Loading...

Budidaya Sayuran Secara Vertikultur Di Pekarangan

Budidaya Sayuran Secara Vertikultur Di Pekarangan
Pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dan menjadi bagian tak terpisahkan dengan suatu bangunan. rumah. Pekarangan dapat berada di depan, di samping atau di belakang sebuah bangunan, tergantung seberapa luas sisa tanah untuk bangunan utama. Beberapa persyaratan dalam budidaya sayuran secara vertikultur di pekarangan, diantaranya :• Memiliki nilai keindahan atau estetika, sehingga selain dapat dimakan tanaman tersebut juga mempercantik halaman. (Pengaturan bentuk, jenis dan warna tanaman)• Model yang di gunakan sebaiknya mudah untuk dipindahkan. (mengantisipasi pemanfaatan dan penataan pekarangan)• Teknik budidaya yang di gunakan adalah vertikal/vertikultur dan dalam pot. Jenis SayuranHampir semua jenis sayuran dapat ditanam dalam budidaya sayuran secara vertikultur seperti : selada, sawi, pakcoy, kangkung, bayam, kemangi, kucai, seledri, bawang daun, cabai, tomat, terong, pare, kacang panjang, timun, terong, oyong dan lain-lainnya.Namun, untuk budidaya secara vertikultur dengan menggunakan wadah talang, bambu, atau paralon, yang dipasang secara horizontal kurang cocok untuk sayuran jenis buah. Seperti : cabai, tomat, terong dan lain-lain. Hal ini di sebabkan karena wadah tanaman yang dangkal, sehingga tidak cukup kuat untuk menahan tumbuh-tegak tanaman. Sayuran buah lebih cocok untuk di tanam di pot, polybag atau paralon yang di pasang secara vertikal/tegak, sehingga dapat menampung media yang lebih banyak. Penyiapan Wadah PertanamanDalam budidaya sayuran secara vertikultur, wadah pertanaman yang digunakan antara lain, bambu, peralon, talang air, pot, polybag, dan lain-lain tergantug kreatifitas.Persemaian BenihWadah pembibitan dapat berupa Tray Khusus untuk persemaian/ atau menggunakan wadah lain seperti : baki plastik, pot plastik, kotak dari kayu, kantong plastik, polybag, dan lain-lain. Media di haluskan untuk menghindari bongkahan atau kerikil, dengan disaring terlebih dahulu.Langkah-langkah dalam pembibitan :• Jika menggunakan trey semai, buat lubang kecil sedalam 0,5-1 cm dengan menggunakan lidi/kayu kecil• Jika menggunakan wadah pembibitan yang lebar, tebar benih secara merata pada permukaan tanah/media semai atau membuat lubang tanam dengan jarak 1 cm• Kemudian masukan Benih satu per satu dan tutup kembali dengan tanah yang tipis• Lakukan penyiraman secara hati-hati hingga media semai basah secara merata, penyiraman dilakukan 1-2 hari sekali.• Letakan wadah semai pada tempat yang terlindung dari air hujan dan sinar matahari secara langsung.• Setelah bibit memiliki dua helai daun, lakukan pemindahan pada wadah pembibitan tungal (polybag kecil, kokeran, bekas kemasan air meneral gelas) Lakukan pemeliharaan hingga siap di pindahkan ke media tanam.PenanamanPenanaman dalam budidaya sayuran secara vertikultur di lakukan setelah bibit memiliki daun 3-5 helai.Langkah-langkah dalam penanaman• Pilih bibit yang sehat, tidak cacat, dan seragam• Buat lubang tanam seukuran dengan wadah bibit, pada sistem vertikultur yang menggunakan sistim rak berjenjang, jarak tanam 15-20 cm,sedangkan pada pot jumlah tanaman yang di tanam sebanyak 1 tanaman pada pot berukuran 2-10 kg, sedangkan untuk ukuran pot yang lebih besar jumlah tanaman berkisar antara 2-3 tanaman• Keluarkan bibibt secara hati-hati,• Kemudian masukan ke dalam lubang tanam , dan tutup lubang tanam dengan media tanam• Lakukan penyiraman hingga media tanam basah secara merataPemupukanJenis Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk kompos baik itu berbentuk padat atau pun cair, yang bertujuan agar hasil sayuran tersebut menjadi sayuran organik. Pemberian pupuk dilakukan saat pembuatan media tanam, dan pupuk susulan berupa pupuk organik cair yang ada ditoko-toko pertanian/Pupuk cair buatan sendiri.Intensitas pemberian pupuk organik biasanya di lakukan 2-5 hari sekali dengan melarutkan pupuk organik 10-100ml dalam 1 liter air dan disiramkan secara merata pada media tanam. Pada sayuran buah, selain pemberian pupuk organik cair, juga dapat pemberian pupuk susulan berupa pupuk kandang/kompos setiap 30 hari sekali sebanyak 50-100 gr atau 2-3 genggam per tanaman.Intensitas Sinar MatahariTanaman sayuran merupakan tanaman yang menginginkan penyinaran matahari secara penuh, apabila tidak cukup tanaman akan mengalami etiolasi atau tumbuh memanjang dan kurus. Sebagian besar tanaman sayuran sensitif terhadap kurangnya sinar matahari, meskipun ada juga sebagian kecil yang toleran terhadap kekurangan sinar matahari.Pengendalian Hama dan PenyakitPengendalian hama dan penyakit tanaman di lakukan secara terpadu (PHT). Teknik pengendalian yang digunakan yaitu secara fisik dan mekanis dengan cara membunuh/membuang langsung hama yang terdapat pada tanaman atau dengan mengunakan pestisida nabati.Untuk pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan agensi hayati. Atau dengan cara memusnahkan langsung tananaman terserang sehingga tidak menular ke tanaman lainya.PanenSebagian sayuran dapat dipanen secara berulang seperti, kangkung, kemangi, kenikir, seledri, kucai, dan lain-lain dengan cara memotong memotong batang atau pucuk, dan memotong daun yang sudah tua. Sebagian sayuran lainya di panen hanya sekali seperti, selada, sawi, pakcoy, bayam dan lain-lain dengan cara mencabu tanaman beserta akarnya.Untuk sayuran buah, umumnya dipanen secara bertahap sesuai dengan fase pematangan buah atau sesuai keinginan, pemanenan sebaik nya menggunakan gunting/ pisau yang tajam dan bersih, kecuali cabai, dapat di panen dengan memetik langsung dengan tangan dengan menarik langsung buah berlawanan dengan arah buah.Oleh : Nurfatma, SP., M.Si