Loading...

Budidaya Kedelai Sesuai Anjuran Menentukan Keberhasilan Produksi

Budidaya Kedelai Sesuai Anjuran Menentukan Keberhasilan Produksi
Benih memiliki peran strategis sebagai sarana pembawa teknologi baru berupa keunggulan yang dimiliki varietas dengan berbagai spesifikasi keunggulan. Misalnya, daya hasil tinggi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, mendukung sistem pola tanam dan program pengendalian hama terpadu.Keunggulan lainnya adalah umur genjah untuk meningkatkan indek pertanaman dan keunggulan hasil panen sehingga sesuai dengan selera konsumen. "Karena itu upaya menuju swasembada diperlukan penyediaan benih yang cukup memadai dan harus dirancang sejak awal," Peningkatan produksi kedelai tidak terlepas peran dari kesiapan penyediaan benih. Benih kedelai yang tersebar saat ini sudah cukup bagus. Sebab, benih tersebut sudah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah sebagai benih unggul yang produksinya tinggi. tetapi sayangnya terkadang budidaya di petaninya belum sesuai, sehingga hasil yang didapat tidak sesuai yang direncanakan. Rata-rata pro¬duktivitas kedelai di petani hanya 1 ton/ha. Padahal saat demplot bisa menembus angka 2-3 ton/ha kalau budidayanya sesuai GAP (Good Agriculture Practices). Teknik Budidaya kedelai sesuai AnjuranKomponen Teknologi Dasar adalah komponen teknologi yang relatif dapat berlaku umum di wilayah yang luas dan sangat dianjurkan untuk diterapkan di semua areal pertanaman kedelai seperti: 1.Varietas unggul baru. 2.Bibit bermutu/berlabel dan sehat dengan perlakuan benih. 3.Pembuatan saluran drainase 4.Pemupukan dan ameliorasi lahan sesuai status hara tanah dan tipe agroekosistem setempat (pengunaan PUTK). Bahan organik dan ameliorasi lahan (pengapuran) terutama pada lahan kering masam. 5.PHT sesuai OPT sasaran. Komponen Teknologi Pilihan yaitu komponen teknologi spesifik lokasi, antara lain: 1. Penyiapan lahan x 2. Pengelolaan tanaman yang meliputi populasi dan cara tanam (legowo, larikan, dll). 3. Bahan organik dan pupuk kandang 4. Ameliorasi lahan (pengapuran). 5. Pengairan (perbaikan kelembaban tanah). 6. Pupuk mikro, pupuk cair (PPC, organik, pupuk bio-hayati dan ZPT). 7. Pengendalian gulma dan pembumbunan. 8. Penanganan panen dan pascapanen.Penyiapan LahanTanah bekas pertanaman padi tidak perlu diolah (tanpa olah tanah = TOT). Jika digunakan lahan tegal lakukan pengolahan tanah secara intensif yakni dengan dua kali dibajak dan sekali diratakan.Buat Lahan dibuat guludan/bedengan selebar 1,2 meter – 1,4 meter dan di antara dua bedengan dibuat saluran air setiap 4-5 m dengan sedalam 25–30 cm dan lebar 30 cm untuk penyiraman. Selain itu saluran berfungsi untuk mengurangi kelebihan air. Varietas Unggul dan BenihSaat ini telah tersedia sejumlah varietas unggul baru kedelai yang sesuai untuk lahan sawah dan lahan kering (kaba, sinabung, ijen dan panderman) dan lahan masam (tanggamus, seulawah dan ratai). Tanam varietas yang sesuai dengan preferensi pengguna misalnya varietas Baluran Anjasmoro, ORBA, Grobogan;Gunakan benih unggul dengan daya tumbuh 85%. Kebutuhan benih 40–50 kg/ha.Biji kedelai sebelum ditanam diberi "seed treatment dan rhizobium marshal 10 gr per 1 kg/tanam. TanamBenih kedelai ditanam secara tugal dengan kedalaman 2–3 cm.Biji kedelai ditanam 2–3 biji per lubang dengan jarak 30 cm x 30 cm pada MK-2 jarak tanam 25 x 30 cm atau 20 x 40 cm, MK-2 jarak tanam 20 cm x 40 cm, 20 cm x 30 cm atau 20 cm x 20 cm; Agar tidak terjadi akumulasi serangan hama dan penyakit serta kekurangan air, kedelai dianjurkan ditanam tidak lebih dari 7 hari setelah tanaman padi dipanen. PemupukanLahan dipupuk dengan pupuk organik yang sudah matang 6 ton/ha, agar gembur Takaran pupuk yang digunakan sekitar 50 kg urea, 75 kg SP36 dan 100–150 kg KCl/ha, diberikan seluruhnya pada saat tanam.Pada sawah yang subur atau bekas padi yang dipupuk dengan dosis tinggi tidak perlu tambahan pupuk NPK. Mulsa Jerami Padi Mulsa jerami dapat menekan frekuensi penyiangan. Pada guludan lahan sawah dianjurkan diberikan mulsa untuk mengurangi penguapan.Pada daerah yang selalu terancam (endemis) serangan lalat kacang, pemberian mulsa dapat menekan serangan tersebut.Pemberian mulsa jerami sebanyak 5 ton/ha, dihamparkan merata, ketebalan PengairanFase pertumbuhan tanaman yang sangat peka terhadap kekurangan air adalah awal pertumbuhan vegetatif (15–21 HST), saat berbunga (25–35 HST) dan saat pengisian polong (55–70 HST). Dengan demikian pada fase-fase tersebut tanaman harus diairi apabila hujan sudah tidak turun lagi.Pengendalian HamaPengendalian hama dilakukan berdasarkan pemantauan. Jika populasi hama tinggi atau kerusakan daun 12,5% dan kerusakan polong 2,5% disemprot dengan insektisida efektif.Pengendalian hama secara bercocok tanam (kultur teknis) dan pengendalian secara hayati (biologis) saat ini dilakukan untuk menekan pencemaran lingkungan.Pengendalian secara kultur teknis antara lain penggunaan mulsa jerami, pergiliran tanaman dan tanam serentak dalam satu hamparan, serta penggunaan tanaman perangkap jagung dan kacang hijau. Pengendalian PenyakitPenyakit utama pada kedelai adalah karat daun Phakopsora pachyrhizi, busuk batang dan akar Schlerotium rolfsii serta berbagai penyakit yang disebabkan virus.Pengendalian penyakit karat daun dengan fungisida Mancozeb.Pengendalian virus dilakukan dengan mengendalikan vektornya yaitu serangga hama kutu dengan insektisida Decis.Waktu pengendalian adalah pada saat tanaman berumur 40, 50 dan 60 hari. Penanganan Panen dan Pasca panen Kedelai harus dipanen pada tingkat kemasakan biji yang tepat. Panen terlalu awal menyebabkan banyak biji keriput sedangkan panen terlambat berakibat meningkatnya butir rusak dan meningkatnya kehilangan hasil karena biji mudah rontok.a. Panen pada waktu yang tepat perhatikan umur tanaman. Daun-daunnya telah menguning dan mudah rontok. Polong biji telah mengering dan sekitar 95% telah berwarna coklat atau kehitaman (warna polong masak). b. Cara panen dan pasca panen Gunakan sabit bergerigi dan tajam.Potong pangkal batang.Tidak dianjurkan mencabut bersama akarnya, karena terambilnya unsur hara yang menyuburkan tanah dan tanah yang terbawa dan mengotori hasil. Brangkasan kedelai hasil panen langsung dikeringkan dengan cara dihamparkan di bawah sinar matahari dengan ketebalan 25 cm selama 2-3 hari (bergantung cuaca) menggunakan alas lantai jemur, terpal plastik, tikar atau anyaman bambu. Pengeringan dilakukan hingga kadar air biji mencapai 14%. c. Perontokan Brangkasan kedelai yang telah kering (kadar air sekitar 14%) segera dirontok. Perontokan dapat dilakukan secara manual (dipukul dengan rotan yang ujungnya diberi lapisan karet ban sepeda atau, Secara mekanis menggunakan thresser (pedal thersser) atau power thresser. Bila menggunakan power thresser kecepatan silinder tidak lebih dari 400 ppm. d. Pembersihan dan Sortasi. Untuk membersihkan biji-biji kedelai yang telah dirontokan dari bahan lain seperti potongan batang, cabang tanaman, dan mungkin tanah. Dapat dilakukan dengan cara antara lain: Ditampi, menggunakan tampi (secara manual) dan Secara mekanis, menggunakan mesin pembersih winower atau blower Penyunting: Yulia Tri SSumber: 1. Amrizal Yusuf dan Didik Harnowo.2012.Teknologi Budidaya Kedelai Mendukung Sl-Ptt Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara2. http://m.tabloidsinartani.com/index.php