PENYIAPAN BENIHKebutuhan benih untuk satu hektar lahan kurang lebih 40 kg. Dianjurkan menggunakan benih yang bermutu, yaitu yang telah bersertifikat dan berdaya tumbuh di atas 80%. Benih yang bersertifikat atau berlabel dapat diperoleh pada kios- kios atau toko pertanian maupun penyalur benih. Benih tersebut mempakan benih sebar (extension seed) yang dihasilkan dan disebarkan oleh para penangkar benih atau kebun-kebun benih. Selain itu, masih ada benih pokok (stock seed) yang dihasilkan dan disebarkan oleh balai-balai benih serta benih dasar (foundation seed). Jika benih disediakan sendiri atau tidak membeli maka harus dipilih yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Benih benar-benar tua dan kering, Butir harus bernas (tidak kopong), Murni, tidak tercampur dengan jenis lain, Benih bebas dari hama dan penyakit.Benih yang baik memiliki banyak cadangan bahan makanan serta akan tumbuh lebih cepat dan seragam. Untuk mengetahui daya tumbuh benih perlu dilakukan uji daya tumbuh. Sebelum ditanam di lapangan, benih direndam selama satu malam di dalam air. Tujuannya untuk memacu perkecambahan di lapangan. Akan lebih baik jika benih direndam dalam larutan fungisida untuk memperkecil risiko serangan penyakit blas. Caranya dapat dengan pelapisan atau perendaman. Cara pelapisan, yaitu benih dibasahi air terlebih dahulu, selanjutnya diaduk dengan fungisida Benlate T 20 WP dengan dosis 5 g/kg benih. Masukkan benih ke dalam kantong plastik dan kocok merata. Cara perendaman adalah dengan merendam benih dalam larutan fungisida Benlate T 20 WP selama 15 menit dengan dosis dan petunjuk sesuai kemasan. PENYIAPAN LAHANPada penyiapan lahan dengan sistem tanpa olah tanah (TOT), lahan sama sekali tidak diolah. Hal ini tentu berbeda dengan sistem konvensional yang tanahnya diolah sempurna. Ciri-ciri tanah yang cocok untuk penerapan TOT antara lain : berdrainase baik sampai sedang, bertekstur sedang sampai berpasir, mudah kering, bagian atas bertekstur pasir berdebu, kondisinya miring, dan berdaya ikat air sedikit.Langkah-langkah penyiapan lahan dengan sistem TOT adalah sebagai berikut.? Menyemprot gulma, misalnya alang-alang, dengan herbisida sistemik? Merebahkan alang-alangPENANAMAN Setelah alang-alang rebah, selanjutnya dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm dengan kedalaman 3- 5 cm. Lubang tanam dibuat dengan alat tugal dari kayu atau bambu yang ujung bawahnya diruncingkan. Pembuatan lubang tanam jangar terlalu dalam, tetapi juga jangan terlalu dangkal. Jika terlalu dalam dapat mengakibatkan lambatnya perkecambahan, bahkan kegagalan pertumbuhan. Namun, jika terlalu dangkal maka benih sering muncul ke permukaan tanah dan dapat termakan oleh burung atau tikus, maupun rusak akibat kekeringan. Tiap lubang tanam diisi dengan 4-5 butir gabah. Penentuan waktu tanam yang tepat untuk padi gogo merupakan masalah yang cukup sulit karena datangnya musim hujan berbeda-beda untuk tiap daerah. Umumnya padi gogo ditanam pada awal musim penghujan. Pelaksanaan tanam benih yang terlambat atau awal musim hujan telah lewat dapat berakibat tanaman padi gogo mengalami kekeringan di kemudian hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tanam awal memberikan hasil yang tertinggi dibandingkan saat tanam yang lebih lambat. Semakin lambat saat tanam, semakin rendah hasil yang diperoleh. Penanaman yang dilakukan saat terjadi hujan lebat dapat mengakibatkan benih ke luar dari lubang tanam karena terkena benturan air hujan dan akhimya akan terbawa aliran air.PEMUPUKANBerkaitan dengan kegiatan pemupukan padi gogo dengan sister TOT, jenis dan dosis pupuk serta waktu pemupukan merupakan tiga hal yang perlu diperhatikan 1. Jenis pupuk dan dosisJenis pupuk yang diberikan adalah urea, TSP atau SP 36, dan KCL. Dosis yang digunakan untuk setiap hektar adalah urea 150 kg, TSP atau SP 36 135 kg, dan KCL 160 kg. Pemberian pupuk sebenarnya berbeda-beda untuk tiap daerah, tergantung pada kesuburan tanah setempat. Namun, secara umum dosis di atas dapat dijadikan patokan untuk bertanam padi gogo secara monokultur.2. Waktu pemupukanPupuk TSP atau SP 36 diberikan sekaligus pada saat penugalan benih atau awal penanaman. Demikian pula dengan pupuk KCL. Jumlah yang diberikan adalah keseluruhan dosis. Cara pemberian dengan memasukkan pupuk pada lubang yang dibuat dekat lubang tanam dan kemudian ditutup dengan tanah.Pupuk urea diberikan 3 kali, masing-masing sepertiga dosis, yaitu pada 10,35, dan 55 HST. Cara pemberian pupuk susulan ini dapat dengan disebarkan merata atau ditebarkan pada alur-alur yang dibuat di antara baris-baris tanaman dan ditutup dengan tanah kembali. Jika pemupukan dilakukan dengan cara disebar sebaiknya pupuk segera diaduk ke dalam tanah dan diusahakan tidak mengenai daun karena dapat terbakar. Hal ini untuk menghindari kehilangan unsur nitrogen ke udara. Demikian juga pada pupuk yang telah dimasukkan ke dalam alur-alur sebaiknya segera ditutup dengan tanah. Cuaca saat pemupukan perlu juga diperhatikan. Jika diperkirakan akan hujan lebat sebaiknya pupuk jangan disebar ke permukaan tanah karena dapat tercuci. Pemupukan urea di lahan podsolik merah kuning beriklim basah dosisnya dapat dikurangi sampai dengan 100 kg/ha. Sebaliknya, untuk pupuk KC1 dosisnya dapat ditambah hingga 100 kg/ha. Perlakuan ini erat kaitannya dengan upaya mengurangi serangan penyakit bias. Penyakit bias akan terdorong perkembangannya di daerah dengan ildim basah serta pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan. Sementara peningkatan pupuk kalium kecuali diarahkan untuk memperkecil serangan penyakit bias juga untuk menekan penyakit bercak daun. OLEH AFRIANI WAHIBU (BPP MATUARI) ( Sumber : Bertanam Padi Gogo Tanpa Olah Tanah/ YT Prasetyo)