BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI Kementrian Pertanian berupaya untuk swasembada di 7 Komoditas Strategis Nasional, salah satu kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia yaitu Upaya Khusus (UPSUS). Salah satu komoditas yang diprioritaskan dalam upaya swasembada di 7 Komoditas Strategis Nasional ini adalah komoditas Kedelai. Kegiatan ini dilakukan karena kebutuhan kedelai Indonesia sekitar 2,2 juta Ton/Tahun, sedangkan produksi kedelai di Indonesia hanya sekitar 35-40% dari kebutuhan, oleh karena itu selama ini Pemerintah masih import kedelai untuk memenuhi kebutuhan kedelai masyarakat Indonesia. Padahal dilihat dari wilayah Indonesia tanaman kedelai berpotensi besar untuk tumbuh subur dan bisa berproduksi yang tinggi. Selain itu salah satu keuntungan berbudidaya kedelai adalah meskipun lahan kurang begitu subur kandungan C-Organik 2-3% tanaman kedelai masih bisa ditanam karena kedelai bisa bersimbiosis dengan Bakteri Rhizobium jadi tidak menbutuhkan pupuk yang banyak, tetapi kedelai tidak begitu tahan terhadap genangan air. Rakitan teknologi budidaya tanaman kedelai meliputi: 1. Benih -Pilih varietas unggul sesuai keinginan, jenis kedelai berbiji besar atau berbiji kecil yang terpenting toleran terhadap lahan yang akan ditanami kedelai -Benih harus sehat, bernas dan mempunyai daya tumbuh minimal 85%, bersih dari kotoran dan tidak tercampur dengan verietas lain. Kedelai tidak memiliki masa dormansi tetapi daya tumbuh cepat turun semakin lama disimpan daya tumbuh akan semakin turun. -Pada lahan yang belum pernah ditanami kedelai, benih perlu dicampur dengan inokulan rhizobium dengan cara:basahi benih secukupnya sebelum dicampur dengan rhizobium agar rhhizobium bisa menempel pada benih yang siapa ditanam. 2.Persiapan Lahan -Pada lahan bekas tanaman padi bila menggunakan sistem TOT (tanpa olah tanah) jerami bekas padi harus dipotong pendek -Pembuatan saluran drainase dengan kedalaman 25cm lebar 20-25cm setiap 3-4m (lebar bedengan) atau sesuai kondisi lahan. Saluran drainase sangat diperlukan pada lahan yang mudah tergenang air dan pada saat musim hujan. 3.Penanaman -Buat lubang tanam dengan menggunakan tugal, jarak tanam 40cmx15cm atau secara baris ganda(Legowo) dengan jarak tanam 50cmx20cmx15cm -masukkan benih pada 2biji/lubang tanam -Tutup lubang tanam dengan abu atau pupuk kandang agar benih bisa tumbuh serempak 4.Pemupukan -NITROGEN: Dosis 23-35kg N/ha terutama bila tanaman masih muda Pemupukan N cukup dilakukan sekali paling lambat tanaman umur 14 hari -FOSFOR(P): Dosis 22-36kg P/ha Dilakukan sekali pada saat tanam atau paling lambat umur 14 hari -KALIUM: Dosis 22-45kg K/ha Dilakukan sekali pada saat tanam atau paling lambat umur 14 hari 5.Penyiangan -Agar tanaman bisa tumbuh secara optimal, penyiangan dilakukan minimal 2X yaitu pada umur 10-14 HST dan umur 21-28 HST -Pada penyiangan ke-2 diikuti dengan pembubunan -Jika perlu penyiangan pada waktu berbunga, lakukan dengan memotong atau mencabut gulma. 6.Pengendalian Hama -Hama yang biasanya menyerang tanaman kedelai adalah Ulat grayak dan Penggerek polong untuk penyakitnya Karat daun -Pada dasarnya dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai harus menggunakan Prinsip PHT di antaranya: memahami jenis-jenis hama dan kerusakan yang ditimbulkan, mengusahakan tanaman sehat, melakukan pengamatan secara dini dan reguler, melestarikan musuh alami dan menggunakan pestisida secara bijaksana. 7. Panen -Panen dilakukan pada saat tanaman sudah kering dengan indikasi 90-95% daun rontok dan polong sudah berwarna kuning/coklat dan kering -Pemanenan dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tanaman, usahakan tanaman tidak tercabut agar tanah tidak terbawa -Jika tidak memungkinkan langsung dijemur, brangkasan ditata secara berdiri/tidak ditumpuk -Jemur brangkasan dengan ,menggunakan alas tikar/terpal, atur jarak saat penjemuran.