Loading...

Budidaya Kedelai Tropika

Budidaya Kedelai Tropika
Suksesnya pertanaman kedelai di daerah tropika sangat tergantung pada daya adaptasi varietas kedelai unggul yang dikembangkan. Untuk memperoleh produksi hasil yang optimal, penggunaan benih bermutu tinggi merupakan salah satu persyaratan yang mutlak dalam budi daya kedelai. Termasuk dalam, budidaya kedelai tropika. Gbr. www.polatani.comSelain penggunaan varietas yang unggul dan berkwalitas, kondisi lahan perlu dipertimbangkan. Secara agroekologi, lahan yang baik untuk tanaman kedelai yaitu; lahan kering (masam dan non masam); lahan sawah (irigas dan lahan sawah tadah hujan); dan lahan pasang surut. Sebagai komoditas unggulan masa depan, budidaya kacang kedelai menjadi primadona yang cerah dan menjanjikan bagi petani. Namun, adakalanya kecukupan varietas kedelai unggul yang berkwalitas, sering menjadi kendala. Disamping, kepahaman petani kita yang masih kurang dalam memahami ciri dan karakter verietas kedelai yang unggul, sehingga berpengaruh pada produksi hasil. Tentu kondisi seperti ini, sangat merugikan para petani. Beberapa karakter varietas unggul kacang kedelai antara lain; Polong tidak mudah pecah; Berkwalitas biji baik; Toleran pada kondisi lahan suboptimal; dan Toleran terhadap hama penyakit. Tanda-tanda benih kedelai yang termasuk dalam kategori unggul dan bermutu, dapat diamati dengan ciri-ciri, sebagai berikut: (1) Murni sesuai dengan deskripsi varietasnya. (2) Berdaya tumbuh tinggi (>90% atau lebih). (3) Mempunyai vigor yang baik dan serempak. (3) Sehat dan terbebas dari hama penyakit. (4) Bersih, tidak keriput (bernas), dan tidak ada tanda bekas gigitan hama. (5) Memiliki kadar air biji antara 9-10 persen.Di Indonesia, pembentukan varietas kedelai unggul sering dilakukan dengan dua cara. Pertama; dilakukan melalui persilangan antargalur/varietas kedelai yang sudah berkembang. Kedua; dilakukan melalui koleksi plasma nutfah serta melalui uji adaptasi/introduksi dari varietas unggul yang berasal dari luar negeri yang cocok dengan kondisi alam Indonesia. Budidaya kedelai, memang sangat cocok ditanam di daerah atau kawasan tropis. Tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi, kedelai dapat juga ditanam di daerah subtropis. Sudah tentu, untuk memaksimalkan produksi yang tinggi dan berkwalitasi baik harus tersedia varietas unggul. Oleh karena itu, perlu diketahui morfologi tanaman kedelai seperti organ biji, batang, daun, bunga dan polong kedelai.Biji Kedelai. (1) Bentuk biji: Biji kedelai ada yang berbentuk bulat, agak gepeng, atau bulat telur. Namun, sebagian besar biji kedelai berbentuk bulat telur. (2) Ukuran biji: Ukuran dan warna biji kedelai juga tidak sama, tetapi sebagian besar berwarna kuning dan ukuran biji kedelai berbeda-beda. Biji kedelai kecil berukuran (Batang Kedelai. Batang pada tanaman kedelai ada yang bercabang dan ada pula yang tidak bercabang, sangat tergantung dari karakter varietas kedelai, tetapi umumnya cabang pada tanaman kedelai berjumlah antara 1-5 cabang. Daun Kedelai. Daun kedelai hampir seluruhnya trifoliat (menjadi tiga) dan jarang sekali mempuyai empat atau lima jari daun. Bentuk daun tanaman kedelai bervariasai, yakni berbentuk oval dan lanceolate atau berdaun lebar (broad leaf) dan berdaun sempit (narrow leat). Di Indonesia, kedelai berdaun sempit lebih banyak ditanam oleh petani dibandingkan tanaman berdaun lebat. Keunggulan kedelai berdaun sempit, karena sinar matahari akan lebih mudah menerobos di antara kanopi daun sehingga mempercepat pembentukan bunga. Bunga Kedelai. Bunga pada tanaman kedelai umumnya muncul/tumbuh pada ketiak daun, tetapi terkadang bunga dapat pula terbentuk pada cabang tanaman yang mempunyai daun. Pada kondisi lingkungan dan populasi yang optimal, bunga kedelai akan terbentuk mulai dari tangkai daun yang paling bawah, dan potensi jumlah bunga sangat tergantung dari varietas kedelai. Pada umumnya jumlah bunga antara 40-200 bunga per tanaman kedelai, dan umumnya di tengah pertumbuhannya tanaman kedelai kerap kali mengalami kerontokan bunga. Jika kerontokan bunga kedelai berkisar 20-40 persen termasuk dalam kategori wajar, hal itu berdasarkan hasil sebuah penelitian. Polong Kedelai. Pada umumnya, polong kedelai pertama kali muncul sekitar 10-14 hari masa pertumbuhan, dihitung dari bunga pertama muncul. Adapun warna polong yang baru tumbul berwarna hijau dan selanjutnya akan berubah menjadi kuning-cokelat pada saat dipanen. Adapun jumlah polong yang terbentuk beragam, yakni antara 2-10 polong pada setiap kelompok bunga diketiak daun. Sementara jumlah polong yang dapat dipanen diperkirakan berkisar antara 20-200 polong pertanaman. Jumlah polong sangat tergantung pada varietas kedelai yang ditanam, kesuburan lahan dan kondisi tumbuh. Oleh karena itu, sukses atau tidaknya budidaya kedelai sangat tergantung penggunaan bibit yang digunakan. Dengan penggunaan bibit kedelai unggul, bisa memperoleh hasil 2 ton per hektar. Penggunaan varietas kedelai unggul menjadi keharusan untuk dipilih, disamping komponen penting lainnya seperti, pemelihan dan penyiapan lahan kedelai, iklim, waktu tanam dan cara tanam, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, penanganan hasil dan paska panen kedelai.Penyakit Utama Penyerang Tanaman Kedelai. Banyak faktor yang dapat menghambat produksi hasil tanaman kedelai.Selain faktor alam atau kondisi lingkungan tumbuh, kondisi fisik tanah, faktor biotik (penggunaan varietas yang sesuai), pengendalian hama, penyakit, dan gulma kedelai, faktor pemeliharaan/perawatan sampai pada penanganan panen dan paska panen kedelai. Diantara faktor-faktor tersebut, pengendalian hama, penyakit, dan gulma pada tanaman kedelai termasuk salah satu penyebab menurunnya hasil produksi kedelai. Penyakit-penyakit utama penyerang tanaman kedelai sebagai berikut: Hama Utama Kedelai. Hama tanaman kedelai tergolong cukup banyak. Menurut sebuah penelitian di Indonesia, hama utama yang sering menyerang tanaman kedelai di daerah tropika sekitar 20 jenis hama. Berbeda dengan budidaya kedelai di daerah subtropis, jumlah hama berkisar 1-2 jenis. Salah satu jenis hama yang paling ganas menyerang tanaman kedelai di daerah tropika adalah hama seranga daun yang bersifat polipage. Keberadaan hama serangga daun mampu menyerang beberapa jenis tanaman sekaligus, sehingga jumlah hama ini selalu ada di sepanjang tahun. Penyakit Utama Kedelai.Ada dua penyakit utama yang sering kali dijumpai pada tanaman kedelai, yaitu karat duan dan virus. Tanaman kedelai yang diserang oleh dua penyakit ini tergolong sangat fatal, sebab bisa menyebabkan penurunan hasil produksi kedelai mencapai 30-60 %. Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan fungsida dan penanam varietas unggul yang toleran seperti Merbabu, Kerinci, dan Depo. Untuk pencegahan penyakit virus dapat dilakukan antara lain dengan melakukan rotasi tanam, pembakaran inang, memberantas serangga vektor, penggunaan bibit sehat, dan pembuangan tanaman sakit. Gulma Utama Kedelai. Jenis gulma yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain Amaranthus, Cyperus, Imperata Cylindrica (sejenis alang-alang), Paspalum, Digitaria, dan Tuton. Setiap tanaman kedelai yang diserang oleh gulma-gulma ini bisa menyebabkan penurunan hasil biji berkisar antara 20-80%. Untuk mencegah gulma pada tanaman kedelai, petani dapat melakukannya dengan melakukan penyiangan lahan. Penanganan hama juga dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa jerami (Aceh: jumpueng pade). Mulsa jerami padi bisa menekan pertumbuhan gulma sampai 55 - 65%. Faktor lain yang menjadi penghambat jumlah produksi kedelai di Indonesia, karena jumlah penanamanya yang masih sangat terbatas. (Penulis : Suwarna) Sumber :http://www.polatani.com/2015/05/penyakit-utama-penyerang-tanaman-kedelai.html (Diakses tanggal 25 Mei 2015)