Penulis : Sigit Eko Susilo, SST. (Penyuluh Pertanian Pertama) Kabupaten Tabalong Sistem tanam benih langsung (tabela) merupakan sistem penanaman tanaman padi tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit. Sistem tabela pada dasarnya dibedakan atas dua cara, yaitu tanam benih langsung dalam larikan atau tanam benih langsung secara merata (broad cast) pada areal pertanaman Teknologi tanam benih langsung tanpa olah tanah memiliki beberapa keunggulan, antara lain memperpendek periode produksi padi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman dan mengurangi biaya tenaga kerja untuk tanam. Teknologi Tabela dapat diterapkan pada agroekosistem sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan lahan pasang surut. Secara umum Tabela menerapkan model pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Kekhususan Tabela adalah tidak melakukan tanam pindah tetapi benih ditabur secara langsung. Konsekuensi dari Tabela adalah lahan memerlukan pengolahan tanah dan pengaturan air yang berbeda dengan lahan untuk tanam pindah. Sistem tanam tabela tanpa olah tanah sangat cocok untuk diterapkan untuk beberapa daerah di kabupaten tabalong, khususnya untuk beberapa desa di Kecamatan Tanta, yaitu untuk mengatasi permasalahan kondisi air yang tidak dapat diatur. Dimana kondisi persawahan akan cepat tergenang saat puncak musim hujan tiba. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang diterapkan oleh sebagian petani, dimana saat awal musim hujan, para petani melakukan penanaman, jadi pada saat curah hujan mulai tinggi dan kondisi air di lahan persawahan dalam, tanaman padi sudah cukup tinggi sehingga tidak terendam oleh air. Tahapan budidaya padi sawah dengan sistem tabela tanpa olah tanah adalah sebagai berikut : Pemilihan Benih Berkualitas Pemilihan benih padi harus memiliki kualitas sebagai salah satu syarat kunci keberhasilan dalam pembudidayaan tanaman padi. Ada berbagai macam jenis varietas padi dan mampu beradaptasi baik di lingkungan dengan produktifitas hasil tinggi dan kualitas baik. Syarat Benih yang dipakai Bermutu tinggi (daya kecambah lebih dari 90%) Tidak tercampur dengan jenis padi atau biji tanaman lain Jumlah benih 25-40 Kg. Pengolahan Lahan Dapat dimulai dan dilakukan dengan cara membersihkan saluran air, sisa – sisa jerami dan rumput liar di lokasi tanam. Lakukan perbaikan sujumlah pematang dengan cangkul dan dilanjutkan dengan penyemprotan dengan herbisida Penanaman Dalam aplikasi penanaman sistem tabela dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan alat bantuan, alat dengan jarak tanam yang bisa ditentukan dengan jarak tegel 20 x 20 cm, 25 x 25 cm atau juga dengan jajar legowo 2 : 1 atau 4 : 1. Sebelum dilakukan penanaman benih padi sebaiknya dilakukan seleksi benih terlebih dahulu dan diberikan perlakuan benih (Seed Treatment) dengan tujuan untuk memastikan benih yang ditebar bisa tumbuh dengan baik dan mengantisipasi serangan OPT padi. Pengairan Dalam penggunaan air pada area sawah ada beberapa hal yang perlu diketahui anatara lain : jumlah air haruslah dapat menggenanangi sawah dengan merata dan setelah penanaman, sawah harus dikeringkan 2 – 3 hari sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk lahan sawah tadah hujan yang kondisi airnya tidak dapat diatur, penanaman dilakukan pada awal musim hujan, dimana pada waktu tersebut curah hujan belum terlalu tinggi, sehingga lahan persawahan belum tergenang air. Pemupukan Pemupukan tanaman dilakukan dengan memberikan pupuk jenis anorganik jenis Urea 150 Kg/ ha dan Phonska 350 Kg/ha. Pemupukan diberikan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pertama pada umur 7 – 14 hst dengan jumlah pupuk Urea 25 Kg dan Phonska 50 Kg, kedua pada umur 35 – 42 Hst dengan jumlah pupuk Urea 75 Kg dan Phonska 100 Kg dan ketiga pada umur 55 – 60 Hst dengan jumlah pupuk Urea 50 Kg dan Phonska 200 Kg. Penyemprotan/ Pengendalian Hama Penyakit Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dilakukan jika intensitas hama dan penyakit telah melewati batas ambang ekonomis. Sedangkan untuk langkah antisipasi penyemprotan dengan pestisida nabati dan dilakukan setelah tanaman memasuki umur tanam 1 – 2 minggu dengan interval waktu penyemprotan setiap 10 – 15 hari. Panen padi Panen padi siap dilakukan ketika bulir padi hampir keselurhan telah menguning atau 33 – 36 hari setelah padi berbungan. Cara panen bisa dilakukan secara manual dengan sabit/ sabit bergerigi ataupun dengan menggunakan mesin panen. Setelah proses panen dan perontokan gabah, proses selanjutnya gabah dijemur dengan menggunakan terpal atau pada lantai jemur semen sampai kadar air gabah mencapai sekitar 14%, kemudian gabah bisa disimpan ataupun proses selanjutnya penggilingan gabah menjadi beras.