Loading...

Budidaya Tanaman Kedelai di BPP Kecamatan Karanganyar

Budidaya Tanaman Kedelai di BPP Kecamatan Karanganyar
Teknis budidaya tanamn kedelai merupakan suatu hal yang penting dalam produksi kedelai selain syarat tumbuh tanaman kedelai, dengan mengetahui morfologi anaman kedelai akan lebih mudah juga dalam menentukan keputusan keputusan tekait teknis budidaya yang akan dilakukan. Untuk pemilihan benih yang harus diperhatikan adalah umur panen, ukuran dan warna biji, bersifat aditif.Cara tanam yang terbaik untuk mendapatkan produktifitas yang tinggi yaitu dengan membuat lubang tanam memakai tugal dengan kedalaman antara 1,5 – 2 cm. Setiap lubang tanam diisi sebanyak 3 – 4 biji dan diupayakan 2 biji bisa tumbuh. Jarak tanam yang bisa digunakan adalah 40 cm x 10 cm. Populasi tanaman kedelai yang optimal berkisar 400.000 sampai dengan 500.000 tanaman perhektar. Benih kedelai akan mulai tumbuh setelah 5 – 6 hari. Apabila setelah masa tersebut ada beberapa benih yang tidak tumbuh dengan baik, bisa dilakukan penyulaman dengan mengganti dengan benih yang baru. Penyulaman tanaman kedelai dilakukan segera dan menggunakan benih yang memiliki varietas yang sama. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tidak terjadi proses pelayuan. Keterlamabatan penyulaman akan mengakibatkan tingkat pertumbuhan tanaman yang jauh berbeda. Untuk mengurangi penguapan tanah pada lahan dapat digunakan mulsa jerami kering. Mulsa ditebarkan diantara barisan tempat penanaman benih dengan ketebalan antara 3 cm sampai dengan 5 cm. Tanaman kedelai sangat memerlukan air saat fase perkecambahan (0 – 5 hari setelah tanam), stadium awal vegetative (15 -20 hari setelah tanam) , masa pembungaan dan pembentukan biji (35 – 65 hari setelah tanam). Pengairan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Pengairan dilakukan dengan menggenangi saluran drainase selama 15 – 30 menit. Kelebihan air dibuang melalui saluran pembuangan. Jangan sampai terjadi tanah terlalu becek atau bahkan kekeringan. Pemupukan tanaman kedelai dilakukan sebanyak dua kali. Jumlah pupuk per hektar Urea 50 kg , SP 36 100 kg , Kcl 50 kg. Cara aplikasi pemupukn tanaman kedelai yaitu :1. Pemberian pupuk dasar dilakukan satu minggu sebelum benih ditanam dengan dosis 1 kg pupuk urea, 7,5 kg pupuk NPK dan 2,5 kg pupuk KCL.2. Aplikasi pupuk oranik dilakukan secara larikan pada barisan yang akan ditanami benih kedelai, dan untuk tanaman yang menggunakan system monokultur pupuk diberikan dengan dosis 50 kg pupuk urea dan 50 kg pupuk kcl. Penyiangan tanaman kedelai dilakukan setelah tanaman kedelai berumur 2 sampai 3 minggu setelah tanam untuk penyiangan yang pertama, dan pada umur 6 minggu padatau mulai tanaman kedelai berbunga unuk penyiangan kedua, sedangkan untuk penyiangan ketiga dilakukan setelah pemupukan keduaPembumbunan pada tanaman kedelai dilakuakan untuk vrietas tertentu yang mempunai sifat pertumbuhan banyak cabang, mudah rebah karena akarnya dangkal. Pembumbunan ini dilaksanakn setelah penyiangan kedua dan setelah pemupukan susulan.Pengendalian hama dan penyakit tanaman kedelai mutlak diperlukan agar hasil tanaman tetap terjaga baik kualitas maupun kuantitas kedelainya. Pengendalian hama dan pnyakit tanaman kedelai juga harsu selalu memperhatikan ambang batas ekonomi dari kerussakan yang diakibatkan oleh serangan oragnisme penggangu tanaman baik oleh hama ataupun penyakit. Pengendalian dengan aplikasi insektisida juga harus memperhatikan prinsip tepat waktu, tepat jenis, tept dosis, tepat guna, tepat hasl.Panen dan paska panen kedelai juga merupakan factor yang penting yang dapat menentukan produktivitas kedelai, yaitu penanganan panen dan paska panen yang benar. Adapun hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain saat dan umur panen, penjemuran, pembijian, pembersihan biji, dan penyimpanan biji. Dengan teknis budidaya yang baik, yang dikombinasikan dengan syarat tumbuh tanaman kedelai yang sudah memenuhi, maka hasil tanaman akan dapat optimal, dan keuntungan yang didapat ketika pertanian system komersial yang diambil pun juga akan semakin tinggi. Sumber : Hasya Budi K, Muhamad Firdaus B.Y. dan Wahyu W. Makalah Budidaya Tanaman Kedelai Fakults Pertanian, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.