Tanaman sorgum telah lama dikenal di Indonesia, dengan penyebutan berbeda di setiap daerah. Di Kabupaten Situbondo, tanaman ini lebih dikenal dengan nama Bulir. Tanaman yang termasuk di dalam famili Graminae bersama dengan tanaman lain seperti padi, jagung, tebu, dan gandum ini dapat tumbuh meskipun ditanam di lahan kering yang kurang subur, air yang terbatas dan masukan (input) yang rendah. Budidaya tanaman sorgum sangat mudah dilakukan. Berikut teknik budidayanya. Penyiapan Lahan Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau gulma yang dapat mengganggu pengolahan tanah. Untuk lahan irigasi, pengolahan lahan dapat dilakukan dengan cara dibajak dan digaru. Setelah tanah diratakan, aplikasikan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 2 ton/hektar. Buat beberapa saluran drainase, baik di tengah maupun di pinggir lahan. Kemudian diamkan lahan selama ± 2 hari agar siap ditanami. Sedangkan untuk lahan kering, pengolahan lahan dilakukan secara sederhana dengan mencangkul permukaan tanah dan aplikasi pupuk kandang dengan dosis yang sama. Penanaman Pada lahan yang telah disiapkan sebelumnya dibuatkan lubang tanam. Jarak tanam yang dapat digunakan yaitu (65-75) cm x (20-25) cm. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal dengan kedalaman lubang tanam tidak lebih dari 5 cm. Setiap lubang tanam diisi 2-3 benih, kemudian ditutup dengan tanah ringan atau pupuk organik. Pada umur 2 minggu setelah tanam dilakukan penjarangan tanaman dengan meningggalkan dua tanaman/rumpun. Sorgum dibudidayakan melalui biji (benih) dan juga dapat diperbanyak dengan stek batang, namun harus terlebih dahulu memunculkan primordia akar pada buku-buku batang. Kebutuhan benih untuk 1 hektar lahan berkisar antara 5-6 kg. Pemupukan Pupuk kandang diaplikasikan sebagai pupuk dasar bersamaan dengan pengolahan lahan sebanyak 2 ton/hektar. Pemupukan susulan pertama pada umur 14 HST dengan mengaplikasikan pupuk urea sebanyak 1/3 bagian dan pupuk NPK Phonska sebanyak 100 kg/hektar. Sedangkan pemupukan susulan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 45 HST sebanyak 2/3 bagian pupuk urea. Dosis pupuk urea untuk 1 hektar lahan sebanyak 200 kg. Pemeliharaan Pastikan pada periode pertumbuhan awal dan periode pengisian biji, tanaman mendapatkan cukup air. Penyiangan gulma dapat menggunakan herbisida pratumbuh. Pada umur 2 minggu setelah tanam dilakukan penyiangan kembali secara manual menggunakan sabit atau cangkul. Penyiangan selanjutnya bergantung pada keadaan gulma di lahan. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua sedangkan Pengendalian hama dan penyakit, dilakukan jika tanaman menunjukkan gejala-gejala serangan. Panen Tanaman sorgum dapat dipanen pada umur 3,5-4 bulan setelah tanam, bergantung varietas yang ditanam. Panen sebaiknya dilakukan pada keadaan cuaca cerah dengan cara memotong tangkai malai sepanjang 15-20 cm dari pangkal malai. Selanjutnya malai dijemur di bawah sinar matahari selama ± 3 hari kemudian dirontokkan. Disusun oleh Admin Dinas TPHP Kab. Situbondo (Reni Puspita Sari/Yulianto)