Loading...

BUDIDAYA PISANG RAJA

BUDIDAYA PISANG RAJA
Pisang pada umumnya merupakan buah meja dengan kekayaan nutrisi yang sangat baik, mengandung tepung atau karbohidrat, mineral dan juga berbagai vitamin. Dikutip dari organisasi.org menyatakan bahwa buah pisang raja mengandung energi sebesar 120 kilo kalori, protein 1,2 gram, karbohidrat 31,8 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 10 miligram, fosfor 22 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam buah pisang raja juga terkandung vitamin A sebanyak 950 IU, vitamin B1 0,06 miligram dan vitamin C 10 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram buah pisang raja, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 70 %. Indonesia sebagai salah satu negara tropis memiliki jenis-jenis pisang yang sangat beragam, mulai dari pisang konsumsi hingga pisang langka untuk kebutuhan tertentu. Budidaya pisangpun dikembangkan berdasarkan jenis dan tujuan budidaya. Beberapa jenis pisang seperti pisang raja dan pisang ambon sangat populer di masyarakat, beberapa jenis pisang lokal seperti pisang kepok, pisang susu dan pisang tanduk cukup banyak ditemui di pasaran. Jenis pisang yang bisa dimakan dengan rasa enak tanpa harus diolah adalah pisang raja. Dengan warnanya yang kuning saat masak, ini akan membuat orang sangat tergiur untuk menyantapnya. Budidaya pisang raja saat ini banyak yang meliriknya karena dinilai cukup menjanjikan. Adalah Bapak Samirin, warga Dusun Padas, RT. 15, RW. 05, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, telah memanfaatkan tanah pekarangan miliknya seluas kurang lebih 300 m2 untuk budidaya pisang raja. Pisang raja dipilihnya karena varietas ini tahan terhadap hama dan penyakit, mampu berproduksi tinggi serta mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai masyarakat luas, Dalam upaya mengembangkan sentra produksi pisang raja, Samirin mulai mengubah kultur dan kebiasaan dari bertani secara tradisional menjadi petani berteknologi yang produktif. di kisaran umur 5-6 bulan tanaman pisang raja sudah berbuah, dengan metode yang diterapkan, setiap bulan bisa panen 10 – 20 batang pisang, dengan kisaran harga satu tundun pisang mencapai harga Rp. 175 ribu – Rp. 200 ribu. Selain mengembangkan sentra produksi pisang raja, ditempat Bapak Samirin juga menyediakan bibit pisang raja dengan harga Rp. 15 ribu per batang. Adapun tahapan budidaya pisang raja adalah sebagai berikut : 1. Penentuan Bibit Tahap pembibitan merupakan hal dasar keberhasilan budidaya pisang. Pembibitan pisang umumnya dilakukan dengan cara vegetatif yaitu tunas. Kriteria pemilihan bibit pisang yang ideal adalah: Tinggi tunas berkisar antara 100 hingga 150 cm Diameter umbi tunas antara 15-20 cm Tunas berbentuk seperti daun berhelai sempit 2. Persiapan Lahan Tanam Tentukan Lokasi yang Baik Pisang membutuhkan pencahayaan yang baik untuk dapat melakukan fotosintesis. Karena itu, pastikan tidak ada pohon yang menaungi lahan pisang yang anda persiapkan. Apabila ada pohon yang menaungi, anda bisa mengurangi cabang dan ranting sehingga cahaya bisa masuk. Atur Jarak Tanam yang Baik Jarak tanam pada lahan pisang adalah sekitar 2,5 - 3 meter Buat Saluran Irigasi yang Baik Diantara dua pohon pada lahan pisang perlu dibuat parit kecil untuk irigasi dan pengendalian air saat hujan. Bila memungkinkan, anda bisa membuat parit sedalam 30 cm secara melintang dan membujur pada lahan Anda. Di lahan tanaman pisang milik Bapak Samirin setiap dua baris tanaman dibuat kolam ikan. Kolam ini selain berfungsi sebagai parit, menjaga kebutuhan air tanaman juga menghasilkan pendapatan dari ikan gurame yang budidayakannya dengan sistem tumpangsari pisang-gurame. Gunakan Pupuk Dasar dengan Tepat Pupuk dasar bisa mengunakan kompos trichoderma pada lahan pisang Anda. Gali lubang taman dengan dimensi panjang 50cm, lebar 50cm dan dalam 50cm. Masukan pupuk dasar 10 kg per lubang tanam untuk pertumbuhan yang optimal. Persiapan lahan pisang pada budidaya pisang sangat penting untuk menentukan keberhasilan. Karena itu anda harus menyiapkan lahan jauh hari agar bisa mengantisipasi masalah yang ada. Misalkan masalah pH atau keasaman tanah. Pisang cocok pada pH 5.4 hingga pH 7, apabila tanah terlalu asam, misalkan memiliki pH 3, maka anda bisa menambahkan kapur pertanian (dolomit) untuk menaikkan pH hingga cocok untuk ditanami. 3. Penanaman Bibit Pisang Setelah lahan dan bibit siap, maka selanjutnya adalah memindahkan tunas pisang pada lubang tanam. Sebaiknya Anda mulai proses tanaman saat musim hujan yaitu sekitar bulan September atau Oktober agar tunas cukup pasokan air. Masukkan tunas ke lubang tanam, kemudian tutup kembali dengan tanah. Pastikan posisinya tegak agar tidak mudah roboh ketika terkena angin atau hujan. 4. Pemeliharaan Tanaman Pisang Cara menanam pisang yang baik tidak sebatas tahap menancapkan tunas pada media tanam saja. Faktor perawatan tanaman juga merupakan hal penting dalam budidaya buah pisang. Sebaiknya dalam satu rumpun maksimal terdapat 3 hingga 4 pohon pisang. Tunas anakan perlu dijarangkan karena mengganggu pertumbuhan buah pada pohon induk. Selain itu, rumpun yang terlalu rapat akan memungkinkan timbulnya penyakit pisang karena lahan menjadi terlalu lembab. Dalam proses perawatan juga dilakukan penyiangan untuk membersihkan area lahan dari gulma maupun tumbuhan liar. Lakukan pemangkasan daun pisang yang mengering agar pertumbuhan maksimal. Selain itu lakukan pemupukan susulan setelah pohon pisang berusia kurang lebih 6 bulan untuk menjaga ketersediaan unsur hara. Pengairan juga perlu dilakukan terutama saat musim kemarau. Agar pohon Anda berbuah maksimal, ada perlakuan khusus yang bisa Anda lakukan. Berikut tips praktis merawat pohon pisang agar panen maksimal. Setelah pohon berbuah Anda harus segera memotong jantung pisang, meskipun masih ada kemungkinan tumbuh sisir ukuran kecil. Lindungi pisang dengan karung atau plastik. Berikan pupuk perangsang pertumbuhan buah. Tunggu hingga buah berwarna hijau tua, yang artinya pisang siap dipanen. 5. Panen Buah Pisang Buah pisang dapat dipanen setelah berubah warna dari hijau muda menjadi hijau tua atau agak kekuningan. Potong buah pisang dari tandan dan pangkas batang pisang hingga umbinya. Tandan pisang disimpan terbalik agar getah tidak mengotori buah pisang. Bagaimana, cara menanam dan budidaya pisang mudah bukan? Anda dapat mencobanya di lahan pekarangan, kebun, atau pinggiran sawah yang kosong. @ENY NURIDAH, SP