Loading...

Budidaya Seledri untuk Pekarangan

Budidaya Seledri untuk Pekarangan
Budidaya seledri ternyata tidak mudah, tanaman ini menghendaki beberapa perlakuan agar dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang maksimal.Seledri merupakan salah satu sayuran yang daun serta batangnya dimanfaatkan sebagai rempah penyedap masakan atau hiasan makanan. Sayuran ini diminati oleh para ibu rumah tangga untuk dibudidayakan sendiri di lahan pekarangan. Namun, budidaya seledri ternyata tidak mudah, dibutuhkan kondisi lingkungan yang memadai agar dia mampu tumbuh subur.Beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika ingin melakukan budidaya seledri, diantaranya adalah:Persyaratan Tumbuh untuk Budidaya Seledri1. Budidaya seledri menghendaki temperatur udara yang berkisar di antara 16-21 derajat celcius. Pantas saja seledri agak susah ditumbuhkan di dataran rendah karena umumnya memiliki suhu yang lebih tinggi seperti di tempat saya berada saat ini. Itu sebabnya seledri banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi yang memiliki suhu lebih dingin.2. Seledri membutuhkan unsur hara yang cukup tinggi terutama pupuk organik. Semakin banyak pupuk organik yang diberikan maka tanaman seledri akan semakin subur, berwarna hijau dan memiliki batang yang besar. Unsur nitrogen diperlukan bagi pertumbuhan seledri mengingat yang diambil dari tanaman ini lebih banyak batang dan daunnya.3. Budidaya seledri membutuhkan tanah yang mampu menahan air dan berdrainase baik karena sistem perakaran seledri yang dangkal. Pantas saja ketika saya pernah menanam seledri di dalam polybag dan juga pot, tanaman ini lebih cepat layu daripada tanaman lainnya dalam kondisi sama. Ternyata tanaman ini selalu menghendaki akan tersedianya air.Sebenarnya teknis budidaya untuk menanam seledri hampir sama dengan menanam sayuran pada umumnya. Hanya saja memang perlu diperhatikan beberapa faktor di atas agar seledri dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut adalah beberapa tahapan budidaya seledri untuk pekarangan:1. PersemaianBenih seledri bentuknya kecil dan ringan, mudah sekali terbang jika terkena angin. Benih ini disemai terlebih dahulu dengan ditanam dangkal dengan jarak tertentu mengingat sistem perakarannya yang dangkal juga, jadi jangan terlalu dalam ya. Hal tersebut mungkin yang menyebabkan mengapa benih seledri yang saya semai kemudian tidak tumbuh karena meletakkannya terlalu dalam. Masa perkecambahan benih seledri antara 7-12 hari.2.TransplantingTransplanting atau pemindahan bibit seledri dilakukan sewaktu tanaman berumur 2 bulan. Pantas saja bibit yang saya pindahkan ke wadah yang lebih besar pertumbuhannya kurang bagus karena waktu itu umurnya kurang dari 2 bulan. Ternyata masa pembibitannya cukup lama juga untuk seledri. bibit seledri yang siap dipindah3.Media tanamkomposisi tanah:pupuk kandang = 1:1 yang dicampur secara merata. Sebelumnya tanah diayak terlebih dahulu agar menghasilkan komposisi tanah yang halus agar akar seledri mampu menembus ke dalam tanah.4.PemupukanSeledri membutuhkan zat hara dalam jumlah banyak khususnya nitrogen untuk menyuplai pertumbuhan batang dan daun. Itu sebabnya seledri menghendaki media tanam yang sangat subur. Jika seledri di tanam pada lahan dalam skala luas, maka diperlukan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha, nitrogen 300kg/ha, phosphor 75 kg/ha dan kalium 250 kg/ha. Karena budidaya seledri ditujukan untuk skala rumah tangga di pekarangan, maka penggunaan pupuk berasal dari pupuk organik.Saya belum menemukan takaran pupuk organik yang tepat untuk seledri di pekarangan, tetapi saya mengakalinya dengan melihat pertumbuhan seledri. Apabila terlihat kurus, kurang hijau dan tanah terlihat tidak gembur, maka perlu diberikan tambahan pupuk organik.5.PemeliharaanLakukan penyiangan gulma atau tanaman pengganggu secara berkala dengan cara mencabutinya. Jangan sampai gulma tumbuh di sekitar pertanaman seledri karena akan terjadi kompetisi dalam pemakaian unsur hara. Kemudian lakukan juga penyiraman secara berkala karena seledri mengehndaki lingkungan tumbuh yang selalu tersedia air.6.Pengendalian Hama PenyakitPengendalian hama penyakit untuk budidaya seledri di pekarangan dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan mengingat hasil panen digunakan untuk konsumsi sendiri. Hindari penggunaan pestisida sintetis, sebaiknya gunakan pestisida nabati yang dapat dibuat sendiri.Tanaman seledri yang ada di pekarangan rumah saya pernah terkena hama kutu kebul di bagian batang bawahnya. Berkat serangan ini, batang bawah menjadi busuk dan membuat tanaman seledri mati. Waktu itu saya langsung melakukan langkah eradikasi dan menghilangkan hama kutu kebul tersebut secara mekanis.kutu kebul (warna putih) menyerang batang bawah seledriAda beberapa organisme pengganggu tanaman (OPT) seledri yaitu lalat penggorok daun, bercak daun bakteri, busuk lunak bakteri, penyakit fusarium, penyakit hawar serkospora, rebah kecambah, busuk akar dan berbagai macam virus yang harus diwaspadai.7.PanenSeledri dapat dipanen pada umur sekitar 90-125 hari atau pada saat tanaman sudah terlihat layak digunakan. Saya dan ibu petani sudah mencoba melakukan panen dengan cara menggunting daunnya dalam jangka waktu dua minggu sekali. Cara ini membuat daun baru dapat tumbuh kembali.Sumber : diambil dari berbagai sumberDisampaikan : Henny Defrianti (PPL kec hamparan Rawang )