Loading...

Budidaya Kacang Panjang sebagai pemanfaatan lahan pekarangan

Budidaya Kacang Panjang sebagai pemanfaatan lahan pekarangan
Kacang panjang merupakan jenis hortikultura yang cocok dibudidayakan dilahan sempit. Seperti tanaman lain yang sejenis seperti timun, pokcoy, kangkung dan oyong, kacang panjang juga memerlukan teknik budidaya supaya dihasilkan optimal walaupun lahannya minimal. Kacang panjang dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan protein nabati keluarga. Saat ini harga kacang tanah dan sayuran sedang naik bisa diangka Rp 10.000-15.000/Kg. Untuk menghemat anggaran rumah tangga, alangkah lebih baik jika sayuran itu kita budidayakan sendiri dirumah, selain itu juga lebih sehat karena tidak disemprot pestisida. Adapun syarat tumbuh untuk tanaman kacang panjang adalah tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian tempat < 800 mdpl, jenis tanah alluvial, pH tanah antara 5.5-6.5, curah hujan antara 700-1.200 mdpl, suhu udara 200C-300C. kondisi ini cocok pada wilayah kerja ppl yakn Kecamatan Cibinong, tepatnya di Kelurahan Sukahati. petani bisa memanfaatkan lahan pekarangan ataupun polybag untuk bertanam kacang panjang. Berikut disajikan tahapan dalam budidaya tanaman kacang panjang 1. Persiapan lahan atau persiapan media tanam. Jika lahan yang digunakan agak luas, sebaiknya kacang tanah ditanam langsung ke tanah tanpa menggunakan polybag, tetapi jika lahan sempit bisa menggunakan polybag. Lahan diolah terlebih dahulu dengan menggukanan cangkul atau cultivator untuk membalikan tanah atau menggemburkan tanah, membersihkan tanah dari gulma dan tanaman pengganggu. Pada saat pengolahan, sekaligus tanah diberikan kotoran hewan yang sudah difermentasi (siap pakai). Dosis yang dipakai 1 ton/ha. Jika sudah dicampur dengan kohe, buat bedengan dengan lebar 60-80 cm dan tinggi 20-30 cm. jarak antar bedengan 40-50 cm. Jika menggunakan polybag, media tanam disiapkan dengan menggunakan kohe, tanah, pasir dan arang sekam dengan perbandingan 1:1. Diamkan tanah selama 7 hari baru dilakukan penanaman 2. Persiapan benih Benih digunakan bisa berasal dari toko pertanian atau berasal dari panen sebelumnya dengan kriteria biji tidak kisut, bebas dari OPT dan hama, biji berwarna kusam dan bernas, dan tingkat pertumbuhan 90%. Varietas kacang tanah yang biasa digunakan adalah KP-1 dan KP-2, peleton, kanton, kanton Tavi, parade, parade tavi, pertiwi. Media tanam dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 70 cm x 30 cm. lubang tanam dibuat dengan cara ditugal dengan kedalaman maksimal 5 cm. 1 lubang ditanam 1-2 benih lalu tutup dengan tanah. Jika menggunakan polybag tidak usah dibuat jarak tanam. Hanya mengatur jarak antar polybag saja. Sebaiknya penanaman dilakukan awal musim hujan supaya kebutuhan air untuk tanaman terpenuhi tidak mengandalkan penyiraman. 3. Pemupukan Pemberian pupuk dilakukan setelah 7 HST dan 21 HST. Dosis yang diberikan adalah (0.5kg Urea+ 1kg SP36+1kg KCl)/100m2 tanaman. Semua pupuk dicampur lalu diberikan disekitar tanaman dengan dosis 20 gram per tanaman. 4. Pemberian ajir Ajir/Turus diberikan setelah tanaman mencapai ketinggian 25 cm. ajir diberikan sebagai media tanaman untuk merambat, sehingga kacang panjang tidak menumpuk ditanah. Apabila menumpuk ditanah akan busuk bila terkena hujan terus terusan. Ajir juga diberikan sebagai penyangga tanaman agar tumbuh dengan kuat. Pemberian ajir lebih enak bila ajir bentuknya miring dan bertemu di tengah. Sehingga empat ajir bertemu akan membentuk atap. Ajir terbuat dari bambu dengan tinggi ajir 2 meter. Diantara atap-atap ajir ini dipasang banbu yang melintang supaya ajir menjadi lebih kuat. Untuk yang ditanam dipolybag juga sam, tetap diberikan ajir. Penampakannya akan sama seperti yang ditanam dilahan, hanya bawahnya dalam polybag. 5. Pengairan dan penyiangan Kebutuhan air saat tanaman awal sangat banyak, sehingga bila tidak ada hujan harus disiram pagi dan sore hari. Perawatan selanjutnya dilakukan dengan penyiraman sehari satu kali. Penyiangan dilakukan apabila ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Enaknya tanaman dalam polybag, gulma terlihat dengan jelas sehingga bisa langsung disiangi tanpa harus menunggu gulma tinggi. 6. Panen Panen kacang panjang dilakukan setelah 3-4 bulan tanam. Ciri tanaman sudah siap panen adalah ukuran polong yang sudah optimal, tidak terlalu menonjol. Kacang sudah berwarna hijau, mudah dipatahkan dan tidak lentur. Panjang sulur bisa mencapai 70 cm. panen dipetik dipangkal kacang dengan cara manual menggunakan tangan. Saat panen sebaiknya sambil membawa tali/ikat. Bila mencapai genggaman sebaiknya langsung diikat dan taruh di dalam keranjang/bahu. Tebal ikatan sesuai selera hanya untuk mempermudah dan mempercantik pemanenan sehingga saat distribusi kacang tidak patah dan teratur (rapi). Panen sebaiknya dilakukan di pagi hari atau sore hari ketika sinar matahari tidak terlalu panas supaya kacang masih tetap segar ketika mencapai tangan konsumen. Hama yang sering menyerang tanaman kacang panjang adalah ulat. Ulat menyerang saat matahari tidak muncul, yakni pagi sebelum jam 6 atau sore setelah jam 6. Ketika matahari bersinar, ulat biasanya bersembunyi di rerumputan yang ada disekitar tanaman kacang panjang. Untuk menghindari serangan ulat, biasanya digunakan mulsa penutup tanah di lahan penanaman. Untuk yang dipolybag, usahakan media bebas dari gulma. Jika ulat sudah menyerang, sebaiknya disemprot insektisida. Tetapi aplikasi dari insektisida ini diusahakan 30 hari sebelum panen. Kerusakan yang ditimbulkan ulat adalah merusak kacang panjang dan daun. Kacang panjang yang dihasilkan berlubang sehingga menurunkan harga jual, sementara daun dibuat berlubang dan tidak mulus. Hama lain yang penulis temui adalah kutu daun (Aphis craccivora). Kutu daun/Aphis merupakan jenis serangga kecil pemakan getah tanaman. Kutu daun ini hidup secara berkelompok, berwarna hitam, coklat atau hijau. Kutu daun berukuran kecil dan panjangnya antara 1-2 mm. kutu daun memiliki peran ganda selain sebagai hama juga sebagai perantara virus. (Wikipedia bahas Indonesia). Kutu daun diatasi dengan cara pemberian decis atau avidor. Decis 25 EC dijual dengan harga Rp 17.000-RP 25.000/ 50 ml di toko pertanian ataupun online. Dampak dari racun decis sifatnya kontak, sehingga tidak masuk ke jaringan tanaman. Dosis yang digunakan adalah 250-300 ml/Ha. Aplikasi penggunaan yakni dengan di semprot 1x seminggu, lebih baik disemprot pada malam hari ketika ulat sedang menyerang. Dalam hitungan menit ulat akan jatuh dan mati. Penulis : Desri Mulyati W, SP Penyuluh Pertanian BPP Cibinong