Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae,yang banyak di minati di kalangan masyarakat pada umumnya.dengan teknis yang tepat peluang usaha budidaya melon sangat menjanjikan bagi petani.Untuk wilayah kecamatan andongbanyak di budidayakan di beberapa desa antara lain desa Kacangan,Desa Pakang,Desa Pranggong,DesaKunti,DesaKadipaten,Desa Semawung,Desa Pelem rejo Dan Desa Mojo.Usaha Budidaya Melon Ini di laksanakan rata- rata pada musim Tanam ke dua MT2,dengan harapan curah hujan sudah tidak terlalu besar sehingga sangat bagus untuk perkembangan tanaman melon.Beberapa aspek yang perlu di perhatikan dalam budidaya melon lahan kering antara lain :SYARAT TUMBUHa. Iklim1) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya.2) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C.b. Media Tanam1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik .2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5,8–7,2.3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Tetapi, berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.c. Ketinggian Tempat Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tidak berproduksi dengan optimal. TEKNIS BUDIDAYAA. PembibitanBenih melon yang akan disemaikan, direndam terlebih dahulu di dalam airselama 2–4 jam., biji di masukan dalam polybag yang diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah.B. Pengolahan Media Tanama) Pengukuran pH Tanah Pengukuran pH tanah dengan menggunakan alat pH meter. Tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda, kemudian dihitung pH rata-rata.b) Penetapan Waktu/Jadwal Tanam Waktu tanam di sesuaikan dengan kondisi pasar dan jenis varietas yang akan di tanam.c) Penetapan Luas Areal Penanaman Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal, luas lahan yang tersedia, musim dan permintaan pasar.d). Ukuran dan Jarak Bedengan Dengan panjang maksimum 15 m tinggi 30cm lebar parit 55-65cm lebar bedengan 110cme) PengapuranDengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untukdinding sel tanaman. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Sehingga di peroleh PH rata rataf) Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)pemasangan mulsa PHP selain untuk mempertahankan kelembapan pada media tanam,juga berfungsi untuk memperkecil resiko dari serangan OPT. C. Teknik Penanaman1) Pembuatan Lubang TanamMulsa yang sudah terpasang kemudian di buat lobang tanam menggunakan alat pelobang sesuai dengan jarak tanam.jarak yg ideal adalah 50x60 cm atau 40x70cm.2) Cara PenanamanBibit dalam polybag siap tanam, diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkankerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas.D. Pemeliharaan Tanaman1) Penjarangan dan Penyulamandilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. 2) PenyianganPada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan..4) PerempalanPerempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.5) PemupukanPemupukan diberikan sebanyak 3 kali, a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha.b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha; pupuk susulan I=330 kg/ha; pupuk susulan II=220 kg/ha; pupuk susulan III=440 kg/ha.c) TSP: pupuk dasar=1.200 kg/ha; pupuk susulan I=220 kg/ha; pupuk susulan II=550 kg/ha.d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha; pupuk susulan II=160 kg/ha.pupuk susulan I : umur ??20 hari; pupuk susulan II: umur + 40 hari; pupuk susulanIII: umur + 60 hari.6) Pengairan dan PenyiramanUntuk pengairan di sesuaikan dengan keadaan lahan, pertahankan agar lahan tidak terlalu basah atau terlalu kering. 7) Pengendalian OPTTindakan prefentif Untuk pengendalian OPT sangat di butuhkan mengingat jika sudah terjadi serangan maka pengendalian akan semakin sulit.penggunaan pestisida,fungisida maupun bakterisida sesuai dengan rekomendasi.8)Pemangkasanmangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). E. PANENTanda/ciri Penampilan Tanaman Siap Panen adalah Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal,Serat kulit nampak jelas, Umur Panen Kurang lebih 3 bulan setelah tanam. Di tulis oleh : TEJO BAYU (Penyuluh Kec Andong)