BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) KECAMATAN BUNGKAL – KABUPATEN PONOROGO Tanaman jahe sudah terkenal sebagai bahan obat & penghangat. Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) & lain-lain. Beriykut adalah Cara Budidaya tanaman Jahe.Salah satu cara budidaya jahe dengan media karung atau polybag tidak ribet dan tidak memakan tempat besar namun hasilnya bisa tinggi. Misalnya jika menggunakan tanah di kebun, hasil yang didapat untuk sekali panen hanya 1-3 kg, sementara di dalam Karung bisa lebih dari 10 kg.Keuntungan lainnya, waktu tanam menggunakan media karung atau polybag lebih singkat, hanya 8-10 bulan. Sementara di dalam lahan kebun harus lebih dari satu tahun. Selain itu, lahan di kebun kurang bagus jika terus-terusan ditanam jahe, kualitas tanah akan berkurang, panas, dan unsur haranya habis.Keuntungan menggunakan karung atau polybag simpel. Dia memberikan estimasi pengeluaran dan hasilnya, misalnya untuk satu karung diisi cukup dengan satu tunas dengan harga bibit kisaran Rp.1.000 hingga Rp.1.500 Dalam waktu 8 hingga 10 bulan atau paling lama 1 tahunan, bisa menghasilkan rata-rata 10 kg/Karung dan 5 Kg/Polybag "Keuntungannya bisa dihitung sendiri, harga per kilogram jahe yang cukup tinggi dikalikan dengan jumlah karung yang tersedia.Faktor yang Memungkinkan Budidaya Jahe ini menguntungkan, mari kita urai beberapa yang mungkin akan menjadi faktor menguntungkan atau mendukung keberhasilan budidaya tanaman jahe A. SIFAT TANAMAN JAHE 1. Tidak membutuhkan banyak sinar matahari2. Tumbuh rimpang bertumpuk-tumpuk3. Tidak mengenal musim4. Bisa ditanam di mana saja baik di halaman rumah, tritisan atau buritan5. Biaya murah6. Mudah dilakukan B. PERSIAPAN SEBELUM MENANAM 1. Media Tanama. Tanahb. Pupuk Organikc. Sekamd. Karung2. Cara Kerjaa. Perbandingan tanah, pupuk organic, dan sekam : 1 : 1 : ½b. Campur seluruh bahan sampai merata kemudian masukkan ke dalam karungc. Masukkan bibit jahe yang sudah siap tanamd. Kemudian siram dengan air sampai lembab C. PROSES PEMBIBITAN TANAMAN JAHE 1. Rimpang masukkan plastik/sak, semprot POC, ditaburi dengan abu dapur2. Setelah tumbuh tunas, segera potong tunas-tunas tersebut3. Tunas-tunas yang telah di potong masukkan ke dalam baskom4. Kemudian ditanam ke dalam media tanam yang telah disiapkan5. Setelah 1-2 bulan tinggi tanaman bisa mencapai 10-15 cm D. PEMUPUKAN DAN PERAWATAn 1. Pemupukan dasar dilakukan bersama tanam2. Penyiraman dimulai hari ke 5 setelah tanam , siram setiap 5 hari sekali 3. Waktu penyiraman jam 15.00 - malam 4. Jika ada indikasi penyakit segera lakukan pencegahan5. Setelah umur 2 atau 3 bulan akan muncul tunas baru dan rimpang jahe akan kelihatan 6. Lakukan pengurukan dg campuran tanah/waled + bokashi + 10 cm7. Lakukan hal tersebut diatas untuk 1 bulan kedepan dan seterusnya E. WAKTU PEMANENAN 1. Jahe bisa dipanen setelah 8 bulan2. ika ingin hasil lebih banyak , bisa sampai 1,5 tahun 3. Prediksi hasil panen tiap batang 5- 10 kg 4. Tajalamrung umur 8 bln sampai 25 kg, umur 1,5 th sampai 40 kg 5. Tajalambe (1,5 x 3 m ) umur 1,5 th sampai 1 ton Sumber Data : BPP Kec. Bungkal, Kab. Ponorogo