Loading...

Budidaya Tanaman Sawo Melalui Cangkok

Budidaya Tanaman Sawo Melalui Cangkok
LATAR BELAKANG Tanaman sawo (Manilkara zapota) telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman pekarangan, tanaman pelindung dan penahan erosi serta sebagai tanaman obat. Di beberapa daerah tanaman ini diusahakan di areal yang cukup luas. Sampai saat ini kebanyakan masyarakat belum memelihara tanaman sawo secara intensif, sehingga produksi tanaman tidak maksimum. Disamping itu bibit yang dipakai kebanyakan masih merupakan bibit asal biji yang produksi sehingga kualitas buahnya berbeda dengan tanaman induknya. Pada kali ini kita akan mencoba mengupas tentang pelaksanaan pencangkokan sawo Mencangkok merupakan teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Pada teknik ini tidak dikenal istilah batang bawah dan batang atas. Teknik ini relatif sudah lama dikenal oleh petani dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada cara mencangkok akar tumbuh ketika masih berada di pohon induk. Media untuk mencangkok adalah cocopit atau serbuk sabut kelapa, cacahan sabut kelapa, campuran kompos/pupuk kandang, kompos kulit kopi, serbuk gergaji , serta lumut dan tanah bertekstur ringan dengan perbandingan 1:1. Waktu pelaksanaan pencangkokan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, sehingga cangkokan tidak kering. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga. Keberhasilan pencangkokan tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain : umur dan ukuran batang, media, waktu pencangkokan dan jenis tanaman. Makin besar diameter batang, akar yang terbentuk juga akan menjadi lebih banyak, hal ini disebabkan karena permukaan bidang perakaran menjadi lebih luas. Umur batang sebaiknya masih cukup muda (berwarna coklat/coklat muda) karena batang yang sudah tua (berwarna abu-abu) umumnya lebih sulit dan lambat membentuk akar. Disamping ukuran dan umur batang, media juga sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan akar cangkokan. Akar cangkokan dapat berkembang dengan baik bila medianya memiliki aerasi yang baik dan mampu menyediakan kelembaban yang cukup. Selain itu, suhu media tidak boleh terlalu tinggi. Penambahan bahan organik pada media cangkokan dapat meningkatkan keberhasilan cangkokan dan meningkatkan jumlah akar yang terbentuk. Cara mencangkok 1. Memilih cabang atau ranting yang tidak terlalu muda atau tua. 2. Kupas cabang hingga bersih sepanjang 4-9 cm. 3. Tutup dengan campuran pupuk kandang dan tanah kemudian bungkus dengan plastik atau serabut kelapa, ikat kedua ujungnya. Bila menggunakan plastik lubangi bagian bawah dengan menggunakan paku. 4. Siram setiap pagi dan sore dan jaga kelembapan. 5. Setelah akarnya banyak potong dari induknya, dipisahkan dantanaman buah tersebut bisa ditanam di tempat yang telah ditentukan. Keuntungan Mencangkok : - Hasilnya sama dengan pohon Induk - Cepat menghasilkan Buah - Pohonnya pendek Kelemahan Mencangkok : - Pohon induk rusak karena banyak cabang yang diambil untuk dicangkok -Tanaman hasil cangkokan tidak memiliki akar tunggang dan perakaran tanaman dangkal. PENULIS : Y. TINO GUNAWAN