BUDIDAYA PEPAYA MADUPepaya (Carica papaya) merupakan buah-buahan tropis, yang diperkirakan berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, selanjutnya dari tempat ini menyebar ke berbagai belahan bumi. Di masyarakat buah pepaya tidak asing lagi dan menjadi salah satu buah yang paling sering dicari karena mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan dengan kandungan nutrisi dan vitamin yang terdapat pada buah pepaya yaitu vitamin A dan C. Buah pepaya selain dapat disantap secara langsung dalam keadaan segar juga dapat diolah menjadi jus, dodol, dan lain-lain. Tanaman pepaya dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 1000 m dpl. Namun ketinggian yang optimal antara 50-700 meter dpl. Tanaman pepaya membutuhkan curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun merata sepanjang tahun, namun pada musim kering dengan bantuan penyiraman yang teratur pohon pepaya masih dapat berbuah. Suhu udara optimum untuk tanaman pepaya berkisar antara 22 – 26ºC, dengan kelembaban sekitar 40%, serta tiupan angin yang sekiranya dapat membantu tanaman pepaya dalam proses penyerbukan.Tanah dengan tekstur gembur, porositas yang baik dan pH tanah 6-7 merupakan syarat tumbuh yang dikehendaki oleh tanaman pepaya. Menanam pepaya madu sebaiknya dilakukan pada pertengahan musim hujan antara Februari dan Maret, sehingga bibit mendapatkan air yang cukup dan tidak kekeringan, namun perlu dibuat bedengan-bedengan agar air hujan tidak menggenang dan akhirnya malah membuat tanaman yang masih muda menjadi busuk. Penanaman pada musim kemarau di sekitar tanaman bisa diberi jerami sebagai mulsa untuk mengurangi penguapan air di musim kemarau sehingga tanaman tidak kekeringan.Pepaya memiliki bermacam varietas, saat ini yang popular dimasyarakat adalah jenis papaya madu karena peluang bisnisnya menjanjikan dengan meraup keuntungan yang terbilang tinggi. Pepaya Madu disukai karena rasanya lebih manis, daging buahnya lebih tebal dan daya simpan lebih lama serta budidayanya pun cukup mudah dibanding pepaya lain. Selain itu tingkat produktifitasnya termasuk tinggi dan cepat berbuah serta sifatnya toleran terhadap iklim dan cuaca .TEKNIK BUDIDAYA PEPAYA MADU1. Teknik Memilih Bibit pepayaUntuk mendapatkan bibit yang baik harus dihasilkan benih dari pohon yang sempurna. Bentuk buahnya memanjang, bebas penyakit, dan tidak cacat. Dan biarkan buah tersebut matang dengan sendirinya di batang.Biji pepaya biasanya ada yang berwarna hitam ada juga yang putih pucat. Biji pepaya yang berwarna putih pucat merupakan biji yang mati dan tidak akan tumbuh. Sementara biji yang hitam dia akan tumbuh menjadi pohon sempurna namun hanya sekitar 25-50% saja. Sisanya akan menjadi pohon betina dan jantan.Untuk menyeleksi benih, biji yang digunakan yaitu biji yang berada pada bagian ujung hingga tengah buah. Jangan mengambil biji dari bagian pangkal, sebab biji yang berada di ujung sampai tengah buah memiliki kemungkinan tumbuh menjadi pohon sempurna dibanding yang ada di pangkal buah.2. Proses Penyemaian Benih PepayaSebelum benih disemaikan sebaiknya benih dikecambahkan terlebih dahulu. Hal ini untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya. Caranya adalah:• Rendam biji pepaya kedalam air hangat kuku selama satu malam.• Pilihlah biji yang tenggelam atau tidak mengapung di air.• Siapkan kertas tisu dan basahi dengan air.• Taburkan biji yang telah direndam di atas tisu tersebut, kemudian tutup atasnya dengan tisu yang lain dan siram atau basahi dengan air.• Selanjutnya masukkan bungkusan benih tersebut ke dalam besek bambu atau tempat lain yang serupa. Besek harus bisa tembus air atau mengalirkan air.• Taruh wadah/besek tersebut ketempat yang terkena sinar matahari, namun tidak terlalu terik. Kira-kira bersuhu 30 derajat celcius. Setelah 7-10 hari benih akan mulai berkecambah.• Setelah benih berkecambah, pindahkan ke dalam polybag semai yang sudah diisi media tanam berupa campuran tanah, pupuk kompos/kandang,dan arang sekam. Satu polybag diisi satu bibit. Polybag yang digunakan biasanya berukuran 9×10 cm.• Setelah bibit selesai dipindahkan, siram sampai lembab. Kemudian letakkan polybag-polybag tersebut ketempat yang ternaungi dari kucuran hujan, sengatan matahari, dan terpaan angin. Untuk menaungi bibit biasanya digunakan plastik bening atau paranet.Jika bibit sudah berumur 2-2,5 bulan, bibit siap untuk ditanam. Benih yang dibutuhkan untuk 1 Ha lahan adalah 60gram dan akan menghasilkan lebih kurang 2000 tanaman. 3. Teknik Penanaman • Lahan yang digunakan untuk penanaman tanaman pepaya sebaiknya dibersihkan dari rumput, semak-semak dan berbagai macam kotoran yang berada di sekitar lahan hingga telah benar-benar bersih. Kemudian, tanah digemburkan dengan menggunakan cangkul agar racun dari tanah dikeluarkan dan terjadinya perputaran oksigen pada media tanam. Kemudian buat bedengan dengan lebar 2 m, tinggi 20-30 m, panjang bedengan menyesuaikan dengan bentuk lahan. Jarak antar bedengan kurang lebih 50cm. Jarak tanam pepaya disesuaikan dengan luas tanam.o Penanaman 5 H jarak tanam 3x3mï‚§ Buat lubang tanam dengan ukuran kurang lebih 50x50x40cm. Biarkan lubang terbuka selama 1-2 minggu.ï‚§ Masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 20kg perlubang. Masukkan kembali tanah bekas galian dan biarkan selama 1-2 minggu.ï‚§ Jika ph tanah di bawah 5 atau tanah dalam kondisi asam beri kapur dolomit dengan takaran 1kg perlubang atau 1-2 ton per hektar. Pemberian dolomit dilakukan 2 minggu sebelum tanam.ï‚§ Setelah persiapan lubang tanam selesai, bibit siap untuk ditanam. Lakukan penyiraman secara rutin pagi atau sore sampai tanaman berumur 1,5 sejak tanam.ï‚§ Pada bulan ke 4 dari masa tanam, pepaya akan berbunga untuk pertama kali. Lakukan seleksi dengan mencabut atau memotong pepaya yang tidak dikehendaki. Dan sisakan satu pepaya sempurna per lubang tanam. 4. Pemeliharaan Tanaman Pepaya• Penyulaman dilakukan saat tanaman pepaya berumur 1,5 bulan sejak tanam. Cabut atau ganti dengan bibit yang baru jika terdapat tanaman yang tumbuhnya jelek. Jika menggunakan sistem tanam 2 bibit kita tinggal mencabut salah satu tanaman yang terlihat tidak bagus. • Pemupukan, pupuk susulan diberikan 2 minggu setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali parit melingkari tanaman sedalam 5-10cm. Lalu masukkan pupuk kedalam parit tersebut.Berikut ini ketentuan pemupukan pepaya:o Pemupukan pertama umur 2 minggu dengan komposisi UREA 30 gr, ZA 40 gr, SP36 40gr, dan KCL 20gr per pohono Pemupukan kedua umur 1 bulan dengan komposisi UREA 40 gr, SP36 70gr, ZA 70gr, dan KCL 30gr per pohon.o Pemupukan ketiga umur 4 bulan dengan komposisi UREA 45gr ,ZA 80 gr, SP36 80gr, dan KCL 60gr per pohon.o Pemupukan keempat umur 6 bulan dengan komposisi UREA 50gr ,ZA 90 gr, SP36 90gr, dan KCL 70gr per pohon.o Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap bulan dengan komposisi UREA 60 gr, SP36 100gr, ZA 100gr,dan KCL 75gr per pohon.5. Pemanenan buah pepayaPemanenan buah pepaya biasanya dapat dilakukan setelah tanaman pepaya berumur 9-14 bulan. Frekuensinya pemanenan bisa 10 hari sekali. Produktivitas normal berkisar 20-35 ton/H tergantung dari kondisi iklim, varietas, dan teknik budidaya. Buah pepaya yang akan dipetik harus dalam kondisi stadium matang pohon. Ciri-cirinya adalah terdapat garis menguning pada kulit buah. Jika pepaya hendak dipasarkan ke tempat yang jauh pepaya bisa dipetik lebih dini. DAFTAR PUSTAKAAnonim.2016.Cara Menanam Pepaya Madu.https://www.bertaniorganik.com/tag/cara-menanam-pepaya-madu/https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-pepayaPRIYOWIDODO.T. 2014. Budidaya Pepaya. https://alamtani.com/budidaya-pepaya/ Oleh : Hj. Yurnita. SP. (Supervisi Kec. BPP Bangkinang Kota)