Pakcoy merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat di gemari oleh masyarakat kita. Sayuran yang satu ini memang masih tergolong dalam jenis sawi. Pakcoy atau pak choi ini memang memiliki rasa yang nikmat dan lezat. Berbagai jenis olahan makanan sangat nikmat menggunakan bahan sayuran pakcoy. Baik itu dalam olahan tumisan ataupun rebusan. Di pasaran memang pak coy ini banyak dijajakan. Pakcoy memiliki berbagai sebutan mulai dari sawi daging, sawi sendok hingga sawi manis. Kandungan gizi yang terdapat pada pakcoy memang tergolong tinggi dan harga jualnya cukup terjangkau. Cara budidaya pakcoy ini memang juga terbilang tidak sulit. Dapat tumbuh pada dataran tinggi ataupun rendah dan memiliki syarat dengan tanah yang subur juga mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Lahan sempit bukan menjadi halangan untuk bercocok tanam sayuran.Berhasrat bercocok tanam tapi tak punya lahan? Kwt Srikandi Desa Negeri Tua Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur, tak kehilangan akal. Mbak Nur selaku pengurus KWT Srikandi dan anggota KWT Srikandi memanfaatkan ruang di pekarangan rumah untuk berbudidaya pakcoy. Syarat Tumbuh Pakcoy dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis baik itu dataran rendah maupun tinggi asalkan tanah untuk menanam sayuran tersebut kaya akan unsur hara dan tersinari oleh sinar matahari dan terdapat air yang cukup. Tanah untuk menanam setidaknya memiliki pH sekitar 5,5 sampai 6. Lahan Tanam Tanah pada lahan untuk menanam pakcoy sebaiknya digemburkan dahulu, lalu buatlah bedengan dengan lebar bedengan berkisar 2 meter dengan panjang menyesuaikan panjang lahan. Ratakan bedengan lalu beri pupuk kompos dengan dosis per hektarnya antara 7-10 ton.Lalu padatkan tanah dan pupuk kompos dengan menyirami menggunakan air. Jangan lupa beri jarak antar bedeng sekitar 50 cm untuk saluran air. Pembibitan Pembibitan bisa dilakukan dengan persemaian langsung pada bedengan tapi dipisah dengan bedengan utamanya hingga bibit berdaun. Bisa juga di lakukan persemaian bibit pada polybag. Caranya taburkan bebih bibit pada polybag ataupun bedengan yang telah ada kemudian tutup dengan tanah lagi sekitar 2 cm,Sirami bibit benih dengan cara di semprot. Tanaman bibit benih akan tumbuh daun sekitar 3-5 helai daun pada hari ke 3 atau 4 setelah persemaian, setelah itu benih dapat di pindahkan pada bedengan utama. Penanaman Bibit Setelah bedengan dan bibit sudah siap, maka buatlah lubang tanam pada bedengan dengan ukuran 4 cm x 6 cm atau 8 cm x 10 cm. Setelah lubang siap pindahkan bibit dari media tanam yang lain pada bedengan utama. Perawatan Tanaman Perawatan yang perlu dilakukan saat membudidayakan pakcoy, antara lain: pemupukan,penyiangan, penjarangan,dan penyiraman. Pemupukan pemupukan dilakukan bisa dilakukan menggunakan pupuk NPK ataupun Urea, jika menggunakan NPK setiap hektar diberi dengan dosis sekitar 300 kg sedangkan jika menggunakan Urea dosis yang diberikan untuk per hektarnya adalah 50 kg. Penyiangan Selama masa tanam penyiangan dapat dilakukan setidaknya 2 sampai 4 kali. Penjarangan Penjarangan tanaman juga perlu dilakukan yaitu pada saat tanaman telah memasuki 2 minggu setelah penanaman. Penyiraman Penyiraman harus dilakukan dengan rutin apalagi pada saat musim kemarau. Hama Dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dilakukan secara mekanis/manual yaitu mengambil dan memusnahkan hama Hama yang sering menyerang diantaranya: Ulat pemakan daun (Plutella chilostella dan Spodoptera Sp.) Kutu persik (Myzus Sp.) Kutu daun (Aphids Sp.) Penyakit yang sering menyerang diantaranya: Fusaium dan Cercospora Pemanenan Pakcoy dapat dipanen ketika sudah mencapai umur 28 hingga 30 hari setelah penanaman tergantung cuaca,bibit serta perawatannya. (Gawan Pratikno, S.P, PPL Kec. Marga Tiga)