Loading...

Budidaya Padi Beras Merah di Lahan Tandus

Budidaya Padi Beras Merah di  Lahan Tandus
Padi beras merah merupakan salah satu jenis padi di Indonesia yang mengandung gizi yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, beras merah mempunyai khasiat yanglebih dibandingkan dengan beras putih. Kandungan antisionin dalam beras merah dapat menjadi sumber antioksidan yang baik bagi kesehatan. Komposisi gizi beras merah per 100 gram terdiri atas protein 7,5 g, lemak 0,9 g, karbohidrat 77,6 g, kalsium 16 mg, fosfor 163 g, zat besi 0,3 g, dan vitamin B1 0,21 g. Konsumsi beras merah tanpa penyosohan ternyata mengandung banyak serat, minyak alami, dan lemak esensial yang berguna bagi tubuh kita. Berdasarkan kandungan gizinya maka padi beras merah sangat baik untuk daerah rawan pangan khususnya masyarakat yang berstatus kurang gizi. Padi dengan kadar protein tinggi sangat bermanfaat dalam perbaikan gizi masyarakat. Selain itu mengkonsumsi beras merah dapat mencegah penyakit seperti kanker, kolesterol dan jantung koroner dengan biaya relatif sangat murah. Namun demikian, di Indonesia padi beras merah kurang mendapat perhatian bila dibandingkan padi beras putih, bahkan konsumsi padi beras merah di Indonesia sangat terbatas. Padi beras merah dapat dibudidayakan di lahan kering dan bahkan di lahan tandus dan berbatuan. Mengingat harga jual beras merah yang relatif mahal bila dibandingkan dengan beras putih, maka beras merah perlu mendapat perhatian untuk dapat dikembangkan di daerah yang kering atau tandus, sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani di daerah tersebut. Cara budidayaBudiaya padi di lahan tandus dan berbatuan yang hanya mengandalkan air tadah hujan, dapat dilakukan dengan sistem tugal. Berikut adalah cara bercocok tanam padi merah dengan sistem tugal mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Persiapan LahanLahan dibersihkan dari sisa tanaman dan tanaman penggangu atau gulma. Selanjutnya dilakukan pengolahan tanah dengan cara dicangkul tanpa digaru atau dibajak (minimum tillage). Selanjutnya diberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 3 ton/ha. . Penanaman Penanaman dilakukan pada awal musim hujan antara Bulan Oktober-November, dan dilakukan pada saat telah terjadi dua atau tiga kali turun hujan. Penanaman dilakukan dengan sistem TABELA. Sistem penanaman padi Tabela adalah menanam padi langsung di ladang tanpa penyemaian terlebih dahulu. Biasanya penanaman dengan menggunakan sistem TABELA pada penggunaan lahan tadah hujan atau susah dengan air, dan air hujanlah yang menjadi andalan untuk budidaya tanaman padi. Pembuatan lubang dilakukan dengan menggunakan tongkat kayu untuk menanam benih dengan kedalaman 3-5 cm dan jarak 20x20 cm. Setiap lubang yang sudah di tugal di beri benih sebanyak 4-7 benih, dan kemudian tanah ditutup kembali. PemeliharaanPemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pengendalian hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam dengan mengganti tanaman yang mati atau terlihat tidak sehat. Penyiangan perlu dilakukan karena pertumbuhan gulma sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Pertumbuhan rumput yang lebih cepat dari pada pertumbuhan tanaman padi menyebabkan hara akan terserap oleh gulma sehingga pertumbuhan padi terhambat dan ini menyebabkan penurunan produksi tanaman padi merah. Untuk mengurangi pertumbuhan gulma tersebut maka dilakukan penyiangan. Penyiangan dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3-4 minggu dan pada saat umur 8 minggu. Pembumbunan dilakukan dua kali. Pembubunan pertama dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama, dan pembumbunan ke dua dilakukan pada saat 1-2 minggu sebelum muncul malai. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila tingkat serangan > 5 %, dilakukan dengan cara penyemprotan dengan pestisida. Namun apabila serangan hanya Pupuk menjadi faktor penting terhadap pertumbuhan dan hasil produksi. Pemberian pupuk yang kurang atau tidak tepat akan menyebabkan pertumbuhan tanaman itu terganggu Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik dengan menggunakan pupuk kandang yang diberikan kepada tanaman pada saat tanam dengan dosis 3 ton/ha. Pupuk an organik yang dapat digunakan seperti urea 250 kg/ha, SP36 50 kg/ha dan KCL 50 kg/ha. . Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. Selain itu pemberian pupuk jangan dilakukan jika hari hujan, karena mengakibatkan pupuk akan terbawa oleh air hujan. Pada lahan kering dengan ketersediaan air dan bahan organik rendah perlu ditambahkan zeolite sebagai bahan amelioran. PemanenanPadi merah mempunyai umur panen sekitar 5-6 bulan setelah tanam. Pemanenan padi merah dapat dilakukan dengan menggunakan ani-ani atau arit. Pemetikan biasanya oleh para ibu-ibu dan upah pemanenan yaitu bukan dibayar dengan uang melainkan dengan bagi hasil untuk setiap padi yang dipanen. Jika penggunaan arit petani memotong tanaman padi pada batang sekitar 10 cm dari pangkal batang, dan pemanenan dengan cara ini biasanya laki-laki yang melakukannya. Upayakan agar kehilangan hasil pada saat panen dapat dikurangi agar hasil panen tidak banyak berkurang, demikian pula pada saat perontokan (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber: 1. diompasila.blogspot.com/2013/05 (di acces .tanggal 26 Februari 2015)2. Tabloid Sinar Tani edisi 4-10 Juni 2012.I3. Teknologi pengembangan Padi Merah Mandal di Lahan Kering Formasi Sentolo, DIY. BPTP Yogyakarta (diacces tanggal 2 Maret 2014)