Loading...

Budidaya Tanaman Tumpang Sari Tanaman Padi Dan Jagung

Budidaya Tanaman Tumpang Sari Tanaman Padi Dan Jagung
OLEHNOVA ARYANI, SP DISTANNAK KABUPATENMUSI RAWAS Tumpangsari merupakan salah satu bercocok tanam yang mencampur proses penanaman (polyculture), dalam suatu lahan yang sama dan waktu yang sama, hal ini di lakukan untuk mencapai produksi yang tinggi karena dengan tumpang sari tanaman pokok bisa tumbuh selayaknya pertumbuhan dan tidak terganggu oleh tanaman tumpang sarinya. Tumpang sari ini merupakan suatu upaya dari program intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah. Tumpang sari ini merupakan suatu upaya dari program intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah. Pola tumpang sari merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi lahan karena dapat mengoptimalkan pemanfaatan cahaya, air dan hara, mengontrol gulma, hama dan penyakit, serta merupakan jalur menuju pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, sistem tanam tumpang sari antar komoditas tanaman pangan telah banyak dipraktikkan oleh petani. Bila komposisi tanaman dan jarak tanam ditata dengan tepat maka hasil dari kombinasi tanaman per satuan luas lebih tinggi dari sistem monokultur. Hal ini dapat menjadi solusi dan terobosan dalam pencapaian swasembada pangan. Pola tanam tumpang sari juga meningkatkan intensitas penggunaan lahan, dimana intensitas penggunaan lahan yang tinggi berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani. Berdasarkan manfaat dan keunggulan sistem tanam tumpang sari untuk peningkatan pendapatan petani dan pencapaian swasembada pangan nasional inilah Kementan mulai melaksanakan kegiatan pengembangan sistem tanam tumpang sari padi jagung secara nasional. Komponen bantuan kegiatan tumpang sari padi jagung berupa bantuan benih yang terdiri dari benih. Paket bantuan yang diberikan ini nantinya hanya bersifat stimulan, artinya apabila bantuan yang tersedia tidak mencukupi untuk menyediakan paket teknologi yang direkomendasikan Badan Litbang Kementan atau instansi lainnya, maka tambahan anggaran dapat didukung dari anggaran APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota dan atau swadaya. Penggunaan lahan kegiatan tumpangsari dengan jarak rapat pada luasan yang seimbang (sama luas) antara komoditas padi jagung sehingga produktivitas tinggi dapat tercapai. Jarak tanam yang digunakan padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam jagung 40 cm (antar barisan) x 15 cm (dalam barisan). Jarak antara blok padi atau jagung 40 cm dengan memperhitungkan jumlah populasi tanaman dalam satu hektar. Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpang sari ini menggunakan populasi rapat, dengan jumlah populasi kurang lebih 200.000 rumpun/ha untuk padi dan 80.000 batang/ha untuk jagung. Terkait dengan waktu tanamnya, sistem tumpang sari berhubungan dengan pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan vegetatif yang lebih cepat dan dominan menguasai ruang maka akan lebih mampu berkompetisi dalam memperebutkan air, unsur hara, dan cahaya dibandingkan dengan pertumbuhan vegetatif yang lambat, dan akhirnya akan memengaruhi produksi. TEKNIK BUDIDAYA Pengolahan Tanah Pengolahan tanah di lahan kering dilakukan sebelum turun hujan dengan cangkul atau garpu. Pada daerah dengan kondisi tanah ringan, pengolahan tanah cukup dengan pembajakan 1 kali dan diratakan dengan garpu satu kali. Untuk lahan sawah pengolahan tanah dengan olah tanah minimum dan tanpa olah tanah (TOT). Olah tanah minimum dilakukan setelah panen padi sawah dengan cukup membersihkan lahan dari tunggul jerami dan rumput. Selanjutnya dibuat alur bajak untuk tanam. Saluran drainase keliling lahan disiapkan. Selain itu, pada pengolahan tanah minimal atau tanpa olah tanah resiko erosi akan lebih kecil daripada yang diolah secara sempurna. Penanaman Cara penanaman tanaman tumpang sari padi dan jagung yaitu sebagai berikut : Setelah kondisi lahan optimal, segera dilakukan penanaman benih padi dengan tugal. Jarak tanam padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam jagung 40 cm (antar barisan) x 12,5 cm (dalam barisan). Sedangkan jarak antara blok padi atau jagung disesuaikan dengan perhitungan populasi dan/atau disesuaikan dengan lebar combine harvester untuk mempermudahkan pada waktu pemanenan. Untuk pertanaman padi gogo dilakukan lebih awal dengan selang waktu tiga minggu sebelum penanaman jagung. Penanaman benih padi sebanyak 5-7 biji per lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 50 kg/ha. Penanaman benih jagung sebanyak 1 biji per lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 30 kg/ha. Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpangsari ini menggunakan populasi rapat, kurang lebih 250.000 rumpun/ha untuk padi dan 100.000 batang/ha untuk jagung. Pemupukan Untuk sistem Tumpangsari Padi Gogo – Jagung pemupukan menggunakan rekomendasi untuk padi gogo. sedangkan tanaman jagung memperoleh manfaat dari pemupukan padi gogo. Pupuk organik diberikan setelah tanam dengan menutup lubang tanam padi gogo dan jagung. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dapat dikombinasikan dengan herbisida dan penyiangan manual, dengan teknik sebagai berikut : Penyemprotan herbisida purna tumbuh pada umur + 15 hari dengan dosis menurut petunjuk. Penyiangan secara manual umur + 30 hari atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan/pemilihan varietas yang tepat, pengelolaan kultur teknis dan pengendalian biologis, sedangkan penggunaan pestisida dilaksanakan bila populasi hama melampaui batas ambang kendali. Panen Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk padi gogo bilamana 90% bulir padi telah menguning dan untuk jagung bila biji telah mengeras dan membentuk lapisan hitam 50% dan klobot sudah mengering. Panen dilakukan menggunakan power thresher atau combine harvester. Gabah dan tongkol yang dihasilkan dikeringkan dengan dryer atau dijemur hingga mencapai kadar air sekitar 14%. Manfaat Tanaman Tumpang sari Memperoleh hasil produksi/panen yang maksimal dengan satu lahan (sempit) di karenakan dapat beberapa kali panen dengan jenis tanaman yang berbeda. Dapat memperkecil biaya tanam (menghemat biaya) dari segi pengolahan lahan/perawatan, pemupukan dan tenaga. Mendapat keuntungan lebih dari setiap tanaman karena memilki harga jual yang berbeda-beda. Dengan adanya harga jual yang saling menguntungkan (atau paling tidak menggantikan) resiko rugi dapat di tekan sekecil mungkin. Hama tanaman tidak akan menyerang tanaman utama apabila ada tanaman tumpang sari yang tidak di sukainya. Unsur hara yang di berikan dapat berfungsi maksimal karena dalam satu lahan dapat diserap oleh tanaman dengan baik tanpa ada yang terbuang.