Maggot Black Soldier Fly (selanjutnya kita singkat dengan Maggot BSF) merupakan jenis larva dari lalat Tentara Hitam (Hermetia Illucens). Saat ini pemanfaatan maggot BSF sebagai pakan alternatif banyak digunakan untuk budidaya ternak unggas dan sebagai pakan alternatif dalam budidaya ikan lele. lalat BSF memiliksiklus hidup sebagai berikut ; telur-larva-prepupa-pupa dan menjadi lalat dewasa. Selama menjadi lalat dewasa jenis serangga ini hanya melakukan proses perkawinan, bertelur dan kemudian mati umur hidupnya hanya sekitar dua minggu. Keistimewaan dari maggot BSF antara lain adalah ; maggot BSF tidak merupakan vektor penyakit seperti jenis lalat rumah atau lalat hijau, kandungan gizi maggot BSF terbilang sangat tinggi terutama kandungan protein yang hampir 40 %. Pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak alternatif bukan saja hanya ada di Negara Indonesia, bahkan Negara-nagara maju di Eropa, dan Amerika telah lebih dahulu mengembangkan budidaya maggot BSF. Namun karena terkendala perubahan musim, dinegara barat budidaya maggot lebih sulit dilakukan.Masalah yang dihadapi petani saat ini adalah kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara membudididayakan larva lalat BSF sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. Dengan pemanfaatan sumber daya yang ada dilingkungan tempat tinggal kita, namun sebelum mempelajari lebih jauh tentang teknik budidaya ada baiknya kita ketahui siklus hidup dari lalat BSF ini ; (1) lalat dewasa kawin. Jantan akan segara mati setelah kawin, namun betina akan mati setelah bertelur (2) seekor lalat betina dapat menghasilkan 500-900 butir telur dan telur akan menetas dalam waktu 3-4 hari setelah bertelur (3) setelah menetas larva akan tumbuh dari kecil menjadi larva besar selama 1-21 hari setelah menetas (4) setelah berumur 21 hari fase ini disebut dengan prepupa, dan pada fase ini lah biasanya dilakukan pemanenan dan pemberian sebagai pakan unggas atau ikan, prepupa memiliki cirri-ciri dimana larva sudah mulai memiliki cangkang dan bergerak sangat aktif sekali. (5) fase pupa. Pada fase ini pupa diam dan tidak bergerak sama sekali selama 1 minggu- 1 bulan hingga menetas (6) setelah menetas akan menjadi lalat dewasa yang siap kawin, namun lalat BSF hanya berumur 2 minggu saja dan kemudian mati, dan selama menjadi lalat dewasa serangga ini tidah pernah makanSetelah mengetahui siklus hidup dari Maggot BSF, selanjutnya beberapa hal lain yang perlu kita ketahui adalah : (1) Kandang untuk melakukan perkawinan lalat dewasa. Sebaiknya disediakan ruang berdinding jaring/kelambu dengan ukuran 1x2x2 m, didalam ruangan ini juga disiapkan tempat bertelurnya lalat, berupa potongan-potongan karton (lalat akan bertelur pada rongga pinggir karton) atau tumpukan balok-balok tipis yang masing-masingnya diikat karet gelang lalu ditumpuk dan diikat lagi secara bersamaan sehingga antara masing-masing balok akan terdapat rongga, di celah inilah lalat akan menempelkan cluster telurnya. Untuk memasukan lalat dewasa kedalam ruangan kelambu, dilakukan dengan cara meletakan pupa maggot didalam kelambu, jumlahnya dapat ditentukan sendiri, pupa mentas kemudian lalat yang baru menetas itu akan terkurung dalam kelambu (2)media pembesaran telur-larva-prepupa-pupa dan menetas, ada banyak sekali pilihan yang dapat kita ambil, secara teknis kita dapat memilih sampah sisa dapur, sampah industry pengolahan makanan, ampas tahu, dedak, dan berbagai sampah organik lainnya. Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan sampah, ukuran media dan populasi maggot yang akan ditempatkan dalam satu media/kotak, sebaiknya, ketika ukuran larva semakin besar maka dilakukan pemisahan/ penjarangan populasi maggot. Setelah melakukan panen jangan lupa untuk menyisakan sedikit pre-pupa yang akan dijadikan pupa (calon induk), pupa tersebut dipindahkan kedalam kamar kelambu lalu menetas menjadi lalat dewasa. Pre-pupa yang di panen dapat diberikan secara segar kepada ternak, atau dapat juga diolah menjadi pasta, tepung, atau pellet yang dicampur dengan berbagai komposisi pakan ternak lain. (Vesmotanilda, SPt PP Nagari Limo Kaum II)