Loading...

budidaya tembakau super, dambaan petani kutowinangun

budidaya tembakau super, dambaan petani kutowinangun
tembakau merupakan salah satu tanaman perkebunan yang diupayakan oleh sebagian lahan tadah hujan yang berada di kecamatan kutowinangun yang meliputi desa jlegiwinangun, triwarno, korowelang, pejagatan, pesalakan dan sebagian wilayah desa kaliputih. meskipun ada beberapa desa yang menanam tembakau, akan tetapi yang terkenal dikecamatan kutowinangun adalah tembakau jlegi, yang diambil dari nama desa yaitu jlegiwinangun persemaian bibit yang sehat merupakan salah satu faktor penting keberhasilan budidaya tembakau. pembibitan tembakau bisa dilakukan dengan metode bedengan dan hasil bibit tembakau cabutan atau metode hasil bibit didalam polybag. untuk mendapatkan bibit yang sehat dan seragam perlu diperhatikan beberapa aspek dalam persemaian, di antaranya pemilihan lahan yang subur, gembur, dan berdrainase baik. usahakan lahan dekat dengan sumber air untuk memudahkan dalam penyiraman. bedengan diberi atap yang dibuat dari jerami, alang-alang, daun kelapa atau plastik yang dapat dibuka dan ditutup. penyiraman dilakukan secara teratur pagi dan sore sejak benih ditabur. setelah bibit berumur 2–3 minggu atap perlu dibuka pada pagi hari dan ditutup pada siang hari. bila bibit sudah mempunyai daun dengan lebar 5 cm atap dapat di buka sepanjang hari. metode pembenihan dengan metode polybag pada awalnya sama seperti metode bedengan, tetapi setelah benih berumur 21 hari, benih dipindahkan ke media polybag. metode pembenihan dengan metode polybag terdiri dari tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 5 : 2 : 2 kemudian media dicampur dengan pupuk npk dengan dosis 1,5 - 2 kg pupuk npk tiap 1 m3 tanah. ukuran plastik media yaitu panjang 110 cm dan diameter 110 cm. tanah dimasukkan ke dalam plastik polybag. media tanah tersebut sebelumnya disterilisasi dengan metode solarisasi selama 14 - 20 hari. selanjutnya benih yang sudah berumur 3 minggu (21 hss) dipindahkan ke polybag dan melakukan penyiraman seperti pada pembenihan bedengan. kelebihan dari sistem pembibitan didalam polybag yakni: - dapat mengurangi kerusakan pada bagian akar, pada saat memindahkan bibit. - mengurangi kematian bibit. - menghilangkan stagnasi. - memili bibit yang pertumbuhannya sejenis. - dengan demikian penyulaman dapat ditekan hingga tingkat nol. pengolahan tanah pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah. pengolahan tanah juga bertujuan agar tanah lebih gembur sehingga mudah untuk ditembus akar tanaman. pada lahan datar, pengolahan tanah dilakukan dengan mencangkul, 1–2 hari dilanjutkan dengan pembuatan guludan setinggi 25–30 cm. guludan berfungsi untuk meminimalkan jumlah tanaman yang mati akibat adanya genangan air. jarak tanam 110 cm x 50 cm. got keliling dibuat untuk memudahkan pembuangan air saat terjadi kelebihan air. penanaman bibit siap dipindah ke lapang pada umur 40–45 hari. sebelumnya dipilih bibit yang sehat, seragam, dan akarnya banyak. bibit ditanam di lubang tanam dengan kedalaman penanaman sebatas batang atau leher akar, kemudian ditutup dengan tanah yang gembur. sebaiknya tanam dilakukan sore hari saat intensitas cahaya matahari sudah berkurang. sulaman sebaiknya tidak lebih dari 10 hari dari tanam pertama agar diperoleh pertumbuhan dan umur panen yang seragam. penyiraman dilakukan menyesuaikan dengan kondisi kelembapan tanahnya. pendangiran, pembumbunan, dan penyiangan pendangiran dilakukan pada 3 minggu setelah tanam, sambil dibumbun tanah disiangi sehingga tanaman tidak terganggu oleh tanaman gulma. hal tesebut dilakukan kembali setelah tanaman berumur 5 minggu dan terakhir setelah tanaman berumur 7 minggu. pemupukan pemupukan dilakukan dengan cara ditugal dengan memperhatikan dosis dan waktu aplikasinya. dosis pemupukan sangat tergantung kondisi tanah di mana tembakau ditanam. hindari penggunaan pupuk yang mengandung klor (cl) tinggi karena kadar klor yang tinggi dalam daun tembakau akan menurunkan kualitas tembakau. pemangkasan dan pembuangan sirung tujuan pemangkasan untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan daun, serta memperoleh kualitas sesuai permintaan pasar. pemangkasan dilakukan setelah keluar bonggol bunga dengan cara memangkas di bawah 3 daun bendera. tembakau yang telah dipangkas akan keluar sirungnya (tunas ketiak daun) agar pertumbuhannya tidak terkuras oleh pertumbuhan sirung, maka sirung perlu dibuang, dan pembuangan sirung dilakukan tiap 5–7 hari sekali. panen panen dilakukan tepat masak, dengan ciri-ciri warna sudah berubah menjadi hijau kekuningan dan gagangnya mudah dipatahkan pada saat dipetik. dilakukan pagi hari setelah embun menguap, jangan siang hari karena kondisi daun agak layu. dalam pemeraman dibutuhkan kadar air cukup agar proses kimia dapat berlangsung. tidak dianjurkan panen daun muda karena klorofilnya masih stabil sehingga menghasilkan warna hijau mati. dalam asap rokok klorofil menyebabkan bau langu. hindari tercampurnya benda asing seperti potongan tali, rafia, tikar, bulu ayam, kertas, kerikil, dsb. oleh : ratna tri kumalasari, s.p