Butternut squesh adalah tanaman labu-labuan dengan bentuk seperti biji kacang, tanaman yang banyak dibudidayakan di luar negeri, Australia, Eropa, Afrika selatan dan Selandia baru. Butternut squesh memiliki kandungan nutrisi yang baik kesehatan, tinggi dalam kadar vitamin A, Kalsium, Asam folat dan rasa lebih manis dari labu lainnya serta tekstur daging yang lebih pulen. Kini butternut mulai menjadi trend alternatif pangan di beberapa kota besar dan dijual di supermarket dengan harga yang cukup tinggi. (googleweblight.com., Budidaya Butternut Squesh). Langkah-langkah Budidaya : Persiapan lahan Pengemburan tanah, pembuatan bedeng dengan lebar dan tinggi 15-20 cm dengan jarak antar bedeng 4 meter. Kebutuhan pupuk kandang sekitar 10-15 ton/ha. Kebutuhan kapur pertanian sekitar 10-12 karung. Seminggu sebelum ditutup mulsa lebih baik di semprot agen hayati dan asam humat dengan dosis 4 liter/ha. Pembuatan para-para (tempat merambat) membutuhkan kayu penyangga yang kuat. Penanaman Dengan jarak 1x4 meter (double row) jarak antar bedeng 4 meter dan jarak antar tanaman 1 meter serta jarak antar baris 50 cm. Kebutuhan bibit yang ditanam adalah 5000 bibit/ha. Usia penanaman bibit setelah 2-3 hari setelah semai. Sebelum di semai benih perlu di seed treatment dengan perendaman di air yang di tambah PGPR selama masa perkecambahan. Perawatan Pemupukan dilakukan dengan 2 cara, di kocor dan di semprot. Komposisi pupuk kocor 20 kg pupuk kandang, 1 kg NPK Mutiara, 1 kg agen hayati, dilarutkan dalam 200 liter air, dilakukan dengan pengadukan setiap hari hingga 1 minggu. Hasil larutan tersebut diencerkan menjadi 400 liter. Kebutuhan pupuk kocor 250 ml/ tanaman. Komposisi pupuk daun 500 ml kalsium super, 500 gram gandasil D. Pengendalian OPT Kendala butternut, layu bakteri/fusarium, pencegahan dengan pemakaian PGPR. Pencegahan daun puret, pemakaian insektisida bahan aktif abamektin. Pengendalian serangan cendawan menggunakan bahan aktif mankozeb. Serangan lalat buah dengan membuat perangkap petrogenol ataupun dengan pembungkusan buah pasca pembungaan. Panen Panen dilakukan ketika tanaman sudah berumur 85-90 hari. Ciri-ciri buah yang sudah siap panen tangkai buah pada tangkai sudah berubah warna, dar hijau kecoklatan bahkan warna coklat. Warna buah sudah coklat mengkilap. Untuk grading ada 2 ukuran, grade A dengan berat 1-2 kg dan grade B dengan berat 500-900 gram. Ni Ketut Wirastiti