PEMANFAATAN LAHAN PASIR PANTAI DI DESA MANGKU PADI KECAMATAN TANAH KUNING KAB. BULUNGAN KALTARA Sejalan dengan peningkatan kebutuhan pangan, akibat terjadinya peningkatan jumlah penduduk merupakan peluang dan akan memacu pelaku utama dalam mengembangan sektor pertanian (agribisnis). Dalam pengembangan agribisnis untuk memperoleh produksi yang besar juga memerlukan perluasan lahan pertanian. Perluasan areal dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan marginal, salah satu lahan marginal yang ada di Kabupaten Bulungan, Kecamatan Tanah Kuning adalah lahan pasir pantai. Lahan pasir pantai merupakan lahan marjinal yang memiliki produktivitas rendah. Produktivitas lahan pasir pantai yang rendah disebabkan oleh faktor pembatas yang berupa kemampuan memegang dan menyimpan air rendah, infiltrasi dan evaporasi tinggi, kesuburan dan bahan organik sangat rendah dan efisiensi penggunaan air rendah (http://stppyogyakarta.ac.id/wp-content/uploads/2012/08/4-PENGELOLAAN-LAHAN-PASIR-PANTAI-Rajiman). Pada Bulan Juli 2015 Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulungan melakukan studi banding ke daerah Bantul Yogyakarta, diikuti peserta dari kelompok jabatan fungsional dan struktural untuk melihat langsung pelaku utama di lokasi tersebut melakukan kegiatan usahatani horikultura. Dari hasil studi banding tersebut Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan menganggarkan untuk demplot horticultura (khususnya budidaya semangka), ternyata dengan pengelolaan yang masih sederhana (belum optomal) baik dalam penggunaan pupuk kandang maupun pupuk anorganik lainnya, jika menggunakan pembenah tanah hasilnya dapat lebih baik. Penjabat Bupati Bulungan, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, serta Kepala Dinas Pertanian dan didampingi pejabat pemda, penyuluh, penyuluh swadaya dll dapat melakukan penen perdana cukup baik. (secara fisual) dapat dilihat pada gambar, namun untuk produksi belum terdata. Berdasarkan hasil tersebut, Dinas pertanian akan menganggarkan anggaran untuk budidaya cabai, hasilnya masih kita tunggu di informasi berikutnya. (F.H Prayitno, 2015