Loading...

BUDIDAYA KEDELAI ORGANIK

BUDIDAYA KEDELAI ORGANIK
Budidaya kedelai akhir-akhir ini semakin marak dengan meningkatnya kebutuhan pasar akan bahan pangan ini. Kedelai merupakan bahan pangan yang sering anda konsumsi, mulai dari susu kedelai tahu dan tempe. Konsumsi kedelai di Indonesia semakin tahun semakin meningkat, namun hal ini tidak di dukung dengan teknik budidaya kedelai yang cukup. Cara budidaya kedelai organic tidaklah sulit dan ini dapat menjadi peluang bisnis. Sebelum memulai langkah-langkah atau cara budidaya kedelai organik, harus mengetahui lingkungan tempat tumbuh kedelai yang baik. (1) Suhu. Suhu lingkungan untuk budidaya kedelai umumnya 400 C. Bila suhu terlalu tinggi, tanaman lebih cepat mati namun bila suhu terlalu rendah maka pertumbuhan kecambah menjadi lambat. (2) Tanah. Kedelai dapat ditanam di semua jenis tanah, di sawah, tegalan ataupun di lereng. Cara budidaya kedelai dilakukan dengan menentukan jenis tanah untuk lahan terlebih dulu. Tanaman ini juga dapat tumbuh baik di tanah berpasir dengan pH tanah netral. (3) Curah hujan. Kedelai dapat tumbuh baik dengan curah hujan yang cukup. Kebutuhan air paling banyak dalam budidaya kedelai ketika sedang berbunga dan pengisian polong. Selain itu penyiraman juga dilakukan setiap harinya, untuk mempertahankan kelembapan tanah. Cara budidaya kedelai organik: (a) Pemilihan bibit. Cara budidaya kedelai yang pertama adalah memilih bibit. Bibit yang baik yaitu bibit tua dengan ciri-ciri mengkilap, tidak keriput, dan harus ditanam paling lambat 8 bulan sejak dipanen. (b) Olah Tanah & Penyiapan lahan. Sebelum mulai budidaya kedelai organik, hal yang paling utama harus diperhatikan adalah cara olah tanah yang baik. Penggunaan Herbisida, pestisida. Pupuk kimia merupakan penyebab utama semakin miskin unsur hara pada lahan tegalan tadah hujan. Jika tidak dilakukan olah tanah secara organik maka akan semakin memperparah keadaan petani di nusantara, Maka penggunaan pupuk Hayati (BOKASHI ) sangat penting untuk mempercepat kembalinya kesuburan tanah pertanian khususnya tegalan tadah hujan. Dosis pemberian Bokashi Untuk 1 Hektar tergantung dengan jenis tanah, namun untuk pedoman rata-rata kebutuhan Pupuk Organik Bokashi / Ha . Karena Kebutuhan setiap jenis tanah adalah berbeda Untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan pupuk organik/Bokashi,dapat dilakukan dengan cara mempergunakan rumus dibawah ini: (1) Kebutuhan Bokashi = organik Tanah x 1.724 x 20 cm x 10.000 m2; (2) Organik tanah = ditentukan berdasarkan hasil analisa tanah di laboratorium. 1.724: konstanta. (3) 20 cm: kedalaman lapisan olah tanah. (4) 1 Hektar ( 10.000 m2 ) : Luas lahan pertanian. Sebagai Contoh sederhana , apabila analisa dari laboratorium tanah hasilnya telah diketahui kandungan organik tanah pada daerah tertentu adalah ( misal ) 2.56 % , Maka cara menghitung kandungan organik tanah pada lapisan olah tanah kedalaman 20 cm yang mempunyai keluasan 1 ha adalah: Kandungan organik yang diperlukan untuk olah tanah = 2.56 x 1,724 x 20 x 10.000 = 8.800 Kg atau setara dengan 8.8 ton per hektar-nya. (c)Penanaman. Untuk areal lahan kering, budidaya kedelai organik dapat dilakukan di akhir musim kemarau sedangkan penanaman untuk areal sawah dapat dilakukan saat musim kemarau. Penanaman dapat dilakukan dengan cara ditebar dan di tugal. Dengan metode penyebaran anda dapat menyebar biji pada lahan, hal ini menghemat waktu namun biji yang anda butuhkan lebih banyak. Sedangkan dengan cara ditugal anda dapat menggali tanah sedalam 1-2 cm. (d) Pengairan dan Pemupukan. Lahan tanam sebaiknya jangan terlalu becek ataupun terlalu kering. Pengairan dapat dilakukan cukup dengan menggenangi drainase selama 10 menit. Saat pertumbuhan kecambah memerlukan banyak air terutama saat pembungaan dan pembentukan biji. Namun bila saat panen akan tiba, sebaiknya tanah dalam keadaan kering. Untuk menjaga kualitas produk pertanian yang anda lakukan , tentu penggunaan pupuk dan pengendali hama harus organik. Pemupukan dilakukan saat sebelum tanam dan saat tanam. Pemupukan dengan cara menebar pupuk bokashi pada lahan. Anda dapat menggunakan pupuk organik yaitu kotoran ayam, sapi, kambing, domba, dll dengan takaran 5-10 ton/ha atau dapat juga menggunakan kompos jerami padi 5 ton/ha. Untuk membantu proses pertumbuhan dan pengendalian hama bisa menggunakan pupuk organik cair urine kelinci, kambing, sapi, kuda, kerbau dll. (e) Pengendalian hama dan penyakit. Dalam budidaya kedelai, pengendalian hama dan penyakit penting dilakukan. Tumbuhan kedelai rentan terhadap penyakit dan hama namun banyak cara mudah untuk mencegahnya. Penyakit yang dapat menyerang antara lain: karat daun, pembusukan batang dan akar, layu daun, dan penghitaman daun. Hama yang dapat menyerang antara lain: Kumbang daun Cantalan, ulat polong, lalat kacang, kepik hijau dan ulat grayak. Penyakit dan hama ini dapat dicegah dengan pestisida, insektisida organik air kencing kambing. Selain itu rutin menyiangi gulma untuk mencegah tanaman terkena hama dapat menggunakan bubuk biji srikaya untuk mencegah beberapa penyakit pada tanaman kedelai. (f) Waktu panen. Waktu panen dalam budidaya kedelai tergantung pada varietas yang anda gunakan. Umumnya dipanen waktu berumur 75-110 hari. Kedelai dapat anda panen bila sudah berwarna kuning, daunnya sudah mulai rontok, dan batang yang sudah menguning. Anda dapat memanen dengan cara memotong menggunakan sabit atau menggunakan mesin panen jika sekala besar. (Penulis : Suwarna)Sumber : 1. http://www.organikilo.co/2014/12/potensi-pasar-budidaya-kedelai-organik.html (di akses tangal 14 Mei 2015)2. http://www.scribd.com/doc/233924376/Budidaya-Tanaman-Kedelai-Organik#scribd (di akses tangal 14 Mei 2015)3. organik-pestisida.blogspot.com (di akses tangal 14 Mei 2015)