Loading...

BUDIDAYA PADI SISTEM JARWO 7:1 DI POKTAN BEDOK DESA BULUREJO KEC. DIWEK KAB. JOMBANG

BUDIDAYA PADI SISTEM JARWO 7:1  DI POKTAN BEDOK DESA BULUREJO KEC. DIWEK KAB. JOMBANG
Dalam melaksanakan usaha tanam padi ada bebarapa hal yang menjadi tantangan salah satunya yaitu bagaimana upaya ataupun cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil produksi padi yang tinggi. Namun untuk mewujudkan upaya tersebut masih terkendala karena jika diperhatikan masih banyak petani yang belum mau melaksanakan anjuran sepenuhnya. Sebagai contoh dalam hal sistem tanam masih banyak petani yang bertanam tanpa jarak tanam yang beraturan.Menanggapi permasalahan tersebut, atas arahan PPL Kecamatan Diwek, maka Bapak Suwito Hadi selaku Ketua Poktan Bedok Desa Bulurejo Kec. Diwek menerapkan sistem tanam jajar legowo (JARWO). Dalam hal ini menggunakan jarwo 7:1 dengan jarak tanam 20X10X40 Cm. Kegiatan Tanam padi jarwo 7:1 dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2015 pada lahan seluas 0,57 Ha. Jajar legowo (7 : 1) adalah cara tanam padi dimana setiap Tujuh baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong. Dengan sistem legowo seperti ini maka setiap baris tanaman ke-1 dan ke-7 akan termodifikasi menjadi tanaman pinggir yang diharapkan dapat diperoleh hasil tinggi dari adanya efek tanaman pinggir.Secara umum manfaat Jarwo adalah : Menambahnya jumlah tanaman padi; Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan; Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir; Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi, Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi; Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida; Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja. Untuk Itu perlu penerapan Jarwo pada area yang lebih luas untuk meningkatkan provitas dan produksi padi, sehingga swasembada padi dapat tercapai. Penulis : Harir Muhammad Kholid, SP. (PPL BPP. Diwek Kab. Jombang - JATIM)