putusnya siklus hidup hama dan penyakit padi serta dapat melaksanakan usaha optimasi pola tanam di lahan sawah. Teknik persiapan lahan untuk penanaman kedelai di lahan sawah setelah padi sawah adalah:1. sawah dikeringkan 1-2 minggu sebelum panen padi agar panen padi tidak terganggu dan saattanam kedelai tanah tidak terlalu basah.2. waktu panen padi, tunggul jerami dipotong sekitar 20-30 cm dari permukaan tanah. Tunggul jerami yang di tinggalkan bermanfaat untuk mencegah serangan hama lalat kacang ( karena lalat kacang tidak menyukai aroma jerami3. dibuat saluran drainase setiap 3-5 m untuk pengaturan air.4. kedelai ditanam paling lambat 5 hari setelah panen padi (saat kondisi tanah masih lembab) dengan jarak tanam disesuaikan dengan jarak tanam padi (20x20 cm atau 25x25 cm)5. setelah di tanam, jerami padi ditebar dipermukaan tanah. Cara ini bertujuan untuk mengurangi penguapan tanah (agar tanah tetap lembab) dan dapat mengendalikan serangan hama lalat kacang secara mekanis (lalat tidak dapat mencapai kutiledon tanaman yang baru tumbuh karena terhalang jerami). Pada lahan kering dan lahan kering masam, teknik budidaya yang perlu mendapat perhatian adalah pengapuran/ameliorasi lahan.teknik ameliorasi tanah masam dapat dilakukan dengan cara:1. Pengapuran untuk meningkatkan pH dan mengatasi keracunan2. Ameliorasi pada lapisan tanah bawah (sub-soil) menggunakan gypsum3. Pengkayaan fosfat tanah dengan pemupukan P dosis tinggi4. Pengkayaan bahan organic5. Pengkayaan kalium6. Pengkayaan hara mikro. Rekomendasi pengapuran adalah 300 kg/hayang diberikan secara larikan disamping barisan tanaman pada saat tanam atau sebanyak 2t/ha kapur dolomit bila diberikan secara sebar.Selain itu, juga diberikan sebanyak 3 t/ha pupuk kandang untuk pengkayaan bahan organic. DAFTAR PUSTAKA :1. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Volume 11 Nomor 3, September 2011 (ISSN 1410-5020).Politeknik Negeri Lampung; Halaman 119-128