A. SYARAT TUMBUH Type Tanah :lempung-lempung berpasir, gembur dan mengandung bahan organic. pH tanah optimum : 6,0-6,8. Ketinggian tempat : 100-1.000 m dpl. Persyaratan lain :lokasi penanaman terbuka dan drainase air lancer dan tidak becek. B. PENYEMAIAN BENIH Kebutuhan benih 2000-3000 g/ha. Membuat tempat persemaian berupa bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi 15-20 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan benih. Bedengan persemaian harus memenuhi syarat sebagai berikut: Lokasi terbuka dan mendapatkan sinar matahari secara langsung. Tekstur tanah gembur. Mudah dalam pengawasan. Jauh dari gangguan binatang peliharaan (anjing, kucing, ayam). Taburkan pupuk kandang yang sudah matang pada bedengan persemaian sekitar 2 kg/M2. Aduk merata pupuk kandang ke dalam tanah sambil menggemburkan permukaan bedengan. Buat alur penanaman melintang di bedengan, dengan jarak antara alur 8-10 cm dan kedalaman alur sekitar 1 cm. Tebar benih/biji NAULI dengan kerapatan sekitar 5 benih per 1 cm panjang alur. Tutup alur pesemaian dengan media bedengansetebal 0,5 cm. Tutup permukaan bedengan dengan menggunakan karung goni atau daun pisang sekitar 2-3 hari sampai benih berkecambah. C. PEMELIHARAAN PERSEMAIAN Siram persemaian secara rutin untuk menjaga kelembaban media. Pada umur 15 hari, siram pesemaian dengan larutan Agrobost dengan dosis 1 ml per liter air. Untuk mencegah penyakit dumping off, lakukan penyemperotan dengan fungisida Benlete dengan dosis 1 g/l air. D. PERSIIAPAN LAHAN Bersihkan lahan dari gulma dan tanaman sebelumnya. Lakukan pengapuran dolomite minimal 1 to/ha, jika pH kurang dari 5,0. Buat bedengan sederhana terlebih dahulu dengan ukuran sebagai berikut: Lebar bedengan : 100-120 cm. Lebar selokan/parit : 40-50 cm. Tinggi bedengan :18-20 cm. Lakukan pemupukan dasar dengan dosis standar, sebagai berikut: NO JENIS PUPUK DOSIS/HA 1. Pupuk Kandang 3 ton 2. Urea 100 kg 3. SP-36 150 kg 4. KCl 75 kg Tebar pupuk kandang, selanjutnya aduk-aduk ke dalam tanah sambil menggemburkan bedengan. Campur ke tiga jenis pupuk kimia (Urea, SP-36, KCl) menjadi satu dan tebarkan secara merata di bedengan. Sempurnakan bedengan dengan mengaduk-aduk tanah agar tercampur semua pupuk dengan merata. E. PENANAMAN Bibit siap ditanam setelah berdaun sejati 2-4 helai (umur 18-20 hss). Siram bibit di pesemaian agar basah untuk memudahkan pencabutan bibit beserta perakarannya. Pastikan sebelum penanaman kondisi tanah bedengan dalam keadaan basah, bukan becek. Tanam bibit dengan jarak 20x20 cm. Setiap lubang hanya diisi satu bibit saja. Lakukan penyiraman untuk membuat tanaman tidak terkena layu akibat kekeringan. Jumlah populasi sekitar 85.000/ha. PEMELIHARAAN TANAMAN Penyulaman dilakukan sekitar 5-7 hst untuk tanaman yang bermnasalah (mati). Pemupukan susulan dilakukan setelah tanaman berumur 10-15 hst. Pupuk yang digunakan adalah urea 200 kg/ha dan KCl 75 kg/ha. Campur kedua pupuk tersebut lalu aplikasikan dengan cara dialurkan diantara tanaman (jarak sekitar 10 cm). SANITASI KEBUN Lakukan penyiangan rumput/gulma disekitar tanaman termasuk di selokan. PENGAIRAN Lakukan penyiraman dengan teratur setiap hari, disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman biasanya dilakukan dengan menggunakan gambor untuk menciptakan curahan air yang halus sehingga tanaman tidak mudah rebah. HAMA PENTING PADA PACK CHOY NAULI Ulat Tanah (Agrotis sp) Serangan biasanya terjadi pada malam hari, karena ulat ini tidak menyukai sinar matahari. Pencegahan bisa dilakukan dengan sanitasi kebun di semua areal tanaman. Jika sudah terjadi serangan terhadap hama ini bisa dilakukan dengan penebaran insektisida Furadan 3G dan Curater 3G. Ulat Grayak (Spodoptera litura) Hama ini suka menyerang daun tanaman, sehingga daun berlubang-lubang terutama daun muda. Jika ditemukan serangan hama ini dapat insektisida antara lain: Buldok 25 EC, Decis 2,5 EC dan Proclaim 5 SG. PENYAKIT PENTING PADA PACK CHOY NAULI Penyakit Busuk Daun (Phytopthora sp) Gejala serangan ditandai dengan bercak basah cokelat kehitaman pada daun. Bentuk bercak tidak beraturan awalnya kecil lalu melebar. Umumnya kondisi ini terjadi pada musim penghujan diaman kelembaban udara terlalu tinggi. Pencegahan dapat dilakukan dengan pengaturan jarak tanam yang agak renggang pada musim hujan (25x25 cm). Jika sudah terjadi serangan dapat diaplikasikan fungisida Topsin M 70 Wp dan Bion M WP. Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassicae) Penyakit ini menyerang perakaran tanaman. Gejalanya adalah tanaman tampak layu pada siang hari, namun sebelumnya pada pagi hari tanaman tampak segar. Jika dicabut tampak benjolan-benjolan pada akar tanaman. Pencegahan dapat dilakukan dengan rotasi tanaman yang bukan family brassica PEMANENAN Panen dapat dilakukan pada umur 25-30 hst. Kering anginkan sebelum diikat supaya batang tidak mudah patah. by Abigail J Kase, S ST.