Loading...

BUDIDAYA SORGUM PADA LAHAN KERING

BUDIDAYA SORGUM PADA LAHAN KERING
BUDIDAYA SORGUM PADA LAHAN KERING Sorgum (sorghum spp) adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Keunggulan terletak pada daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan terhadap kekeringan, produksi tinggi dan sedikit lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibanding dengan tanaman pangan yang lain. Menanam sorgum lebih mudah, kebutuhan benih hanya 4-5 kg/ha, umur panen lebih cepat yaitu hanya 4 bulan, dan dapat diratun sehingga untuk sekali tanam dapat dipanen beberapa kali. Sorgum termasuk tanaman rerumputan kekar dengan tinggi mencapai 0,5-6m, batang tunggal padat tanpa rongga, panjang daun 30-135cm dan lebar 1,5-15cm dan sistem perakaran memanjang sampai kedalaman 1,5m kedalam tanah, dimana 90% dari jumlah akar terletak pada kedalaman sampai 90cm dari permukaan tanah. Biji sorgum berbentuk bulat dan memiliki warna bervariasi seperti putih, kuning pucat, merah, coklat, sampai ciklat tua keunguan. Sorgum mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata sebagai tanaman penghasil bahan pangan dan pakan ternak. Sistem pengolahan tanah bagi sorgum sebaiknya dilakukan sama seperti pengolahan tanah pada jagung, waktu tanam sorgum sebaiknya diatur dengan baik agar pebungaan tanaman terjadi pada saat hujan mulai berkurang dan pemasakan biji bersamaan pada musim kemarau. Penulis : ANDREAS E. EDO, STP / BPP ILE APE PENYULUH PERTANIAN MUDA