semangka (citrullus lanatus ) merupakan buah asal afrika yang mudah dibudidayakan di indonesia. komoditas ini masih satu kerabat dengan melon, mentimun, dan labu-labuan. sama seperti kerabatnya, semangka kaya akan kandungan air sehingga cocok dikonsumsi di daerah tropis yang suhu udaranya cenderung panas. buah semangka dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar, supermarket dan kios buah di indonesia. buah semangka memiliki rasa yang manis, segar dan kandungan air yang cukup tinggi sehingga membuat semangka di gemari oleh seluruh lapisan masyarakat. tanaman semangka dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka muda untuk bahan sayur-mayur. semangka yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan bijinya, yang memiliki aroma dan rasa tawar, bijinya diolah menjadi makanan ringan yang disebut "kuwaci" (disukai masyarakat sebagai makanan ringan). kulit semangka juga dibuat asinan/acar seperti buah ketimun atau jenis labu-labuan lainnya. belakangan ini popularitas buah semangka sangat tinggi, tidak heran banyak petani yang memulai untuk membudidayakan semangka karena keuntungan yang didapat dari membudidayakan semangka sangat tinggi, dapat melebihi 100% dari total jumlah produksi. pak suman, seorang petani tanaman pangan dan hortikultura yang ulet dan tekun di desa malangjiwan kecamatan colomadu. kehidupannya hanya mengandalkan hasil pertanian, luas lahan yang dimiliki sekitar 2 hektar. beliau bercerita tentang pengalaman usahataninya. awalnya, lahan miliknya ditanami padi dan ditanami hortikultura seperti terong, tomat dan pare. karena pendapatan yang diperoleh kurang memuaskan, beliau beralih ke tanaman semangka. budidaya tanaman semangka tidak memerlukan banyak air dan dapat tumbuh subur ditanah kering. bertani semangka selain menguntungkan secara ekonomi, umur tanaman juga tidak terlalu lama, semangka bisa dipanen pada umur 65 -70 hr setelah tanam. pak suman bertanam semangka seluas 0,75 hektar. pemupukan dilakukan 4 kali (setiap 10 hari sekali). pupuk yang digunakan adalah phonska, kno3 merah, mutiara, za, dan kno3 putih. setiap batang tanaman hanya dijadikan satu buah saja sehingga bobot buah bisa mencapai 9-13 kg. berikut beberapa langkah selain pemupukan yang dilakukan di dalam budidaya semangka : persiapan lahan. tahap awal sebelum budidaya semangka adalah dipersiapkan lahan bersih dari sekam padi , tepi lahan dibuatkan parit, jarak antar parit ke parit yg lain 3 m (disesuaikan dengan luas lahan) kedalaman parit 30 cm dan lebar 30 cm, bila tanah tingkat keasaman tinggi berikan sedikit kapur pertanian. pembibitan dan persemaian. bibit yang unggul dari biji yang dapat dibeli di toko pertanian. rendam biji dalam air selama 6–8 jam kemudian semaikan dalam media semai dari campuran tanah, pupuk kandang/kompos, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. di siram secara rutin sampai keluar 2–3 daun atau sekitar 12–14 hari baru bibit sudah siap dipindah ke lahan tanam. pemindahan bibit dilakukan sore hari dengan plastik polybag tidak ikut ditanam. penanaman dilakukan sore hari saat matahari tidak terik. panas matahari berlebih bisa mematikan tanaman muda. dimasukkan setiap lubang tanam dengan satu atau dua bibit. siram secara berkala setiap pagi da sore hari selama 2 minggu berturut-turut. pemeliharaan. dilakukan penyuluran ranting agar tanaman semangka berbuah lebat dan sehat. jika terjadi serangan hama maka bisa langsung terlihat dan bisa cepat ditangani. selanjutnya yang tak kalah penting adalah pendangiran saat tanaman terserang gulma. pengairan diberikan secara berkala, pada saat tanaman mulai kekeringan dan cuaca sangat panas, pengairan dilakukan secukupnya janngan sampai tergenang, karena tanaman bisa membusuk. semangka sudah bisa dilakukan pemanenan pada umur 65–70 hari setelah tanam. ciri-cirinya setelah terjadi perubahan warna buah, batang buah mulai mengecil, waktu pemanenan dilakukan pada saat cuaca cerah supaya buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpanan,hasil panenan langsung ditebas.