Kacang tanah dalam bahasa latin disebutArachis hypogaeaL. adalah tanaman budidaya yang banyak ditanam di Indonesia. Tanaman dari family kacang-kacangan ini berbunga di atas permukaan tanah, sedangkan buahnya berada didalam tanah. Di Indonesia, kacang tanah menjadi tanaman polong terpenting selain kedelai. Tanaman ini bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik di hampir seluruh wilayah di Indonesia Syarat Tumbuh Kacang tanah memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan bisa tumbuh dimana saja, namun idealnya budidaya kacang tanah dilakukan pada ketinggian 50 – 500 dpl. Kacang tanah paling baik dibudidayakan di daerah dengan tekstur tanah yang gembur dan subur dengan curah hujan antara 800-1300 mm/tahun. pH tanah ideal adalah 6,0 – 6,5 dan suhu yang dikehendaki sekitar 26 – 30 derajat celcius. Pada suhu dibawah 15 derajat celcius kacang tanah tidak bisa tumbuh dengan baik, pertumbuhan terhambat dan tidak dapat berbunga dengan sempurna. Persiapan Lahan Lahan untuk budidaya kacang tanah sebelum dilakukan penanaman perlu dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu, minimal dibajak sekali dan digaru sekali. Jika lahan yang digunakan rawan tergenang saat musim hujan, maka harus dibuat bedengan atau dibuat parit-parit untuk drainase. Jika penanaman dilakukan ketika sudah masuk musim kemarau maka perlu mempersiapkan pengairan yang cukup untuk budidaya kacang tanah ini. Taburkan berikan kapur pertanian/dolomit jika pH tanah dilahan tersebut kurang dari 6 Kemudian taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos dengan dosis disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Setelah penaburan pupuk dasar, biarkan lahan selama7 hari agar dapat menyatu dengan tanah.. Persiapan Benih Sebelum kita menanam kacang tanah hal yang perlu dilakukan adalah pemilihan benih kacang tanah,karena pemilihan benih ada salah satu hal yang menentukan. Biasanya Benih kacang tanah bisa diperoleh dari tanaman kacang tanah yang sudah tua, Cara Menanam Biji Benih Kebutuhan benih dalam budidaya kacang tanah kira-kira 50 kg/hektar. Penanaman kacang tanah dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak 20 x 20 cm. Setiap lubang ditanam satu benih kemudian ditutup dengan tanah. Bisa juga ditanam dengan cara garitan atau dibuat parit memanjang, kemudian benih diletakkan pada parit tersebut dengan jarak 20 – 25 cm. Pemeliharaan Kacang Tanah Benih kacang tanah mulai berkecambah setelah 5-7 hari dan mulai berbunga pada usia 20 hari setelah tanam. Kacang tanah akan terus berbunga hingga usia 75 hari setelah tanam. Bakal buah akan muncul setelah terjadi proses penyerbukan. Ginofor akan menuju dan menembus tanah untuk membentuk polong. Pemeliharaan dan perawatan yang diperlukan agar tanaman kacang tanah tumbuh dengan baik adalah penyiangan Pemupukan Pemupukan dilakukan pada usia 30 HST dengan perlakuan pupuk yang mengandung N dan P karena berpengaruh terhadap berat polong kacang Setelah dilakukan pemupukan kemudian pembubunan tanah atau menutup area perakaran agar tanaman kacang tanah berbuah banyak dan berkualitas bagus. Pembubunan juga bermanfaat untuk mengurangi pertumbuhan gulma Pengendalian Hama dan Penyakit Hama tanaman Kacang Tanah : Uret Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati.Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, Ulat Penggulung Daun Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestisida Ulat Grayak (Spodoptera litura) Ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok.Pengendalian: bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman, Ulat Jengkal Ulat menyerang daun kacang tanah. Pengendalian:penyemprotan menggunakan Pestona. Kumbang Daun Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: penanaman serentak; penyemprotan menggunakan Pestona. Wereng Empoasca Hama yang penting bagi tanaman kacang tanah adalah hama Empoasca. Hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan Azodrin, Karphos atau lnsektisida yang tersedia. Hama lainnya adalah Aphis dan tungau yang menjadi vektor (pembawa) virus. Penyakit yang sering menyerang kacang tanah : Layu Bakteri Pengendalian dengan pergiliran tanaman dan penggunaan varietas tahan. Bercak Daun Pengendalian: Anthracol atau Daconil Penyakit Selerotium Pengendalian : tanaman yang terserang dicabut dan dibakar, memperbaiki saluran drainase agar air tidak tergenang. Penyakit Karat Pengendalian:, menanam varitas yang tahan, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Penyakit sapu setan Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut, dibuang dan dimusnahkan, sanitasi lingkungan, menanam tanaman yang tahan, 8.Panen Kacang tanah bisa dipanen pada umur 90 hari. Ciri tanaman yang sudah siap dipanen: Batang mulai mengeras. Daun mulai menguning dan berguguran. Anda juga bisa memeriksa secara langsung dengan cara mencabut salah satu tanaman dan lihat apakah sudah terisi secara penuh atau belum. Lakukan pemanenan dengan cara mencabut tanaman dan biarkan polong menggantung pada tanaman kacangnya. Lakukan pemanenan secara serempak 9. Pasca Panen Kegiatan pokok pasca panen kacang tanah adalah sebagai berikut: Setelah dipanen brangkasan kacang tanah dipotong lebih kurang 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilan pipil polong kacang tanah dari batangnya dengan tangan.Pengeringan dilakukan di atas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari sampai kering (kadar air 9% - 12%) Penyimpanan dalam bentuk polong kering dengan dimasukkan kedalam karung Penyimpanan dalam bentuk biji kering dengan dikupas kulit polong terlebih dahulu dengan kadar air biji 9 % lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk disimpan atau dijual.