Loading...

BUDIDAYA TANAMAN JERUK SIAM DI PEMATANG SAWAH

BUDIDAYA TANAMAN JERUK SIAM DI PEMATANG SAWAH
Kabupaten Paser, Kalimantan Timur merupakan daerah yang melaksanakan kegiatan pengembangan tanaman jeruk, terutama dengan memanfaatkan pematang sawah. Salah satu kelompok tani yang melaksanakan penanaman jeruk di pematang sawah adalah kelompok Jaya Asih, Desa Suliliran Baru Kecamatan Paser Belengkong. Minat petani cukup besar untuk menanam jeruk di pematang sawah karena sebagai sumber penghasilan tambahan selain dari padi, jeruk berbuah hampir sepanjang tahun dan pemeliharaannya juga mudah. Dari penuturan pak Ikin petani jeruk, bahwa di puncak produksi sekarang saat umur tanaman 5 tahun, produksi jeruk siam mencapai 5 ton/ hektar hanya dari 175 pokok tanam dengan harga jual buah jeruk sepuluh ribu per kilo. Maka omset petani cukup lumayan yaitu 50 juta setahun. Karena itu bagi yang berminat menanam jeruk di pematang sawah perlu kita pelajari cara budidayanya agar dapat hasil maksimal. Jeruk (Citrus, sp) adalah tanaman yang berasal dari Asia khususnya Cina. Jenis jeruk yang banyak dikembangkan adalah jeruk siam (kulit buah tipis) dan jeruk keprok (kulit buah tebal) contoh jeruk Borneo. Syarat tumbuh : curah hujan 1.500/tahun, pH tanah antara 5- 7,5, ketingian tempat 0-700 m dpl (untuk jeruk siam) dan 700-1200 m dpl (untuk jeruk keprok), tanah berstruktur remah dan gembur. Perbanyakan Tanaman dengan cara Generatif menggunakan biji dan secara Vegetatif dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel (okulasi). Sebaiknya gunakan bibit secara vegetative. Persiapan Lahan, lahan sawah umumnya mempunyai pematang yang ukurannya cukup bervariasi antara 0,5 – 2 meter, dan kebanyakan belum dimanfaatkan, oleh sebab itu sebaiknya pematang tersebut digunakan untuk menanam jeruk. Lahan dipersiapkan dalam rangka memenuhi kebutuhan akan zat hara yang diperlukan tanaman. Jarak tanam antar tanaman 5 x 5 m (jeruk siam). Buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm hingga 1x1x1 m. Sedangkan apabila tanaman jeruk ditanam dipematang yang ukurannya masih kurang lebar, maka perlu diperlebar secara bertahap sesuai ukuran jarak tanam yang dianjurkan dan lebar tajuk tanaman. Cara Pembuatan lubang tanam, tanah lapisan atas dan bawah dipisahkan, kemudian dicampur pupuk kandang 20 kg atau 1 kaleng. Lubang dibiarkan terbuka selama dua minggu. Satu minggu menjelang tanam, tanah dikembalikan sesuai dengan asalnya. Pemeliharaan dilakukan antara lain : Pelebaran pematang sawah, dilakukan 2-3 kali setahun, bisa dilakukan bersamaan kegiatan penyiangan dan pemupukan. Pengairan dilakukan sesuai dengan kebutuhan air berdasarkan pada fase pertumbuhan adalah sebagai berikut: diperlukan banyak air pada fase setelah panen, tumbuh tunas, kuncup bunga dan pembesaran buah. Air diperlukan dalam jumlah sedang pada saat buah gugur secara alami dan setelah pemupukan. Air diperlukan dalam jumlah sedikit pada fase menjelang berbunga dan menjelang panen.Pada musim kemarau perlu dilakukan pengairan/penyiraman setiap pagi dan sore hari. Penyiangan, tanaman jeruk sebaiknya dibebaskan dari segala macam gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiangan dilakukan sebulan sekali bersamaan dengan pemangkasan, pemetikan buah yang tererang hama penyakit dan penjarangan buah. Pemupukan, pada saat pemberian pupuk sebaiknya tersedia air agar pupuk yang diberikan mudah terserap oleh akar tanaman. Pupuk ditaburkan dalam parit bentuk melingkar dibawah tajuk tanaman sedalam 20 cm kemudian tutup dengan tanah. Pada umur tanaman jeruk 1-3 tahun, perlu dipupuk 20 kg pupuk kandang, pupuk urea 160-260 gr/tanaman, pupuk SP36 200-330gr/tanaman, pupuk KCl 150-240 gr/tanaman. Pada umur tanaman jeruk 4-6 tahun, perlu dipupuk 20 kg pupuk kandang, pupuk urea 260-330 gr/tanaman, pupuk SP36 330-420 gr/tanaman, pupuk KCl 240-300 gr/tanaman. Pada umur tanaman jeruk 7-10 tahun, perlu dipupuk 40 kg pupuk kandang, pupuk urea 500-650 gr/tanaman, pupuk SP36 625-830 gr/tanaman, pupuk KCl 450-600 gr/tanaman. Pada umur tanaman jeruk lebih 10 tahun, perlu dipupuk 40 kg pupuk kandang, pupuk urea 650-975 gr/tanaman, pupuk SP36 830-1250 gr/tanaman, pupuk KCl 600-900 gr/tanaman. Pemangkasan pertama pada tunas batang bawah, untuk menghindari persaingan pada sambungan tunas atau okulasi. Pemangkasan selanjutnya dilakukan untuk membentuk tajuk pola 1:3:9. Pemangkasan juga bertujuan untuk mengurangi kerimbunan, menghilangkan tunas air, menghilangkan ranting yang sakit, kering dan tidak produktif. Gunakan gunting pangkas. Penjarangan buah, tanaman jeruk mulai berproduksi pada umur 1,5 tahun, buah pertama sebaiknya dibuang, banyaknya buah agar diatur penyebarannya di pohon dan sesuai dengan kemampuan batang tanaman. Penjarangan bertujuan agar tanaman kokoh, berumur panjang dan tidak mudah terserang hama penyakit. Pengendalian Hama Penyakit yang menyerang antara lain Hama Kutu Loncat (Diaphorina citri Kuw), Hama ulat penggorok daun (Phyllochnistis citrella), Hama Kumbang Badak, Penyakit CVPD, Penyakit Tristesa. Pengendalian hama dan penyakit dengan cara sanitasi kebun, musnahkan tanaman yang terserang, pangkas daun-daun yang terserang kemudian dibenam atau dibakar, gunakan musuh alami, kendalikan vector serangga dan gunakan pestisida yang sesuai. Panen, Pemetikan buah jeruk sebaiknya digunakan dengan gunting pangkas dengan menyisakan sedikit tangkai pada buah jeruk. Waktu panen dilakukan pagi hari pada saat embun sudah hilang atau sore hari. Sumber :Folder Budidaya Jeruk (Citus sp), 2011. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah. Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian. Ditulis oleh : Saprina Ismita,SP. Penyuluh Pertanian Muda di UPT BPP Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser. Kaltim.