BUDIDAYA SEMANGKA INUL DI KECAMATAN CIRACAP Oleh : Rizki Aulia (BP3K Kecamatan Ciracap)PENDAHULUANSemangka merupakan tanaman semusim, yang buahnya banyak digemari karena memberikan rasa segar terutama jika dimakan pada waktu cuaca panas. Penanaman semangka umumnya dilakukan di lahan sawah setelah padi dengan memanfaatkan air irigasi, namun tidak menutup kemungkinan bila dibudidayakan di lahan keringSemangka inul adalah nama lain dari semangka pepaya hibrida, yaitu semangka yang memiliki bentuk dan ukuran persisi seperti pepaya. Bentuk buahnya lonjong dengan warna kulit hijau gelap dan berat buah rata-rata 2,5 – 3,5 kg. Tampilan buahnya yang unik dan praktis mampu memberikan kesan menarik untuk dimakan.Hal tersebut menjadi dasar bagi para petani semangka yang ada di Kecamatan Ciracapunutk mengembangkan semangka inul selain semangka bulat (oval). Dari total luas tanam 900 Hektar selama setahun, hampir setengah jumlah tersebut ditanami semangka jenis inul. Luas tanam terbanyak dilakukan pada musim penghujan ( Oktober – Maret) seluas 600 hektar pada lahan tegalan/perkebunan, dan 300 hektar setelah MT II padi sawah di lahan sawah.SYARAT TUMBUHSemangka biasanya di tanam pada dataran rendah dan akan berhasil baik bila ditanam dengan keadaan daerah sebagai berikut:Ketinggian 100-300 m dpl.Topografi datar, tekstur tanah berpasir atau lempung berpasir, struktur remah dan gembur, banyak mengandung bahan organik, pH berkisar 5,9-7,2. Tempat terbuka, penyinaran penuh dengan kisaran suhu 22′ C-30′C dan kelembaban kurang dari 80%. Rata-rata curah hujan 40-50 mm/bulan. TEKNIK BUDIDAYA1. Pengolahan tanah dan persiapan bedengan Pengolahan tanah untuk tanaman semangka sedikit berbeda dengan tanaman hortikultura lainnya. Bedengan dibuat dengan lebar 3 meter dan bagian yang diolah hanya 80-100 cm dari pinggir, sedangkan bagian tengahnya cukup dibabat saja. Tanah yang diolah dibuat guludan dan pada pinggir guludan dibuat saluran drainase dengan lebar 40 cm dan kedalaman ± 10-15 cm, yang nantinya digunakan untukmengairi/penyiraman. 2. Pembuatan lubang dan pemberian pupuk kandang Lubang tanam dibuat pada guludan dengan ukuran 20x20x20 cm, dan jarak antar lubang ± 1 meter. Pupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam sebanyak 2-3 kg setiap lubang dengan cara mencampurkan pada tanah galian lubang.3. PembibitanTanaman semangka ini ini dibibit melalui bijinya (generatif), ia tergolong cepat tumbuh. *Teknik Penyemaian Benih : Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu : a. Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya untuk mempermudah dalam proses pertumbuhannya b. Perendaman biji dalam suatu satuan obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP). Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan. c. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh . Diberi perlindungan/naungan Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu perkembangan bibit , dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 5-7 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan4.Penanaman Bibit semangka siap dipindahkan apabila telah muncul daun tengahnya (berumur 5-7 hari). Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disiapkan. 5. Pemeliharaan tanaman: Pemupukan. Pertumbuhan dan hasil tanaman semangka ditentukan oleh ketersediaan hara di dalam tanah, sehingga untuk memenuhi kebutuhannya diperlukan usaha pemupukan. Sebagai acuan pemupukan disajikan sebagai berikut : Semangka berbiji : Pupuk kandang diberikan sekali sebagai pupuk dasar. Per tanaman 3 kg. Dasar : ZA = 30 SP36 = 45 : KCl = 40 : Urea=15 Sus I : ZA = 10 SP36 = 10 : KCl = 10 : Urea = 5 Sus II : ZA = 50 SP36 = 25 : KCl = 35 : Urea = Sus III : ZA = 65 SP36= - : KCl = 15 : Urea = - Sus IV : ZA = 15 SP36 = - : KCl = - : Urea = - Total : ZA = 170 SP36 = 80 : KCl = 100 : Urea = 45 Total = 395 gr(gr/tan) Waktu pemupukan : Pupuk dasar 3 hari sebelum tanam, diaduk rata pada bedengan penanaman, kalau sistim koak diaduk sampai rata pada koakan. Susulan I 7-10 hari setelah pindah tanam diberikan di sisi kiri dan kanan tanaman atau sekitar tanaman (setengah lingkaran) dengan jarak ± 10-15 cm dari pangkal batang Susulan II 14 hari setelah pupuk susulan I. Diberikan pada bagian depan dari tanaman (arah menjalarnya tanaman) Jarak ± 20 cm. Susulan III 14 hari setelah pupuk susulan II, diberikan di belakang tanaman (dekat selokan) Jarak ± 20 cm. Susulan IV 10-14 hari setelah pupuk susulan III. Diberikan di sekitar tanaman. Jarak ± 20 cm. HAMA DAN PENYAKITHama1) ThripsBerukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida .2. Ulat perusak daunBerwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, tandaserangan daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian: dilakukan secara non kimiawi dan secara kimiawi.3) TungauBinatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman, membela diri dengan menggigit dan menyengat. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: dilakukan secara non-kimiawi dan dengan pestisida.4) Kutu putih dan Lalat buahCiri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercakbercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian : dilakukan secara non kimiawi (membersihkan lingkungan terutama pada kulit buah, tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul). Secara kimiawi : dengan obat-obatan. Penyakit1) Layu FusariumPenyebab:lingkungan/situasiyangkemungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dansubur, lambat laun akan. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dengan 2) secarakimiawi dilakukan penyemprotan bahan fungisida secara periodik.2) Bercak daunPenyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang.Gejala: permu kaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadicoklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium3) Karat daunPenyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium. Belum ditemukan obat yang tepat.PANEN Ciri-cirinya: setelah terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipanen. Masa panen dipengaruhi cuaca, dan varietas.Semangka inul dari satu pohon bisa memanen 2 – 3 buah semangka dengan berat rata-rata 2 – 3,5 kg.