Loading...

BUDIDAYA KEDELAI UNTUK BENIH BERMUTU

BUDIDAYA KEDELAI UNTUK BENIH BERMUTU
Benih bermutu dari varitas unggulan merupakan salah satu penentu produksi kedelai. Petani belum banyak memahami hal tersebut. Karena menggunakan benih seadanya, maka produksi belum optimal. Di Kecamatan VII Koto Kab. Tebo merupakan sentra kedelai dan merupakan sentra daerah untuk benih kedelai yang disuplay samppai ke luar daerah kabupaten lainnya. Adapun Kelompok Ttani yang sudah lama bergelut dalam penangkaran benih kedelai adalah KT. Harapan Makmur, dimana kelompok ini pernah mendapatkan penghargaan dari Kementeriian Peertaian pada HPS di Boyolali tahun 2017 lalu.Banyak hal yang harus diperhatikan dalam produksi benih kedelai, mulai pra panen (perawatan tanaman) sampai pasca panen (saat panen prosesing, penyimpanan), juga pertimbangan ekonomis, yaitu memenuhi prinsip 6 tepat (waktu, tempat, jenis, jumlah, harga dan mutu).II. PERLAKUAN1. Penyiapan Lahana. Lahan Sawah, Lahan sawah ringan, setelah panen padi tidak perlu dilakukan pengolahan tanah.b. Lahan Tegalan? Pada lahan dengan kemiringan lebih besar 3%, dilakukan pengolahan tanah secara dangkal dan dibuat sengketan.? Pada lahan datar, pengolahan tanah dilakukan hingga gembur dan bersih dari gulma 2. IsolasiUntuk menghindari kemungkinan terjadinya penyerbukan silang dengan varitas lain:1. Isolasi waktu: waktu tanam berbeda, masa berbunga berbeda pula.2. Isolasi jarak: Dapat berupa tanah kosong atau pertenaman jenis lain. Isolasi jarak minimal 8 meter. 3. Penanamana. Syarat Benih? Daya tumbuh diatas 80%.? Asal benih jelas dan diketahui asal usulnya.? Varitas unggul dengan syarat mutu yang ideal? Sehat tidak terkontaminasi penyakit terbawa benihb. Jarak tanam terbaik musim penghujan (MP) 45 x 20 cm2, musim kemarau (MK) 40 x 15 cm2 dengan jumlah benih 2 – 3 butir per lubang, tanam menggunakan tugal sedalam 3 – 5 cm. Ditanam ± 3 hari setelah panen padi sawah pada MK II atau di tegal pada awal MP. 4. Pemeliharaana. PenyulamanDilakukan sampai umur 4 (empat) hari setelah tanam.b. Penyiangan? Penyiangan I 10 s/d 15 hari setelah tanam.? Penyiangan II 30 hari setelah tanam atau tanaman sebelum berbunga.Pada waktu tanaman sedang berbunga tidak boleh dilakukan penyiangan, sebab hal tersebut akan merontokkan bunga.5. PengairanBila ketersediaan air terbatas, tanaman perlu diairi sampai tanah cukup lembab, terutama saat masa vegetatif, pembungaan dan pengisian polong. Bila keadaan air berlebihan, maka harus dibuatkan drainase.Untuk mempermudah pengairan dan pengeringan di sawah dibuat saluran keliling dan di tengah petakan (ukuran 30 x 20 cm). saluran dibuat pada saat akan panen padi atau secepatnya sesudah panen padi, jerami dihamparkan sebagai mulsa.6. Seleksi (Rouging)Seleksi bertujuan untuk menjaga kemurnian benih. Seleksi dilaksanakan sebanyak 3 kali, yaitu:1. pada saat tanaman berumur 2 minggu2. pada saat tanaman awal berbunga3. pada saat tanaman menjelang panenHal-hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi:1. warna hipokotil2. warna bunga3. warna dan bentuk daun4. warna batang5. bentuk percabangan6. bulu pada batang, daun, dan polong7. waktu berbunga8. warna polong 7. PemupukanPemupukan diberikan pada saat tanam atau pada saat umur 10 (sepuluh) hari sesudah tanam dengan dosis sesuai dengan anjuran pupuk urea 50 kg, pupuk TSP 100 – 150 kg, pupuk KCL 50 kg 8. Pemeriksaan LapanganMengingat munculnya penyimpangan morfologi tanaman tidak bersamaan, maka pemeriksaan lapangan dilakukan minimal 3 kali1. Pemeriksaan lapangan pendahuluan, dilakukan sebelum pengolahan tanah, dilanjutkan pada saat sebelum tanam.2. Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan pada fase vegetatif/12 hst. Diberi kesempatan mengulang satu kali.3. Pemeriksaan lapangan kedua dilakukan pada fase berbunga, diberi kesempatan mengulang satu kali4. Pemeriksaan lapangan ketiga dilakukan pada fase masak.9. Pengendalian Organisme PenggangguTumbuhan (OPT)Pengendalian OPT pada tanaman kedelai dilaksanakan dengan menggunakan cara Pengendalian Hama Terpadu (OPT)1. Hama? Lalat bibit/lalat kacang? Penghisap daun? Penghisap polong.? Penggerek polong? Penggerek biji1. Penyakit? Penyakit virus? Penyakit sapu setan? Penyakit karat daun III.PANENSaat panen harus tepat (cukup tua), dipanen pagi hari, pangkal batang dipotong rendah.IV.PERLAKUKAN PASCA PANEN 1. Brangkasan kedelai disusun tegak, dijemur 2-3 hari kemudian dihamparkan sampai kering. Pembijian dilakukan dengan alat perontok/ thresher sampai biji terpisah dari polongnya.2. Penggunaan Mesin PerontokYang perlu diperhatikan kadar air biji 14 – 17 % dengan kecepatan silinder mesin 350 – 400 RPM2. Biji ditampi, digrider diseleksi atas dasar ukuran biji, warna kulit, keutuhan biji, besar biji, kemudian dijemur sampai kadar air 8 – 11%. Pengeringan harus dilakukan secepatnya untuk mempertahankan daya tumbuh. Cara menjemur calon benih di atas lantai beralas terpal atau karung plastik, dengan ketebalan tumpukan biji calon benih 3-5 cm 4. Pengepakan/Pengantongan1. Untuk keperluan dalam waktu dekat disortasi dijemur sampai kadar air 10-11%, diuji, dimasukkan kantong plastik.2. Untuk keperluan jangka waktu 6 bulan disortasi, dijemur lagi sampai kadar air 8-9% diuji, dimasukkan kantong plastik ukuran 0,10 mm, simpan di tempat aman.3. Untuk keperluan jangka panjang/lebih dari 8 bulan disortasi, dijemur sampai kadar air 8-9%, diuji dimasukkan kantong plastik atau kantong plastik yang bagian dalam dilapisi kertas semen 1 (satu) lembar, disimpan di tempat yang aman. V. PROSES SERTIFIKASI BENIH1. Permohonan sertifikasi 10 hari sebelum tanam2. Permohonan pemeriksaan lapangan 4 (Kali) kali sebelum pelaksanaan pertanaman. Kalau pemeriksaan lapangan III dinyatakan lulus, diadakan uji laboratorium.3. Setiap kelompok benih (10-20 ton) diambil 1 kg contoh benih untuk diuji laboratorium. Pengambilan contoh benih dilakukan oleh petugas BPSB/Satgas BPSB setempat4. Apabila hasil pengujian diterima dan calon benih dinyatakan lulus sebagai benih, maka diberikan label untuk setiap kantong benih (5 – 10 kg) dengan warna sesuai kelas benih.