kunci sukses usahatani jeruk tidak hanya bergantung pada bibit unggul, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi, penyiapan lahan dan pemeliharaan tanaman. a. pemilihan lokasi tinggi tempat: meskipun adaptasinya luas, beberapa kelompok jeruk berproduksi optimal hanya jika ditanam di dataran rendah (-/+ 400 m dpl) : bw, sebagian besar varietas siam, keprok tejakula dan madura. iklim: tanaman jeruk menghendaki sinar matahari penuh (bebas naungan), suhu 13 – 35°c (optimum 22 – 23°c), curah hujan 1.000 – 3.000 mm/th (optimum 1.500 – 2.500 mm/th), dan bulan kering (< 60 mm) selama 2 – 6 bulan (optimum 3 – 4 bulan berturut-turut). tanah: lahan ideal yaitu memiliki lapisan tanah yang dalam, hingga kedalaman 150 cm tidak ada lapisan kedap air, kedalaman air tanah ± 75 cm, tekstur lempung berpasir, dan ph ± 6. jika ph tanah dibawah 5, unsur mikro dapat meracuni tanaman dan sebaliknya tanaman akan kekurangan jika ph diatas 7. b. pemilihan benih benih bermutu baik memiliki kriteria : hasil okulasi mata tempel dari blok penggandaan mata tempel (bpmt) pada batang bawah japansche citroen (jc) di dalam polibag, berlabel, tinggi tanaman ± 75 cm, dan pertumbuhan serta perakarannya normal. c. penyiapan lahan dan pemeliharaan pengolahan tanah dan penanaman: sebelum tanam, lahan dibebaskan dari batuan dan pohon besar. untuk lahan sawah dan pasang surut, bidang tanam diolah menjadi surjan atau tukungan (gundukan = jawa), sedangkan di lahan kering dibuat lubang tanam (dalam = 0,75 m, lebar atau panjang = 0,6 m). jarak tanam 5 x 4 m2 (jeruk keprok), 5 x 6 m2 (jeruk manis), dan 6 x 7 m2 (pamelo). baris tanam diatur sejajar arah timur – barat agar penyebaran sinar matahari optimal. penutup lubang tanam dicampur pupuk kandang ± 20 kg/lubang atau dibuat campuran 3 bagian tanah + 1 bagian pasir + 2 bagian pupuk kandang jika tanahnya berat. tambahkan 1 kg dolomite jika ph tanah < 5,5. pengaturan cabang: arsitektur pohon jeruk perlu dibangun sejak dini dengan cara mengatur percabangan berpola 1 – 3 – 9. setiap pohon terdiri 1 batang utama yang mendukung 3 cabang primer, dan setiap cabang primer mendukung 3 cabang sekunder. pengairan: saat pertumbuhan vegetatif baru, pembungaan dan pembentukan buah harus tersedia cukup air, dan setelah panen lahan dikeringkan sekitar 3 bulan guna memicu pembungaan. semakin besar ukuran tanaman atau semakin kasar tekstur tanah, semakin banyak air yang dibutuhkan. pemupukan: produksi optimal bisa dicapai jika tanaman tidak hanya diberi pupuk buatan tetapi juga pupuk organik. tanaman muda banyak membutuhkan pupuk n, tetapi saat memasuki usia produktif perlu n, p dan k yang berimbang. rekomendasi umum pemupukan tanaman jeruk di kecamatan way jepara: umur 0 thn dosis (gr/pohon) n - p2o5 - k2o = 10-10-5 diberikan 3-4 kali per tahun umur 1 thn dosis (gr/pohon) n - p2o5 -k2o = 20-30-10 diberikan 3-4 kali per tahun umur 2 thn dosis (gr/pohon) n - p205-k2o = 40-50-20 diberikan 3-4 kali per tahun umur 3 thn dosis (gr/pohon) n - p2o5 - k2o = 80-50-40 diberikan 3-4 kali per tahun umur 4 thn dosis (gr/pohon) n - p2o5 - k2o = 120-50-40 diberikan 3-4 kali per tahun umur 5 thn dosis (gr/pohon) n - p2o5 - k2o = 160- 60-50 diberikan 3-4 kali per tahun umur > 5 thn dosis (gr/pohon) n - p2o5 - k2o = 0,8-0,4-0,8 persen dari bobot panen dari dosis pupuk per ha dan diberikan 2 kali per tahun. penjarangan buah: kegiatan ini bertujuan menghasilkan buah bermutu tinggi dan menjaga kestabilan produksi. caranya yaitu sisakan 2 buah per tandan menggunakan gunting pangkas. pengendalian hama penyakit: sampai sekarang penyakit cvpd (huanglongbing) belum bisa disembuhkan. pencegahanya adalah dengan menanam bibit yang sehat dan mengendalikan serangga kutu loncat (diaphorina citri). panen: panen dilakukan saat buah mencapai kematangan optimal, sekitar 8 bulan dari pembungaan dan nilai brix sari buah sebesar 10%. sumber: http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/panduan-budidaya-tanaman-jeruk/ penulis :utara sp, koorluh bpp kec. way jepara kabupaten lam-tim.