BUDIDAYA TANAMAN PANGAN DI ANTARA TANAMAN KAKAO Tanaman kakao (theobrema cacao.L) merupakan komoditas penting bagi perekonomian di Sulawesi Tenggara, karena merupakan komoditas ekspor. Luas tanaman kakao di Sulawesi Tenggara 14,9% dari luas tanaman kakao di Indonesia 1,7 juta ha (2017). Gelar teknologi dalam rangka hari pangan sedunia (HPS) ke-39 yang dilaksanakan di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar pada areal lahan perkebunan kakao masyarakat, dimana ke giatan HPS kali ini Kementerian Pertanian ingin mengembangkan sektor perkebunan (kakao) yang di tumpangsari oleh tanaman pangan, pemerintah juga berharap petani dapat memamfaatkan lahan perkebunannya secara maksimal dalam memenuhi kesejateraan keluarganya. Tanaman kakao mulai berproduksi pada umur 2,5-3 tahun tanaman kakao mencapai produksi maksimalnya pada umur 5-13 tahun, dan selanjutnya akan mengalami penurunan produksi,. untuk menangani tanaman kakao yang sudah tua maka dilakukan peremajaan yaitu dengan sambung samping dimana dilakukan dengan mengurangi cabang atau batang, sedangkan untuk tanaman kakao yang rusak dilakukan penanaman bibit baru sehinggah pada sela-sela antara tanaman kakao menjadi terbuka. Hal ini menunjukan tersedia potensi lahan yang cukup luas pada perkebunan kakao yang diremajakan dan dapat dimamfaatkan untuk tanaman pangan. Tanaman pangan komoditas aneka kacang yang berpeluang dibudidayakan pada lahan perkebunan kakao yang diremajakan adalah kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan kacang tunggak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tersebut adalah: penggolahan tanah dilakukan tanpa olah tanah (TOT) agar tidak merusak perakaran tanaman kakao. Varietas yang ditanam memiliki karakter toleran naungan dan kekeringan. Penambahan pupuk organik untuk mendukung perkembangan perakaran tanaman aneka kacang, sebagai sumber unsur hara, serta meningkatkan kapasitas tanah menahan air. Penambahan kapur pertanian. Penanaman aneka kacang pada lahan perkebunan kakao selain secara monokultur dapat juga dilakukan dengan sistem tumpangsari misalnya tumpangsari padi gogo dan kedelai (pagole) serta varietas tanaman yang sesuai yaitu yang berumur genjah. Penulis: ILHAM, SST (penyuluh pertanian BPP Lamooso, Kec. Angata)