PendahuluanSayuran organik adalah sayuran yang dalam budidayanya tidak menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida kimia. Sayuran organik disebut juga sayuran sehat mempunyai banyak peminat, namun ketersediaan sayuran organik sangat terbatas karena tidak semua pasar menjual sayuran ini. Oleh karena itu, kita dapat menjadikan budidaya sayuran organik di rumah sebagai alternatif memenuhi kebutuhan sendiri atau bisa juga bertujuan secara komersial. Polybag dapat digunakan sebagai solusi untuk pekarangan yang sempit ataupun pekarangan yang dipaving, karena kepraktisannya dan juga harga yang lebih terjangkau dibandingkan pot.Budidaya sayuran di polybag secara organik tidaklah sulit. Ada beberapa sayuran yang mudah ditanam secara organik di polybag yaitu antara lain : kangkung, chayim , sawi daging, bayam, kailan, buncis dan beberapa sayuran lainnya. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dijadikan pedoman dalam budidaya sayuran di polybag secara organik.A. Alat dan Bahan Alat :1. Cangkul2. Ember3. Gembor4. Selang air5. Polybag diameter 35 cmBahan :1. Tanah2. Sekam 3. Pupuk organik4. Benih sayuranB. Persiapan Media TanamCampuran media yang digunakan adalah : tanah, sekam dan pupuk organik. Perbandingannya yaitu 1:1:1,5. Misalnya 1 ember tanah : 1 ember sekam : 1,5 ember pupuk organik. Sekam dapat dibakar terlebih dahulu untuk mematikan hama penyakit dan juga mematikan biji padi atau gulma yang terdapat dalam sekam. Penambahan sekam bertujuan agar media menjadi porous (tidak menjadi padat) dan juga ringan untuk dipindahkan.Setelah campuran tanah, sekam dan pupuk kandang tercampur rata kemudian dimasukkan ke dalam polybag. C. PembibitanBeberapa jenis sayuran ada yang langsung ditanam, tetapi ada yang perlu di buat bibitnya terlebih dahulu. Jenis sayuran yang dapat langsung ditanam antara lain yaitu: bayam hijau, bayam merah, buncis dan kangkung. Sayuran yang harus dibuat bibit terlebih dahulu yaitu : sawi daging, chaysim, kailan dan andewi.Cara membuat pembibitan sayuran tersebut yaitu : dibuat lubang berjumlah 5 dalam satu polybag (4 di pinggir, satu ditengah), kemudian setiap lubang diberi benih sekitar 5 biji, ditutup tanah kemudian disiram menggunakan gembor. Setelah kurang lebih 7 hari maka bibit siap untuk dipindah tanam. D. PenanamanPindah tanam dapat dilakukan setelah bibit berumur 7 s/d 10 hari. Setiap polybag diisi kurang lebih 5 tanaman. Ambil bibit bersama tanah yang menempel diakar (bisa dicongkel menggunakan kayu), untuk mencegah akar terputus. Pisah – pisahkan bibit dan tanam di polybag yang sebelumnya sudah dibuat lubang untuk menanam.Untuk menanam bayam hijau dan bayam merah cukup ditaburkan diatas polybag kurang lebih 10-15 biji, kemudian taburi tanah tipis-tipis. Untuk tanaman kangkung dibuat lubang tanam menggunakan kayu sekitar 25 – 30 biji per polybag diisi tiap lubang 1 biji kemudian ditutup dengan media.E. Pemeliharaan1. Penyiraman Penyiraman dilakukan sehari satu kali. Lebih baik dilakukan di sore hari, agar air tidak langsung kering karena sinar matahari. Air yang digunakan harus bebas dari bahan pencemar juga kaporit.2. Pengamatan hama dan penyakit. Apabila ditemukan hama dan penyakit dapat dikendalikan secara mekanis atau menggunakan pestisida nabati.3. Penyiangan.Penyiangan dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mencabut gulma yang tumbuh di polybag. F. PanenUmur panen sayuran organik di polybag ini relatif cepat. Yaitu antara 20 hingga 35 hari, tergantung jenis sayurannya. Seperti bayam dan kangkung sudah dapat dipanen umur 20 hari. Biasanya umur panen tertera di belakang label kemasan benih sayuran. Hasil panen dapat dikonsumsi sendiri atau dapat juga dijual. Apabila sayuran akan dijual, maka sayuran terlebih dahulu dibuang bagian daun yang rusak kemudian dicuci dengan air bersih. Setelah itu ditiriskan dan dikemas. Disusun oleh :MARVITA AKHIRI RIMBASARI, SP.