Budidaya Kenaf di lahan BonorowoLahan bonorowo adalah lahan yang digenangi air apabila musim hujan dan terjadi kebanjiran. Lahan bonorowo atau banjir musiman ini masih dapat dimanfaatkan untuk dinanami serat, karena kenaf memiliki ketahanan yang kuat terhadap genangan air. Batang yang tergenang air akan muncul akar adventif sehingga wajar kalau kenaf dapat hidup di daerah rawa. Untuk dapat tumbuh dengan baik, diperlukan teknik budidaya yang memadai. Serat kenaf yang dibutuhkan bukan untuk karung goni, tetapi dimanfaatkan untuk dashboard dan interior mobil. Penggunaan varietas baru kenaf juga merupakan salah satu langkah yang tepat untuk meningkatkan produktivitas serat.Untuk mendapatkan produksi serat kenaf yang optimal maka beberapa persyaratan harus diperhatikan, yaitu: 1. Pengolahan tanah: Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan bajak atau traktor sedalam lapisan olah tanah (30-40 cm). Pembalikan tanah dilakukan secara membujur, melintang dan diagonal agar tanah menjadi gembur. Tanah yang telah gembur tersebut selanjutnya di haluskan menggunakan rotary, agar struktur tanah menjadi remah, memperbaiki aerasi dan drainase tanah. Dengan pengolahan tanah maka dapat memotong kapiler tanah sehingga proses penguapan air dapat dikurangi. 2. Waktu Tanam: Pertumbuhan tanaman Kenaf sangat dipengaruhi oleh waktu tanam, karena kenaf merupakan tanaman yang dipengaruhi oleh panjang hari. Waktu tanam yang optimal bagi kenaf di daerah Jawa jatuh pada Bulan September-Oktober. 3. Jarak Tanam: Jarak tanam yang dapat digunakan adalah 20 cm x 20 cm; 15 cm x 20 cm; 10 cm x 30 cm, dengan populasi tanaman kenaf per hektar sebanyak 250.000-330.000. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal, kemudian lubang tanam ditutup dengan abu atau pasir. Jarak tanam tergantung dari tingkat kesuburan tanah, bilamana tanahnya subur maka jarak tanam dapat diperjarang, tetapi jika tanahnya kurang subur maka jarak tanam dirapatkan4. Pengairan: Pemberian air dilakukan setelah tanam dengan mengambil air tanah yang mempergunakan pompa diesel berkekuatan 6-8 PK atau memanfaatkan air sungai terdekat. Selama peertumbuhan kenaf diperlkan pengairan sebanyak 6-8 kali.5. Pemupukan: Pupuk yang biasa digunakan adalah urea, dengan dosis sekitar 40-120 kg N/ha atau setara dengan 100-300 kg urea/ha. Pemberian pupuk urea dengan cara alur diantara dua baris tanaman selang satu baris. Pupuk nitrogen diberikan dua kali secara bertahap yaitu 1/3 dosis N pada 10 hari setelah tanam dan sisanya 2/3 dosis pada 30 hari setelah tanam. 6. Penyiangan gulma: Gulma berupa rumput dan alang-alang sering dijumpai setelah tanaman berumur 30 hari. Pertumbuhan kenaf akan tergangu jika gulma tidak dikembalikan, sehingga perlu dilakukan penyiangan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia agar tanaman kenaf terbebas dari gulma. Penyiangan pada lahan pertanaman kenaf hanya dilakukan sekali saja karena setelah penyiangan tersebut tanaman pengganggu tidak dapat tumbuh karena ternaungi tanaman kenaf.7. Pengendalian hama dan penyakit: Rendahnya produktivitas tanaman kenaf disebabkan oleh beberapa kendala, salah satunya adalah adanya gangguan hama dan penyakit. Kehilangan hasil oleh gangguan hama dapat mencapai 19% dari potensi produksi. Hama yang sering muncul pada pertanaman kenaf adalah serangga pengisap daun dan ulat pemakan daun. Pengendalian ke dua hama tersebut dapat dilakukan dengan disemprot dengan monokrotofos 0,3-0,6 g/l (2-4 ml Gusadrin 15 WSC/l air dan deltametrin 0,05-0,1 g/l (2,4 ml Decis 2,5 EC/l air). Sedang penyakit layu Fusarium dan penyakit Phoma (busuk daun) dikendalikan dengan karbeandazim 0,19 g/l dan mankonzeb 2,21 g/l (3 g Delsene 200/l air).8. Panen: Tanaman kenaf dapat dipanen pada umur 3.5-4 bulan. Ciri-ciri tanaman kenaf yang sudah layak panen adalah jika kuncup bunga ke sepuluh sudah mekar dan membentuk buah (kapsul) yang terletak pada bagian ujung batangtanaman. Penetapan saat panenperlu diperhatikan dengan baik karena panen yang terlalu muda akan menghasilkan serat yang rapuh dan sebaliknya panen yang terlalu tua akan akan menghasilkan serat yang jelek karena kandungan ligninnya sudah banyak. Oleh karena itu maka panenkenaf harus tepat waktu uaitu sekitar umur 120 hari. Cara panen yang baik yaitu dengan menggunakan sabit yang tajam. Cara melakukan pemanena yaitu batang kenaf dipotong tepat pada permukaan tanah. Kandungan serat yang paling tingi berada di bagian bawah, sehingga akan mengurangi hasil serat apabila pemanenannya salah (jauh di atas permukaan tanah). 9. Perendaman: Kenaf yang ditanam di lahan bonorowo pada saat berumur sekitar 90 hari umumnya tergenang air yang disebabkan karena adanya limpahan air sungai akibat sungai tidak mampu menampung tumpahan air hujan. Kondisi yang demikian justru sangat bermanfaat bagi tanaman kenaf karena hasil panenan batang kenaf dapat langsung direndam tanpa harus membuat kolam rendaman. Proses perendaman batang kenaf lamanya 14 hari, setelah itu dapat diseratkan dengan cara manual (tenaga manusia). Hasil serat yang didapat dicuci kemudian dijemur selama 2 hari. (Sri Widjiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan, BPPSDMP, Kementan). Sumber:1. Sumber: KENAF (Hibiscus cannabinus L.) Departemen Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penlitian dan Pengembangan Perkebunan. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. 2009. 2. Teknik budidaya tanaman serat di lahan Bonorowo. Arifson Yondang. 2014 3. Hama tanaman Kenaf dan Pengendaliannya. Dwi Adi Sunarto, Deciyanto Soetopo, dan Sujak.