BUDIDAYA TANAMAN REFUGIA SEBAGAI PENGENDALI OPT PADI
Keberhasilan pengendalian hama pada tanaman secara alami bergantung pada sejauh mana kelestarian dari agroekosistem dan peranan tiap komponen yang ada pada suatu lokasi pertanaman. Peranan pestisida kimia sintetis semakin mendominasi dan memperbesar ketergantungan petani terhadap cara kimiawi yang dianggap ampuh, praktis dan bereaksi cepat pada sasaran. Namun disisi lain berbagai efek buruk yang ditimbulkan seperti kontaminasi bahan aktif dan residu pada produk pertanian yang dapat mengganggu kesehatan manusia, musnahnya musuh alami hingga memburuknnya kondisi lingkungan akibat aplikasi bahan kimia sintetis yang tidak terkendali. Salah satu solusi indah yang ditawarkan alam adalah dengan pemanfaatan Tanaman Refugia. Tanaman Refugia adalah pertanaman beberapa jenis tanaman yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid (Nentwig, 1998; Wratten et al., 1998). Umumnya tanaman refugia ditanam di pinggir guludan atau diluar pertanaman secara memanjang dan berbunga mencolok. Serangga-serangga musuh alami seperti kumbang, lebah, semut, dan serangga hama seperti thrips, kupu-kupu sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga dengan warna mencolok serta berbau. Praktek penanaman tanaman Refugia diadakan pada hari Sabtu, 04 Agustus 2018 jam 07.30 WIB di lokasi sawah milik bapak Karsun selaku pengurus kelompok Sri Rahayu Desa Tajug Kecamatan Karangmoncol, dengan jenis tanaman Refugia yang di tanam antara lain :1. Bunga Matahari sejumlah 50 batang2. Bunga Kertas sejumlah 250 batang3. Bunga Kenikir sejumlah 150 batang4. Bunga Pukul Delapan sejumlah 50 batangTotal tanaman Refugia yang ditanam berjumlah 500 batang. Penanaman dilakukan di pematang sawah sepanjang jalan sebelah selatan Balai Desa Tajug kecamatan Karangmoncol. Tanam dilakukan oleh 6 orang petani dan dibantu oleh Penyuluh Wilbin dan Petugas POPT, sehingga dalam waktu setengah hari (pukul 08.00 – 12.00) selesai proses penanaman. Penanaman bertepatan pada waktu musim kemarau, sehingga perlu rutin tanaman disiram oleh petani, hal ini bertujuan agar tanaman Refugia tidak layu karena kekurangan air, sehingga setiap pagi dan sore tanaman wajib disiram.