Pada awalnya kegiatan pertanian di Indonesia dilakukan dengan sistem pertanian yang ramah lingkungan. Kaidah ramah lingkungan yang diupayakan dalam pertanian Indonesia memperhatikan keseimbangan ekosistem serta memelihara keanekaragaman hayati. Namun pada akhir abad ke-20, prinsip ini mulai meluntur. Kegiatan pertanian bukan lagi berdasar keanekaragaman melainkan atas dasar pertimbangan ekonomi yang ekspansif. Ketika dasar ini berubah tentu berdampak pada perubahan faktor-faktor dalam usahatani.Contohnya saja terkait input pertanian seperti pupuk. Kini semakin banyak petani yang menggunakan pupuk kimia dalam usahatani padinya. Seperti yang diketahui, penggunaan anorganik yang terus menerus dan meningkat semakin memperburuk keadaan kesehatan dan kesuburan tanah.Dalam memberantas hama dan gulma pun lebih banyak menggunakan pestisida.Pemakaian pestisida yang cenderung berlebihan dan tidak terkontrol dapat mengakibatkan keseimbangan alam terganggu serta musuh alami hama menjadi punah yang pada akhirnya mengakibatkan hama/penyakit tanaman justru semakin berkembang. Tak hanya itu, pestisida juga menimbulkan residu pada hasil panen sehingga kualitas panen menurun. Seiring berjalannya waktu, upaya tersebut akan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem serta menurunkan keanekaragaman hayati. Melihat kenyataan seperti ini, untuk itu pengembalian usahatani padi ramah lingkungan sangat dibutuhkan. Hal ini dapat ditempuh melalui perbaikan produktivitas pertanian dengan System of Rice Intensification (SRI). System of Rice Intensification (SRI) adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara (LSK Bina Bakat Surakarta, 2011). SRI pada prinsipnya mengutamakan potensi lokal serta ramah lingkungan, yang tentunya berdampak positif terhadap kualitas tanaman dan faktor-faktor input pendukungnya.Kaidah ramah lingkungan yang dimaksud dalam metode SRI adalah tanaman diperlakukan sebagai organisme hidup sebagaimana mestinya tanpa ada unsur kimia. Metode SRI ini menekankan pada pentingnya mengeluarkan dan memanfaatkan potensi genetiktanaman padi dan memadukan dengan penciptaan lingkungan yang baik bagi tanaman. Konsepbudidaya SRI sebagai berikut: Pertama, tranplantasi benih muda (5 - 15 hari setelah semai). Pada metode konvensional, petani biasa menggunakan bibit relatif tua (25-30 hari) dengan alasan bibit tua akan menghasilkan tanaman tahan hama dan lebih kuat. Namun penggunaan bibit berumur tua berakibat pada produksi jumlah anakan padi yang tidak maksimal. Dengan metode SRI yang menggunakan bibit muda, pertumbuhan tanaman lebih cepat. Hal ini disebabkan daya jelajah akar lebih jauh berkembang dan lebih maksimal dalam menggapai nutrisi untuk tanaman. Dengan demikian dapat mempertahankan potensi pertambahan batang dan pertumbuhan akar yang optimal sehingga menjadikan tanaman padi memiliki banyak anakan. Selain itu, dalam metode SRI, bibit padi ditanam dangkal.Kedua, menanam padi dengan tanam tunggal (satu lubang satu tanaman). Hal ini memungkinkan tanaman tumbuh dengan cepat dan mampu memproduksi anakan secara maksimal.Ketiga, menanam padi dalam jarak tanam yang cukup lebar contoh 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm. Metode SRI menekankan pada upaya memaksimalkan jumlah anakan dan pertumbuhan akar dengan mengelola suplai makanan, air dan oksigen yang cukup pada tanaman padi. Dengan jarak tanam yang lebarakan mengurangi kompetisi tanaman dalam serumpun maupun antar rumpun dalam penyerapan unsur hara. Keempat, Irigasi terputus (macak-macak) atau genangan dangkal (± 2 cm) sampai retak rambut. Pada dasarnya konsep pengairan dalam budidaya SRI adalah dengan memberikan air irigasi sesuai dengan jumlah dan waktu yang dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian pengaturan air harus diperhatikan. Dengan pengaturan air yang baik, akan terjaga aerasitanah yang baik pula. Pemberian air secara terputus (intermittent) berdasarkan alternasi antara periode basah (genangan dangkal) dan kering. Dalam praktek, air yang diperlukan adalah macak?macak (becek). Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan tanah agar tetap teraerasi dan lembab, tidak tergenang, sehingga akar dapat bernafas. Oleh karena itu, pemberian air seperti diatas, menyebabkan tingkat konsumsi air per ha lahan tentu akan berkurang sehingga berdampak pada peningkatan pola dan intensitas tanam dalam suatu jaringan.Kelima,Menggunakan pupuk organik. Manfaat pupuk organik akan meningkatkan unsur hara sehingga mencukupi bagi tanaman serta memelihara keanekaragaman mikroorganisme yang mampu menjaga kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik membuat tanah tetap sehat dan subur.Keenam, Pada budidaya padi SRI, pengendalian hama menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pada dasarnya konsep PHT berprinsip pada pelestarian sumber daya hayati. Pengendalian gulma dilakukan seperti dengan landak dan dicabut dengan tangan.Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang ditawarkan dari budidaya padi metode SRI. Selain berdampak pada penurunan pemakaian air (hemat air) akibat dari irigasi terputus, hasil produksinya pun lebih tinggi dibandingkan produksi metode konvensional. Menurut Ir. Alik Sutaryat dan Dr. Mubiar, budidaya padi SRI memberikan hasil yang lebih baik, lebih produktif dimana tanamannya lebih tinggi, anakan lebih banyak, malai lebih panjang dan bulir lebih berat. Selain itu tanaman lebih sehat yang tahan hama dan penyakit, lebih kuat (tanaman lebih tagar, lebih tahan kekeringan dan tekanan abiotik), lebih menguntungkan (biaya produksi lebih rendah) dan memberikan risiko ekonomi yang lebih rendah (Padi SRI Organik Indonesia, 2012). Oleh : Ir. Amirudin Aidin Beng, MM (Penyuluh Pertanian)Sumber :1. Anwar, Chairi. Aplikasi Irigasi Hemat Air Dengan Budidaya Padi Sri Untuk Optimalisasi Irigasi D.I. Jurang Sate . (http://www.academia.edu/8971383/Irigasi, diakses 12 Maret 2015)2. LSK Bina Bakat. 2011. Manual Pembelajaran Penerapan SRI (System Of Rice Intensification) di Lahan Tadah Hujan Di Kabupaten Boyolali. (http://sri.ciifad.cornell.edu/ , diakses 12 Maret 2015)3. Purwasasmita, Mubiar & Alik S. 2012. PADI SRI Organik Indonesia. Depok: Penebar Swadaya