Selada (Lactuca sativa) merupakan sayuran daun yang tergolong ke dalam genus Lactuca. Selada ini termasuk tanaman semusim yang memiliki berbagai bentuk, khususnya bentuk daun. Tanaman ini banyak dibudidayakan petani terutama di daerah dataran tinggi atau sekitar pegunungan. Budidaya selada hidroponik merupakan cara baru dalam teknik penanaman yang dilakukan tanpa media tanah. Teknik ini pada dasarnya hanya memanfaatkan air sebagai media tumbuh tanaman. Sistem Hidroponik menggunakan air lebih efisien, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas. Jika dibandingkan dengan penanaman secara konvensional, hidroponik lebih dapat memberi keuntungan seperti pemanfaatan lahan sempit, pemeliharaan tanaman yang tergolong mudah dan hasil panen higienis sehingga sayuran yang dipanen lebih bersih dan sehat. Penyiapan Larutan Nutrisi Nutrisi yang paling sering dipakai dalam hidroponik adalah nutrisi A dan nutrisi B karena nutrisi ini memiliki kandungan unsur hara yang beragam. Cara Untuk budidaya hidroponik adalah : nutrisi A dilarutkan dalam 5 liter air, nutrisi B juga dilarutkan dalam 5 liter air. Selanjutnya masing-masing nutrisi A dan B diambil 5 ml lalu dilarutkan dalam 1 liter air. Larutan inilah yang digunakan sebagai nutrisi langsung untuk tanaman. Kemudian Siapkan alat dan Bahannya terlebih dahulu: Gergaji Besi Sprayer/Penyemprot air Pinset Rockwool Benih Selada Hijau Sistem Hidroponik (Wick Sederhana) cara pembenihan dan penanaman tanaman selada Rendam benih menggunakan air biasa selama 12-24 Jam Setelah 12-24 Jam, benih akan sprout seperti pada gambar di bawah ini. Siapkan media tanam, potong rockwool setebal 2,5 cm. Iris memanjang sedalam kurang lebih 1 cm menjadi 3 bagian dan iris melintang menjadi 6 bagian sedalam 1 cm. Lihat gambar di bawah ini untuk detailnya. Lubangi setiap kotak rockwool menggunakan tusuk gigi atau dengan pinset. Taruh benih ke dalam lubang dengan posisi kecambah di bawah (1 lubang diisi 1 benih) Setelah semua lubang terisi, basahi rockwool menggunakan sprayer/semprotan dengan kekuatan air yang lembut. Taruh semaian di tempat terbuka yang cukup sinar matahari. Pada tahap ini adalah tahap perawatan semai, jaga rockwool agar tetap lembab (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering) Setelah berumur 12 atau sesudah berdaun 4, waktunya untuk dipindah ke sistem hidroponik (pindah tanam) Pisahkan/potong rockwool berdasarkan irisan yang dibuat pada step awal. Apabila susah untuk memisahkan rockwool, maka bisa menggunakan cutter untuk memotong rockwool sampe terpisah. Taruh potongan rockwool ke dalam netpot yang sudah dikasih flanel (sumbu) Letakkan netpot ke dalam sistem hidroponik, kali ini kita menggunakan Mini Rakit apung atau ada yang menyebutnya sistem WICK. Pada tahap ini, kepekatan nutrisinya adalah 600 ppm. Tahap selanjutnya adalah pembesaran. Yang perlu diperhatikan pada tahap-tahap ini adalah kepekatan nutrisi harus dijaga tetap stabil dan jangan sampai kekeringan atau kehabisan air nutrisi. Setelah selada umur 10 HST, kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 800 ppm Kepekatan nutrisi dinaikan lagi menjadi 1.000 ppm apabila sudah memasuki umur 15 HST. Setelah memasuki umur 20 HST, naikkan kepekatan nutrisi menjadi 1200 ppm. Usahakan bak air nutrisi tetap bersih, apabila sudah ada kotoran atau keruh, ganti dengan air nutrisi yang baru. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi oleh akar dan akan menentukan pertumbuhan tanaman. Panen Panen dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 40 sampai 45 hari setelah semai, pemanenan dilakukan dengan cara dipotong maupun dicabut sampai akarnya, setelah itu bagian akar selada dicuci sampai bersih dan membuang daun yang rusak. Harus diketahui bahwa selada daun keriting ini tidak tahan panas dan penguapan, oleh karena itu penyimpanan terhadap sayuran ini harus lebih diperhatikan. Daftar Pustaka : http://jurustani.com/budidaya-selada-hidroponik-2/ https://mitalom.com/tutorial-lengkap-cara-menanam-selada-hidroponik-sistem-sumbu-sederhana/ Penulis Naskah : Supryawaty,S.PKP UPT.PPPP KECAMATAN MUARA WAHAU