Sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam perkembangan sumberdaya manusia, memucu meningkatnya permintaan akan produk-produk peternakan sebagai sumber protein hewani, namun disisi lain keberhasilan usaha peternakan ditentukan oleh penyediaan dan pemberian pakan, sebagaimana diketahui 70% dari total biaya produksi dari usaha peternakan adalah biaya pakan. Dewasa ini lahan usaha pertanian bahkan lahan padang penggembalaan sudah banyak yang beralih fungsi menjadi lahan perkebunan, menyebabkan ketersediaan bahan hijauan untuk pakan ternak sudah sulit didapatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peternak diharapkan dapat menanam rumput disekitar kandang atau pada lahan marginal. Pada kesempatan ini akan diuraikan tentang cara budidaya rumput raja. Ciri-ciri rumput rajaRumput ini berbatang tebal, daun agak kasar, berbulu panjang dengan lebar daun 3 – 6 cm dan panjang 70 – 100 cm. Bentuknya mirip dengan tanaman tebu, berumur panjang dan tumbuh membentuk rumpun mencapai 2 – 4 meter, setiap rumpun dapat membentuk 20 – 40 batang tanaman. Dapat tumbuh baik pada 0 – 1500 dpl Rumput raja memerlukan tanah subur dan gembur, sangat responsif dengan pemupukan. Rumput ini membutuhkan air yang cukup, khususnya pada saat tanam, tetapi tidak suka digenangi air. Untuk 1 ha tanaman rumput raja akan dapat memenuhi kebutuhan 49 ekor sapi dewasa. Produksi hijauan segar : 1,076 ton/ha/tahun Budidaya rumput rajaPengolahan tanah Pengolahan tanah untuk rumput raja sama seperti tanaman lain. Tanah dibajak, dicangkul 1 – 2 kali, kemudian diratakan, lalu dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan gulma. Dibuat larikan tanaman dan lubang untuk tanam, dengan kedalaman 20 cm dan lebar 20 cm Bibit tanaman Penanaman rumput raja dapat menggunakan stek maupun sobekan rumpun. Ciri-ciri bibit stek yang baik adalah tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, warna kulitnya hijau sampai hijau muda, ukurannya 20 –30 cm atau minimal punya 2 mata tunas. Sedangkan bibit asal sobekan rumpun yang baik yaitu rumpun harus muda, tegak dan sehat, tinggi sama dalam satu rumpun Penanaman Sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sampai pada pertengahan, agar ketika musim kemarau diharapkan akar tanaman sudah dalam keadaan cukup kuat. Pada tanah kering perlu dilakukan penyiraman yang teratur, sehingga bibit akan tumbuh dengan baik. Waktu tanam sebaiknya pagi atau sore hari, pada saat tanah masih lembab Cara penanaman1. Pada tanah datar, jarak 1 x 1 m dengan kedalaman 10 – 15 cm.2. Pada tanah miring, kedalaman 10 – 15 cm dan jarak tanam dalam baris 50 cm, jarak antar baris 1 m. Penanaman rumput raja pada tanah yang miring tidak perlu dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu, jadi cukup dibuatkan lubang-lubang tanam yang sesuai dengan kontur tanahnya, sehingga dapat berfungsi sebagai penahan erosi.Dalam penanaman mata tunas jangan terbalik Pemeliharaan tanamanPemupukan Pemupukan pertama diberikan pada saat pengolahan tanah atau perataan tanah, dengan dosis 10 ton pupuk kandang, 50 kg pupuk KCL, 50 kg pupuk TSP tiap ha. Pupuk dicampur, kemudian diaduk pada waktu perataan tanah. Pemupukan berikutnya dilakukan setelah pemotongan rumput ke 3, dengan dosisi yang sama. Pada saat tanaman berumur 2 minggu dan setiap selesai rumput dipotong diberikan pupuk urea 100 kg/ha Penyiangan Tujuan penyiangan adalah untuk memberantas gulma, menggemburkan tanah dan sekaliggus melakukan pembumbunan di sekitar tanaman. Penyiangan dilakukan pada saat tanaman telah berumur 1 bulan Pemotongan (panen) Pemotongan I dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 3 bulan. Jika pemotongan terlalu awal, hijauan akan terlalu muda, kandungan protein dan kadar airnya tinggi, tetapi bahan keringnya rendah, jika pemotongan dilakukan terlambat atau tanaman sudah berbunga kandungan serat kasarnya tinggi, tetapi nilai gizinya kurang. Pemotongan ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dan merangsang pertumbuhan anakan. Pemotongan berikutnya dilakukan setiap 40 hari, kecuali pada waktu musim kemarau setiap 60 hari sekali, tinggi pemotongan 10 – 15 cm dari permukaan tanah, dengan maksud agar cepat tumbuh kembali dan untuk menahan erosi (pada rumput yang ditanam pada bibir teras) Semoga petunjuk budidaya rumput raja ini dapat dijadikan acuan, kesulitan mendapatkan rumput dapat teratasi, pupulasi ternak secara umum dapat meningkat.