Budidaya Tembakau Dengan Mekanisasi Di Kecamatan Panekan
Tembakau merupakan mata dagang penting dalam ekonomi dan sosial . Kecamatan Panekan merupakan salah satu wilayah penghasil tembakau. Akan tetapi tenaga kerja di sektor pertanian dan perkebunan pada saat ini mulai langka. Tenaga kerja muda cenderung beralih ke sektor industri dan perkantoran, sehingga mekanisasi pada usahatani tembakau sangat membantu untuk mengatasi masalah sulitnya tenaga kerja. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman tembakau : Pembibitan / Persemaian Persiapan Media Semai Metode Pembuatan Media Semai Keunggulan menggunakan Sistem Para-para Persiapan Benih Metode Semai Benih Persiapan media semai sistem para-para Bahan Benih Tembakau Tanah (dibawah pohon bambu) Pupuk SP 36 1 Kg Pupuk NPK 3 Kg Abu dapur Sekam Alat Kayu papan Cangkul Timba Plastik kerodong (40%) Selang Alat penyiraman Metode pembuatan media semai Menyiapkan tempat untuk para-para Membuat para-para yang di isi tanah dengan ukuran 12,5 m x 1 m Ketebalan 5 – 7 Cm Media yang sudah jadi dibiarkan sampai tanah kering, bila perlu kerodong juga disiapkan untuk penaung apabila hujan. Pemberian pupuk SP 36 dan NPK seminggu sebelum tabur benih lalu disiram merata lalu tutup kembali dengan plastik. Selang satu minggu media tanah sudah kering, maka baru disiram dengan air agar agregat atau gumpalan tanah dapat terpecah halus sehingga mudah diratakan. Media siap untuk persemaian. Keunggulan menggunakan sistem para para Biaya Murah, Menggunakan widek bekas / Bambu Media ini bisa digunakan berulang kali Sistem ini bisa ditaruh di sekitar rumah/halaman ibu dirumah bisa membantu merawat pembibitan/Persemaian Mengurangi biaya pestisida Perakaran Lebih bagus Biaya pembersihan gulma Aplikasi Pupuk Dasar Setelah disiram ditutup selama 5 hari – 1 minggu dan beri jarak sekitar 20 Cm antara plastik penutup dan media tanah Media siap untuk persemaian benih Persiapan benih Benih dibungkus dengan kain dan direndam ke dalam air biasa selama 24 jam Ditiriskan atau diangin-anginkan selama 12 jam Metode semai benih Benih dicampur dengan abu dapur yang halus Sebelum benih ditabur, media disiram sampai rata basah (jangan sampai becek) Tabur campuran benih dan abu ke media semai dengan rata ( ulangi bila perlu) Taburi sekam secukupnya untuk menjaga kelembaban dan mengurangi penguapan. Siram lagi sampai rata dalam sekali jalan. Tutup media dengan plastik Pengolahan Lahan Dalam mengolah lahan yang harus diperhatikan adalah kondisi tanah. Oleh karena itu perlu adanya persiapan yang harus dilakukan dalam proses pengolahan lahan diantaranya : Pembersihan Lahan Olah Lahan Menggunakan Alsintan (cultivator) Finishing Lahan Tanam Hal yang harus diperhatikan antara lain : Bibit harus standar tanam Sebelum ditanami, lubang tanam diberi bubur/lumpur tanah Setelah itu baru bibit dimasukkan ke lubang tanam. Anita Febriana,SPt BPP Panekan