Loading...

Budidaya Tanaman Tomat

Budidaya Tanaman Tomat
Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. fase pra tanam syarat tumbuh - tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi - tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan ph antara 5 - 6 - curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian. - kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25%. penyiapan lahan - pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang. - untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu - bila ph rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam - buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal - buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air. - berikan pupuk dasar 4 kg urea /za + 7,5 kg sp36 + 4 kg kcl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah - atau jika pakai pupuk majemuk npk (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan. - siramkan pupuk poc yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2 pemilihan bibit - pilih varietas tahan dan jenis hybryda (f1 hybryd) - bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 hss=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan - untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab) b. fase persemaian (0-30 hss) - siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg - masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa - sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag - setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam - penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah/cuaca) c. fase tanam ( 0-15 hst=hari setelah tanam ) - bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu - bibit siap tanam umur 3 - 4 minggu, berdaun 5-6 - penanaman sore hari - buka polibag plastik - benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya - sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya dibuat lubang tanam baru, - pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal, jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit - amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. jika ada serangan semprot dengan insektisida - amati penyakit seperti penyakit layu fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot bakterisida/fungisida. untuk penyakit virus, kendalikan vektornya seperti thrips, kutu kebul (bemissia tabaci), banci ( aphis sp.), kutu persik (myzus sp.) dan tungau (tetranichus sp.) - pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat d. fase vegetatif ( 15-30 hst) - jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 hst bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman - setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk urea dan kcl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air - pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran urea dan kcl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air. - bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk urea dan kcl lagi (7 gram). jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm). - penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari - tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak. - pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka. e. fase generatif (30 - 80 hst) pengelolaan tanaman - jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari - untuk merangsang pembungaan pada umur 32 hst lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman hama dan penyakit - ulat buah (helicoperva armigera dan heliothis sp.). - lalat buah (brachtocera atau dacus sp - busuk daun (phytopthora infestans), bercak daun dan buah (alternaria solani) serta busuk buah antraknose (colletotrichum coccodes). - busuk ujung buah. ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. ini gejala kekurangan ca (calsium). berikan dolomit. fase panen & pasca panen (80 - 130 hst) - panen pada umur 90-100 hst dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. - buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi. disusun oleh: farham,sp