Loading...

Budidaya Sayur Dalam Polybag

Budidaya Sayur Dalam Polybag
Saat ini banyak orang bercocok tanam menggunakan polybag. Hal ini karena dengan menggunakan media polybag tidaklah memakan lahan yang luas. Bahkan, dengan lahan sempit pun kegiatan berkebun dapat berjalan. Jenis tanaman yang dapat menggunakan polybag biasanya sayuran. Bercocok tanam menggunakan media polybag selain cukup praktis, biaya yang dikeluarkan cukup terjangkau dibanding media lainnya. Pemilihan polybag sebagai media tanam untuk budidaya dipengaruhi oleh beberapa faktor di antarannya tahan karat, tahan lama, ringan, dan mudah sekali untuk diperoleh. Selain itu, polybag sangat baik untuk drainase dan aerasi sehingga tanaman cepat sekali subur. Keuntungan lain jika bercocok tanam dengan menggunakan media polybag adalah tanaman yang budidayakan tidak mengenal musim. Dengan begitu, dipastikan Anda dapat memanen kapan saja. Berikut ini cara budidaya tanaman dalam polybag dan pemeliharaannya : Menyiapkan Media Tanam Berikut ini cara-cara membuat media tanam dalam polybag : Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari bagian paling atas. Kemudian ayak tanah tersebut hingga menjadi butiran-butiran halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering sehingga tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan menyebabkan bahan-bahan tidak tercampur dengan merata. Siapkan kompos yang telah matang, bisa dari jenis kompos biasa atau bokashi. Siapkan sekam atau arang sekam. Campurkan tanah, kompos, dan sekam dalam sebuah wadah. Komposisi campuran adalah 1 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam (1:1:1). Aduk hingga merata setelah itu bisa diisikan ke dalam polybag. Menyiapkan Bibit Ada bibit tanaman yang harus disemai terlebih dulu dan ada yang dapat langsung ditanam. Beberapa jenis sayuran yang harus disemai, di antaranya : sawi, pakchoy, selada, seledri, kobis/kol, cabai rawit, cabai besar/keriting, terong, dan sebagainya. Sedangkan yang bisa langsung ditanam seperti kangkung dan bayam. Media persemaian dengan cara tanah dan kompos terlebih dahulu di campur secara merata setelah itu diletakkan pada wadah nampan atau ember Benih ditanam pada wadah persemaian dengan jarak sekitar 1-3 cm Siram rutin pagi dan sore dengan air yang cukup Lamanya persemaian ini sekitar 2-3 minggu tergantung pada jenis tanamannya. Setelah itu bibit tanaman bisa dipindah dalam polybag yang besar. Pemeliharaan dan Perawatan Perawatan yang harus dilakukan diantaranya penyiraman secara rutin, pemberian pupuk secara berkala, dan penanggulangan hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan secara rutin minimal satu kali sehari. Pemupukan dilakukan 1 – 2 minggu sekali dengan pupuk kompos atau pupuk NPK. Untuk pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan pengamatan setiap hari. Jika Anda melihat tanaman terlihat mulai terserang hama atau penyakit, cukup ambil hama atau bagian tanaman yang terserang penyakit tersebut secara manual saja, yaitu dengan menggunakan tangan yang dilindungi oleh sarung tangan. Buang hama tersebut dan daun atau batang yang terkena penyakit tadi, Anda buang agar penyakit tidak menyebar ke seluruh bagian tanaman. Eddy Purwanto, SP.