Budidaya Tanaman Terong Ungu dan Mengenal Hama Penyakit yang Menyerang
Terong merupakan tanaman hortikultura yang mudah untuk di budidayakan, sekarang tidak hanya petani saja yang menanam tanaman terong, ibu-ibu rumah tangga juga sudah banyak menanam tanaman ini. Tanaman terong dapat dibuat berbagai menu masakan, di masak sebagai sayur maupun di makan sebagai lalapan. Budidaya tanaman terong: Persiapan lahan Lahan di bersihkan dari gulma, tanah di gemburkan, setelah itu buat bedengan, lalu berikan pupuk secara merata pada tiap-tiap bedengan Penyemaian Pertama siapkan tempat semai benih terlebih dahulu. Buat bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi 20 cm. Penyemaian dilakukan dengan manaburkan benih pada bedengan semai yang sudah disiapkan. Benih direndam terlebih dahulu dengan air hangat kuku selama 5-6 jam. Kemudian tiriskan setelah itu benih bisa disemai. Penanaman Bibit terong ditanam setelah berusia 25-30 hari setelah semai. Penanaman dilakukan pada sore hari. Bibit ditanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan, satu lubang satu bibit. Setelah selesai penanaman, bibit disiram dengan air agar tanaman tidak layu keesokan harinya. Pemeliharaan Tahapan pemeliharaan yang dapat dilakukan meliputi penyulaman, penyiangan, penyiraman, pemupukan susulan dan pemasangan ajir. Pemanenan Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari dan buah dipetik bersamaan dengan tangkainya. Hama tanaman terong: Kutu daun (Aphis spp) Kumbang Daun (epilachna spp.) Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn) Tungau (Tetranynichus spp) Ulat Buah (Helicoverpa armigera hubn) Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Bekicot Kutu Kebul Penyakit tanaman terong: Bercak Daun Busuk Buah Antraknosa Rebah Semai Layu Bakteri Yane Amelia, S.P Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Agam